KAD Anti Korupsi Provinsi Sumsel Pencegahan Korupsi

Editor: Rizqy Zurriyati

Palembang,Barometer99.com,- Komite Advokasi Daerah (KAD) Anti Korupsi provinsi sumatra selatan yang telah dibentuk tahun 2018 lalu,upaya Pencegahan Korupsi yang menghasilkan solusi bersama dan melaksanakan inisiatif pencegahan korupsi, secara simultan dan kontrehensif melalui pendekatan,kolaborasi yang melibatkan pelaku usaha,intansi pemerintah dan aparat penegak hukum hal itu diungkapkan oleh Pengurus KAD  saat konferensi pers dikantor KAD Sumsel komp jumat (16/10/2020).

Ketua KAD Sumsel Hasyam mengungkapkan bahwa KAD Anti Korupsi ini terbentuk berdasarkan Analisa dan memakan waktu yang cukup lama, KAD sudah terbentuk sebanyak 19 dikabupaten kota.Berdasarkan landasan hukum KAD Sumsel dengan keputusan Gubernur Sumsel.

"lembaga yang dibentuk berdasarkan kebutuhan hasil anaslisa panjang tentang pemberantasan korupsi yang ada diindonesia ,lahir dibawah KPK lembaga  yang bekerjasama dengan Kadin yaitu KAD , KAD bermitra dengan Kadin Indonesia dan KPK", ungkapnya.

Lebih lanjut,KAD ini bagian mitra setrategis pemerintah untuk menjembatani nya,karena pengusaha rentan terhadap perlakuan suap.

"kita berharap dengan adanya KAD ini untuk meminimalisir pelaku suap disumsel", Jelasnya.

Sementara ditempat yang sama Seketaris  KAD Anti Korupsi Drs. Hasannuri Ar menjelaskan Kelancaran koordinasi dalam pelaksanaan kolaborasi,sekaligus sebagai dasar hukum,dalam membentuk kelompok kerja anti korupsi dengan membahas isu isu strategis untuk menghasilkan rekomendasi.

"Kita menjaring isu strategis melibatkan beberapa pelaku, usaha dan pemeritah yang mengarah untuk menyuap,kita hadir untuk mencegah ", bebernya.

Hal yang sama diungkapkan oleh Ketua Harian Kadin Sumsel Afandi Udji mengatakan selama ini pelaku pengisah sulit mendapatkan ijin, disayangkan karena pelaku usaha ini sumber untuk meningkatkan hasil Pendataan Asli Daerah (PAD).

" Dengan mencegah suap dan korupsi maka pembayaran resmi masuk hasil pendapatan daerah kabupaten dan kota". Tambahnya (Ati).

Share:
Komentar

Berita Terkini