Bupati Mursil Giat Safari Magrib Di Masjid Nurhasanah Kampung Marlempang Kec. Bendahara

Editor: KORWIL ACEH

Aceh Tamiang - Barometer99.com
Pesan ini disampaikan oleh Bupati Aceh Tamiang, Mursil, SH, M.Kn, kepada para jamaah Masjid Nurhasanah Kampung Marlempang, Kecamatan Bendahara, Jumat, 06 November 2020, pada agenda Safari Maghrib.

Di hadapan seratusan warga dan rombongan yang hadir, Bupati Mursil kemudian mengilas balik beberapa keutamaan memakmurkan Masjid.

"Terutama bagi kita para lelaki, mendirikan shalat wajib di masjid menjadi sunnah muakkadah," lugasnya.

Pada kesempatan yang sama, Bupati memaparkan alasan kenapa ia menandatangani instruksi larangan berkerumun bagi warga Aceh Tamiang.

"Kita kemarin termasuk dalam zona merah, jadi protokol penanganan Covid-19 mengatur pembatasan aktivitas sosial kemasyarakatan secara tegas dan ketat, sehingga Pemkab keluarkan aturan tersebut," terangnya lagi.


Menyikapi maraknya seruan boikot produk Prancis akibat ujaran bernada rasis dan menghina yang dikeluarkan oleh Presiden Prancis, Emmanuel Macron, Bupati kemudian turut mengajak warga untuk mengikuti seruan tersebut. Ia meminta masyarakat mencari substitusi produk-produk Prancis yang selama ini beredar dan dikonsumsi oleh masyarakat dengan produk-produk pengganti atau alternatif lainnya.

Menurutnya, ini merupakan satu wujud kecintaan kita kepada Nabi Muhammad SAW, yang bulan kelahirannya tengah kita peringati bersama.

Sementara itu, penceramah Tgk. Razali Yusuf mengajak para jamaah untuk memuhasabahi diri. Tgk. Razali mengingatkan jamaah untuk bijak mengendalikan lidah dan menjaga hati.

Dalam ceramahnya, ia menyampaikan kisah seorang ulama, Hasan Al-Bashri yang memberikan lidah dan hati kambing kepada orang yang meminta bagian terbaik dari kambing yang ketika itu disembelihnya.

Kepada para pengguna media sosial, Tgk. Razali Yusuf menghimbau supaya semuanya cerdas menggunakan jari.

"Ketika kita menghina, menghujat, dan mencaci orang lain, termasuk pemimpin kita, di media sosial, apakah pernah terpikir bahwa itu satu perbuatan yang tercela dan bisa menimbulkan dosa? Terpikirkah oleh kita bagaimana meminta maaf sekiranya orang yang kita hujat tersebut sudah tiada? Apakah ia mau memaafkan kita? " tanyanya kepada jamaah.

Karenanya lah ia memberikan nasihat supaya semua yang berhadir senantiasa memusabahi diri, supaya terhindar dari perbuatan yang tercela serta menimbulkan dosa.


Di akhir kegiatan, Bupati Mursil menyerahkan bantuan kepada pengurus BKM berupa sejumlah lampu emergency dan satu unit vacuum cleaner. Ia berharap supaya kedua jenis benda yang diberikannya tersebut dapat bermanfaat dan membantu kemakmuran masjid setempat.

Laporan : Kaperwil Aceh
Editor     : Korwil Aceh
Share:
Komentar

Berita Terkini