Rakor Unit Pengumpulan Zakat Baznas Provinsi Sumatera Selatan

Editor: Barometer99


Barometer99.com, PALEMBANG - Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan dalam hal ini diwakili oleh Pelaksana Tugas (PLT) Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretaris Daerah (Sekda) H. Ahmad Najib menyambut baik apa yang dilakukan oleh Badan Amil Zakat selama ini. 

Rapat Koordinasi (Rakor) Unit Pengumpulan Zakat (UPZ) BAZNAS Provinsi Sumsel yang dipusatkan di ballroom Emilia Hotel Palembang, Kamis (1/10/2020). 

Plt Asisten I Setda Provinsi Sumsel bidang Pemerintah dan Kesra Provinsi Sumsel, H. Ahmad Najib  mengatakan, hari ini Rakor UPZ Baznas Sumsel, bahwa yang memberikan Zakat adalah Muzaki, yang menerima Sakit namanya Mustahid dan salah satu kewajiban, tapi juga kebutuhan, kewajiban dalam Al-Quran, kebutuhan kita membantu orang-orang yang tidak mampu.

Dalam mengalami pandemi corona virus disease nineteen (covid-19) kesulitan banyak dihadapi oleh masyarakat, dengan kita melaksanakan atau memberikan zakat itu disamping memenuhi kewajiban dalam Al-Quran, juga memberikan memenuhi kebutuhan yang memang susah.

"Untuk bagaimana mengoptimalisasi, mengintegrasikan data yang ada kekuatan jadi salah satu upaya kita dalam membangun Sumsel, bukan hanya membangun fisik infrastruktur, juga membangun mental spiritual yaitu semangat untuk menolong sesama," tandasnya

Ketua Baznas Sumsel Drs. H. Najib Haitami, hari ini ada 68 orang, artinya ada 68 Dinas, Badan, Bank, dari Kementerian Agama yakni MAN 1, MAN 2, dan MAN, dan mereka semangat menghadiri kegiatan ini dan rutin kita dalam 1 tahun sekali. Kalau Kepala ganti, maka UPZ juga berganti, maka kita harus tiap tahun kita adakan, makanya kita adakan rapat kerja (raker), kita berikan materi, supaya mereka berbuat.

Dia menuturkan, output dari Rakor ini kita harapkan supaya nanti dalam niat kita untuk optimalkan Zakat berfungsi, dan dari UPZ itu nanti supaya betul-betul mereka orang yang jujur dan transparan. Dari dinas sudah datang berarti mereka sudah bayar Zakat, sudah terbentuk Zakat, UPZ di dinas-dinas, berarti walaupun sedikit yang berzakat, berinfak, dan sodaqoh, melaksanakan tugas mereka.

"Mudah-mudahan harapan kita, antara Baznas Sumsel dan UPZ diprovinsi itu satu bahasan, kita komunikasikan dimana letak kelemahan dan kekurangannya, kita saling tutupi. Kita menargetkan ditahun 2020 ini minimal 6 Miliyar, yang sudah tercapai 4 Miliyar, mudah-mudahan tercapai. Sedangkan untuk dikabupaten atau kota tidak menyetor ke kita, mereka sendiri yang mengelola," pungkasnya.

Laporan : Ocha

Share:
Komentar

Berita Terkini