Suplai Air PAM Mati, Ratusan Pelanggan di PUT Meradang

Editor: Barometer99


Barometer99.com, REJANG LEBONG - Ratusan pelanggan air PAM di beberapa desa di Kecamatan Padang Ulak Tanding (PUT), Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu mengeluh dan meradang. Pasalnya sudah dua minggu air PAM tidak mengalir alias mati total .

Beberapa desa yang krisis air akibat matinya air PAM tersebut yakni Desa Muara Telita ,Taba Tinggi ,Ulak Tanding dan Kelurahan Pasar PUT .

Selain di rumah penduduk beberapa perkantoran yang ada di Kecamatan PUT juga mengalami kekeringan air akibat supalai air tidak mengalir. Beberapa kantor yang suplai airnya kering diantaranya Kantor Polsek PUT, Koramil 409-03 PUT, Kantor Camat PUT, Kantor Lurah PUT .

Camat PUT Arlan Tony SH mengatakan, pihaknya sudah memberitahukan ke pihak PDAM Kabupaten Rejang Lebong prihal air PAM di Kecamatan PUT mati alias tidak mengalir .

"Ya, kita sudah melaporkan hal ini ke pihak PDAM Curup bahwa air PAM mati," kata Camat PUT saat dihubungi media ini, Senin (26/10/2020).

Dikatakanya, air PAM tidak mengalir ini karena pipanya ada yang pecah di Desa Taktoy .

"Kita berharap pihak terkait cepat melakukan perbaikan sebab masyarakat PUT sangat membutuhkan air pam tersebut ,"harapnya .

Kepala Desa Taba Tinggi, Diri Saraan melalui Seketaris Desa (Sekdes), Mustar SH membenarkan air PAM di desanya beberapa hari ini tidak mengalir, akibatnya warganya terpaksa mengambil air dari mata air yang ada di belakang desa untuk kebutuhan air minum .

"Ya, warga kita tiap pagi dan sore mengangkut air dari mata air yang ada di belakang desa untuk kebutuhan ait minum, namun kalau untuk mencuci dan mandi warga terpaksa ke aliran sungai kelingi,"ujar Mustar alias Tar .

Sementara itu, Leman (20)  warga Desa Taba Tinggi mengungkapkan dirinya tiap hari mengambil dan mengangkut air guna kebutuhan air minum. 

"Ya, sehari 3 kali mengangkut air, karena air PAM mati," katanya.


Hal senada juga di sampaikan Lastri (40) Ibu Rumah Tangga asal Kelurhan Pasar PUT dirinya terpaksa mencuci dan mengambil air di sungai kelingi yang jarak tempuhnya mencapai 2 Km sebab sudah seminggu ini air PAM tidak mengalir.

"Kalau untuk minum, ya kami harus membeli air galon tapi kalau untuk cuci piring kami harus mengangkut air kelingi menggunakan jerigen,"ujarny.

Terpisah Direktur PDAM Kabupaten Rejang Lebong ,Orin menyampaikan belum mengalirnya air PAM di Kecamatan PUT  saat ini karena pipa yang pecah itu belum di perbaiki.

"Untuk saat ini peralatannya belum ada sebab Stok alat  kami dan PDAM Lubuk Linggau  habis karen banyaknya titik kerusakan," ungkap Orin.


Dandim 0409/RL, Letkol  Kav Sigit Purwoko SE melalui Bati Tuud 409 -03 PUT Serma Romli,  benar air pam di Makoramil juga kering, saat ini pihak Makoramil terpaksa mengangkut air menggunakan mobil untuk persediaan air .

"Kita berharap pihak terkait cepat melakukan perbaikan sebab air itu sangat di butuhkan baik oleh masyarakat dan perkantoran yang ada di Kecamatan PUT," katanya.

Hal senada juga di sampikan Kapolsek PUT, Iptu Apion Sori dirinya juga membenarkan air PAM di Mapolsek juga mati. "Saya berharap pihak terkait harus cepat melakukan perbaikan, karena air sangat di butuhkan masyarakat ,"pungkasnya.

Laporan : Mansur

Editor     : Herbi.

Share:
Komentar

Berita Terkini