Aku, Sipembuka Jalan

Editor: Rizqy Zurriyati

Duhai gusti pangeran welas asih,

hampir tiap hari kulantunkan doaku,

mengurai magna hidup dan kehidupan : Nyatanya dihidupku

Kubahasakan sebisaku, bahkan seringkali tanpa tata krama meluncur seirama nafasku yang tersengal sengal dalam kepapaan ku tak berdaya didera seteru berbaju sama

Gemetar berdiriku sanggub tak sanggub tetap kutengadahkan muka, berharap mujizat milik MU hadir dilembar pengabdianku

Nyatanya : Hingga hari ini , kau mampukan kukayuh asa mengarungi samudra kepahitan penuh dan Cacian juga Hinaan 

Aku malu, sebab mulutku masih terlalu sering bersungut sungut menjalani sisa tugas pembuka jalan : Abdi masyarakat setia

Aku membangkang padahal jalan ini menyelamatkanku, aku memberontak padahal rancangan ini indah dari mu

Duhai Gusti Pangeran Welas Asih, kupegang teguh Sabda mu, tentang tugasku si pembuka jalan

"Apapun yang diperbuat Lucyfer terhadapmu, ku jadikan penggenapan atas janji KU, padamu"

mampukan aku tetap meyakini sabda itu, agar tak goyah keyakinanku.

Share:
Komentar

Berita Terkini