Ritual Ruwat Bumi Hok Tek Cin Sin 2020 Oleh Umat Konghucu

Editor: Barometer99


Barometer99.com, PALEMBANG - Ruwat Bumi Hok Tek Cin Sin 2020 (merupakan kegiatan ritual oleh umat Konghucu) diselenggarakan oleh Majelis Tinggi Agama Konghucu Indonesia (MATAKIN) Sumsel, yang di gelar di Kelenteng Kong Miao Jakabaring Sport City, kamis (1/10/2020).

Acara ini di hadiri Ahmad Najib Plt Asisten 1 Bidang Pemerintahan Kesra Pemprov, Ketua MATAKIN Sumsel Sakim Nanda  Budi Setiawan  Homandala. 

Ruwat Bumi Hok Tek Cin Sin 2020 yang mana Ritual ini sudah dijalani tanggal 27 September- 1 Oktober 2020. Suatu Ritual untuk membersihkan Bumi agar pandemi covid-19 ini dapat berakhir.

Plt Asisten 1 Bidang Pemerintahan Kesra Pemprov, Ahmad Najib SH MH  mengatakan dalam rangka Ruwat Bumi Hok Tek Cin Sin 2020 memohon agar warga Konghucu terbebas dari malapetaka dan tetap mematuhi protokol kesehatan.

"Mari kita jaga alam dan intropeksi diri bahwa covid-19 ini  jangan sampai suatu penyakit tapi suatu ujian. Maka kita berusaha menjaga kondisi covid-19 tapi tetap juga tidak boleh tidak  produktif," ucapnya.

Bagaimana memberikan edukasi kepada generasi muda agama konghucu khususnya dengan memberikam kearipan lokal contohnya kue bulan itu kepercayaan keyakinan. 

"Suatu Komitmen pak Gubernur kita harus tetap jaga kerukunan yaitu harus bersama-sama untuk membangun. Kita tahu bermacam macam keaneragaman di Sumsel ini tetap harus menjaga kekayaan alam dan budaya," ungkapnya.

" Harapanya kita harus jaga kerukunan mari kita jaga kebersamaan dalam suasana covid-19 tetap berdoa dan berusaha serta menjaga dan mematuhi protokol kesehatan," tandasnya.

Sakim Nanda Budi Setiawan Homandala selaku Ketua MATAKIN menambahkan, kita melakukan Ruwat Bumi adalah Dewa Bumi kami pilih bertepatan  tanggal 15  bulan 8 Imlek ini adalah hari Kesempurnaan Bumi sendiri. Dia seorang Raja menjadi Dewa dan dia tinggal di Tiongkok sangat di cintai rakyat. 

"Konon kisahnya dia meninggal itu tiga hari wajahnya tidak berubah masih merah berseri. Atas kekuatan langit dia tugaskan menjaga bumi karena kecintaanya terhadap manusia dan alam semesta," bebernya.

Tujuanya adalah memohon kepada Tuhan agar pandemi covid-19 ini dapat berakhir dan 

sirna dari muka bumi. Serta rakyat dapat sejahtera kembali. Karena di dalam ini kami membuat kue apem yaitu kue keberuntungan jika hasilnya mekar maka doa kita akan  tercapai.

Harapan untuk umat beragama kita saling menjaga Kerukunan umat beragama saling mengisi dan bahu membahu kita tidak boleh membedakan kepentingan pribadi kita harus menjaga persatuan dan kesatuan untuk menjaga keharmonisan toleransi umat beragama antara pemerintah dan umat beragama.

"MATAKIN kalau di Palembang baru dua tahun berjalan tapi praktek Konghucunya tetap berjalan karena kepercayaan tidak bisa hilang," pungkasnya.

Laporan : Ocha

Share:
Komentar

Berita Terkini