CITA CITA NASIONAL HADAPI SEMUA MENUJU INDONESIA SEJAHTERA

0 Comments

Jakarta -Barometer99.com -
EMAS MENUJU 100 TAHUN NKRI
DENGAN SEMANGAT BELA NEGARA
(Oleh: Dr Ir Parlaungan Adil Rangkuti (PAR) MSi, Wisesa Utama Wantannas RI)

Perjuangan rakyat Indonesia untuk dapat meraih kemerdekaan dengan pengorbanan yang sangat besar, mulai dari kedatangan bangsa Portugis pada awal abad ke-16. Pejuangan melalui diplomasi dan pertempuran demi pertempuran terjadi di berbagai daerah di Indonesia untuk mengusir penjajah dan meraih kemerdekaan Indonesia. Perang Dunia Kedua menciptakan babak baru dengan kehadiran Jepang di Indonesia dengan menjanjikan kedamaian. Nmun ternyata Jepang juga melakukan hal yang tidak jauh berbeda dengan masa penjajahan Belanda di Indonesia, bahkan menerapkan sistem kerja paksa atau kerja rodi yang benar-benar menyiksa rakyat Indonesia. Semangat perjuangan bangsa Indonesia untuk merdeka semakin berkobar, perlawanan melalui brerbagai cara semakin intensif. Akhirnya bangsa Indonesia mencapai kemerdekaannya dengan mengumandangkan Proklamasi Kemerdekaan pada tanggal 17 Agustus 1945. Bangsa Indonesia mempunyai cita-cita yang luhur untuk mewujudkan cita-cita sebagai masyarakat yang maju, adil dan makmur.
Bangsa Indonesia berjuang untuk Indonesia merdeka dengan suatu cita-cita yang dituangkan dalam konstitusi sebagaimana yang tercantum dalam pembukaan UUD 1945 yang berbunyi: “melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut melaksanaan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial”. Melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dapat diartikan sebagai upaya menjamin kelangsungan hidup bangsa Indonesia dalam persatuan dan kesatuan serta menjamin kedaulatan wilayah Nusantara. Untuk memajukan kesejahteraan umum dapat diartikan sebagai upaya untuk mencapai kesejahteraan lahir dan bathin. Ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial, dapat diartikan bahwa bangsa Indonesia cinta damai, menolak kekerasan dan kolonialisme, dan menjungjung tinggi nilai-nilai keadilan sosial bagi umat manusia. Dalam rangka perwujudan cita-cita dan tujuan nasional tersebut, bangsa Indonesia melakukan pembangunan nasional secara berencana, menyeluruh, terpadu, terarah dan terukur.

MOMENTUM 100 TAHUN NKRI
Belajar dari perjalanan sejarah perkembangan politik dengan segala suka dukanya, merupakan modal yang patut dipertimbangkan agar yang baik diteruskan dan yang kurang baik ditinggalkan. Perlu disadari bahwa potensi pemuda telah mengukir sejarah perjuangan bangsa untuk bangkit pada masanya seperti pada masa Kebangkitan Nasional tahun 1908, Sumpah Pemuda tahun 1928, Proklamasi kemerdekaan RI tahun 1945, bangkitnya Orde Baru tahun 1966, bangkitnya Orde Reformasi tahun 1998. Kelima tonggak sejarah tersebut menjadi bukti bahwa pemuda dapat menjadi sosok yang mampu menginspirasi dan mengiringi proses transisi dengan berbagai bentuk AGHT sesuai dengan jamannya untuk melakukan perubahan menyongsong masa depan yang gemilang. Untuk mengantisipasi dan mengatasi berbagai bentuk AGHT yang pernah dialami oleh bangsa Indonesia merupakan bahan berharga agar tidak terulang lagi. Seiring dengan perkembangan dunia yang semakin modern, telah lahir generasi baru dengan orientasi dan sikap perilaku yang berubah yang dikenal dengan generasi milenial yang menjadi harapan masa depan menuju tahun emas 2045.
Ketika Indonesia menyentuh umur 100 tahun pada 2045 mendatang, yang disebut sebagai jendela demografi (window of demography) yakni fase yang menunjukkan bahwa jumlah usia produktif (15-64 tahun) lebih besar dibanding jumlah penduduk yang tidak produktif (di bawah 14 tahun atau di atas 65 tahun). Pada tahun 2020-2045, diprediksi bahwa angka penduduk usia produktif dapat mencapai 70 persen, sedangkan sisanya merupakan penduduk dengan usia yang tidak produktif. Era baru memasuki abad ke 21, telah muncul sebagai fenomena internasional dengan perkembangan Iptek dan globalisasi yang luar biasa. Kunci untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045 berada pada kualitas SDM, terutama generasi penerus yang saat ini berada pada posisi masih menduduki bangku sekolah. Dari aspek demografi dapat berdampak pada dua kemungkinan, yaitu sebagai bonus demografi atau menjadi beban demografi. Bonus demografi dapat tercapai jika sumber daya manusia (SDM) di Indonesia memiliki kualitas yang mumpuni sehingga akan berimbas pada pertumbuhan ekonomi negara. Sebaliknya akan menjadi beban demografi jika jumlah penduduk yang berada pada usia produktif ini justru tidak memiliki kualitas yang baik sehingga menghasilkan pengangguran massal dan menjadi beban negara. Indonesia seratus tahun pada tahun 2045 menjadi impian besar untuk membentuk Indonesia yang mampu bersaing dengan bangsa lain serta dapat menyelesaikan masalah-masalah yang mendasar di Indonesia.

KUNCI SUKSES MENUJU TAHUN 2045
Kunci sukses pembangunan nasional menuju tahun 2045, tidak hanya tergantung pada kualitas SDM dalam aspek profesionalisme berbasis Iptek, tetapi juga harus memiliki kualitas kesadaran dan karakter bela negara yang kuat sebagai ciri patriotisme sejati. Dapat diyakini bahwa kunci utama mencapai sukses menuju 100 tahun NKRI pada tahun 2045 adalah kualitas SDM pemuda yang kelak akan manggung dalam kepemimpinan bangsa dan negara dalam semua bidang kehidupan berbangsa dan bernegara. Harapan dari bangsa Indonesia sungguh besar untuk mencapai Indonesia Emas pada tahun 2045. Menuju tahun 2045 sudah pasti akan muncul berbagai bentuk AGHT yang semakin dinamis dan komplek dalam berbagai aspek (gatra) yang harus diwaspadai, diantisipasi dan diatasi oleh seluruh komponen bangsa dan negara. Pendidikan menjadi sangat menentukan untuk menciptakan potensi SDM yang berkualitas, dalam arti memilki kemampuan profesional untuk membentuk manusia yang tidak hanya cerdas secara intelektual, mampu berpikir secara saintifik dan filosofis, tetapi juga mampu mengembangkan spiritualnya untuk berkarya di bidang masing-masing secara optimal. Kemampuan profesional berbasis Iptek harus dapat tumbuh secara simultan bersamaan dengan pembangunan kesadaran dan karakter bela negara.
Perkembangan Iptek yang sangat cepat harus dapat diikuti oleh generasi penerus dalam arti dapat dikuasai, dapat diterapkan dan dapat bermanfaat optimal untuk bangsa dan negara. Proses alih teknologi dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari menjadi tantangan tersendiri karena yang menjadi kelemahan selama ini adalah penerapannya secara selektif dan berdaya guna yang belum optimal. Generasi penerus telah menunjukkan kemampuannya yang tidak kalah dengan bangsa-bangsa yang sudah maju lainnya untuk menguasai bebagai disiplin Iptek yang canggih, namun dalam penerapannya masih terkendala dalam berbagai aspek termasuk kebijakan politik pemerintah dan kesiapan masyarakat di lapangan. Peran informasi dengan teknologi canggih yang sudah berkembang saat ini perlu dorongan agar pemanfaatannya optimal untuk percepatan kemajuan bangsa.  Perukaran informasi telah berlangsung tanpa batasan ruang dan waktu perlu diwaspadai karena dapat berdampak positif maupun negatif terhadap perkembangan bangsa Indonesia. Selanjutnya perlu dukungan kebijakan dan kemampuan politik untuk menjadikan kondisi dan situasi yang ada saat ini menjadi modal untuk bangkit dan maju lebih cepat dengan melakukan kajian prediksi masa depan untuk mencapai sukses

STRATEGI MENGHADAPI AGHT
Menjelang tahun 2025 ada momentum yang penting yakni menyusun Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN), periode 2015-2045. RPJPN tahun 2005-2025 akan berakhir pada tahun 2025. Visi dan misi pembangunan menuju tahun 2045 sudah sewajarnya berubah ke arah yang lebih folkus dan dinamis. Sesungguhnya peluang bangsa Indonesia untuk mencapai masa emas atau gemilang tahun 2045 sangat terbuka lebar, mengingat adanya dukungan potensi sumber daya alam dan potensi sumber daya manusia yang sangat besar. Mengingat potensi sumber daya alam terbarukan yang ada di Indonesia tergolong sangat besar, maka saatnya fokus pembangunan untuk mendayagunakan sumber daya tersebut di manfaatkan secara optimal. Potensi sumber daya pertanian dapat menjadi basis dan penggerak utama (prime mover) pembangunan ekonomi kerakyatan dengan pendekatan sistem agribisnis dan agroindustri yang semakin modern. Pemanfaatan potensi sumber daya energi terbarukan seperti sinar matahari, air terjun, gelombang air laut, geothermal dan sebagainya merupakan pilihan yang dapat dijadikan alternatif mengingat potensi sumber daya energi minyak dan gas bumi (migas) dan batubara akan semakin menurun.
Fokus kepada pembangunan dan optimalisasi pemberdayaan potensi SDM Indonesia serta fokus kepada pembangunan dan optimalisasi potensi sumber daya alam yang kita miliki yang sudah mulai dikembangkan oleh pemerintah periode 2020-2025 perlu mendapat dukungan masyarakat luas. Beberapa hal yang perlu mendapat perhatian menyongsong tahun Indonesia emas tahun 2045 antara lain:
1) Membangun sikap dan tekad bangsa Indonesia untuk sukses menuju Tahun 2045 sebagai tahun Indonesia Emas,
2) Membangun sikap dan tekad bangsa Indonesia khususnya generasi muda untuk membangun Ketahanan Nasional yang kuat, kokoh dan ampuh dalam semua aspek kehidupan berbangsa dan bernegara,
3) Membangun sikap dan tekad bangsa Indonesia untuk meraih, menguasai dan menerapkan Iptek secara tepat guna bagi kemakmuran rakyat,
4) Membangun sikap dan tekad bangsa Indonesia untuk mensukseskan pembangunan, baik nasional maupun daerah,
5) Membangun sikap dan tekad bangsa Indonesia untuk mewaspadai, mengantisipasi dan mengatasi secara bersama musuh-musuh NKRI seperti; individualisme, liberalisme, materialisme, hedonisme, radilkalisme, separatisme, terorisme, gerakan yang berindikasi SARA, korupsi-isme, dan sebagainya yang nyata-nyata merupakan upaya untuk memecah belah, melemahkan bahkan untuk menghancurkan NKRI. 
Program Pendidikan merupakan aspek penting dalam pembentukan kualitas profesionalisme dan karakter bela negara karakter bagi setiap warga negara, oleh karena itu program pendidkan secara nasional harus berubah mengikuti kebutuhan bangsa dan negara serta lingkungan global yang berubah dengan cepat. Pemuda Indonesia sebagai generasi penerus bangsa Indonesia harus disiapkan melalui proses pendidikan (formal, informal, nonformal), untuk masa depan.

PELUANG BANGSA INDONESIA
Pemuda merupakan aset masa depan Indonesia, sudah sepatutnya disiapkan agar mampu memberikan inovasi dan kontribusi untuk mencapai Indonesia gemilang dengan sasaran antara tahun 2045 untuk berlanjut mengikuti jaman. Memalui proses pendidikan, generasi milenial yang lahir saat ini tidak cukup hanya profesional di bidang masing-masing, tetapi harus tetap memiliki identitas berciri Indonesia dengan kesadaran dan karakter bela negara yang kuat. Pembangunan karakter berbasis pada nilai-nilai dasar bela negara, memerlukan dukungan nilai-nilai eksternal seperti; disiplin, tanggung jawab, dan kepemimpinan yang bijaksana dengan dukungan kecerdasan (intelektual, emosional, spiritual) sebagai bagian dari karakter bangsa untuk masa depan. Kecerdasan Intelektual, yaitu kecepatan dan ketepatan aktivitas kognitif dalam memahami, menyelesaikan berbagai masalah, tantangan, dan tugas-tugas. Kecerdasan Emosional, yaitu potensi kemampuan personal dan interpersonal seperti kemampuan untuk mengendalikan emosi dalam diri dan mampu berempati terhadap sesamanya. Kecerdasan Spiritual, yaitu merujuk pada sifat-sifat mulia dan nilai-nilai kemanusiaan, yang berhubungan dengan masalah makna dan nilai yang memposisikan perilaku dan hidup dalam makna yang lebih luas.
Mengamati posisi NKRI secara keseluruhan dalam proses pembangunan nasional menunjukkan ada kemajuan ke arah penguatan dalam segala aspek Ketahanan Nasional. Namun tidak bisa dipungkiri masih terdapat bentuk AGHT yang mengkhawatirkan tidak terjadinya proses percepatan pembangunan nasional. Jika bentuk-bentuk AGHT yang dapat menghambat atau melemahkan posisi NKRI dalam proses menuju Indonesia gemilang tahun 2045, tidak dapat segera dihilangkan akan sulit mencapai harapan tersebut. Oleh karena itu peluang bangsa Indonesia untuk sukses pata tahu 2045, perlu upaya keras, sistematis dan masif untuk mengatasinya seperti korupsi, radikaisme, terorisme, separatisme, bahaya narkoba, politik pecah belah dan sebagainya. Kekuatan bangsa dalam persatuan dan kesatuan yang kokoh merupakan salah satu syarat untuk meraih sukses. Pembangunan sikap dan perilaku sebagai karakter berbasis pada nilai-nilai dasar bela negara perlu didukung oleh pembangunan yang mempengaruhi aksi bela negara seperti: kewaspadaan disiplin, tanggung jawab, dan keimanan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Dengan “semangat bela negara” yang kuat, kokoh dan handal diharapkan Indonesia Emas tahun 2045 akan terwujud. Optimis...Semoga bermanfaat..

Some say he’s half man half fish, others say he’s more of a seventy/thirty split. Either way he’s a fishy bastard.