Diduga Salah Tafsir Ayat, Ust Innayahtullah Diminta Segera Klarifikasi

0 Comments


Barometer99-MURATARA - Gerakan pemuda Muratara (GPM), meminta Ustad Innayatullah segera klarifikasi dan meluruskan bacaan Ayat yang beliau ucapkan pada saat debat Pilkada kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) beberapa waktu yang lalu.

Homsin Danlap GPM, Menyampaikan kepada wartawan, senin (30/11/2020), mengenai ucapan yang di sampaikan oleh salah satu kandidat pada saat debat kandidat yang ke-2 yang di selenggarakan oleh KPU. 

Dalam debat tersebut ada salah kutipan ayat suci al'quran yang disampaikan oleh salah satu kandidat wakil bupati yang sering di sapa sehari-hari ustad Innayatulla, yang pada saat itu mengutip ayat QS.

"Surah al Maidah : 32 yakni berbunyi waman ahyaha fakaannama ahya annaasa jameeAAan. Barang siapa memelihara kehidupan seorang manusia, maka seakan-akan dia telah memelihara kehidupan semua manusia," ucapnya.

"Sedangkan yang di bacakan oleh uztad H. Innayahtullah, Fayannasa faahyaha fakaannama sajami'a. Apabila kamu menghidupkan satu orang maka sama saja dengan menghidupkan semuanya," jelas Ikhsin.

Homsin menilai, ini sangat berbeda dengan ayat yang ada dalam kitab suci Alquran QS. Surah almaidah :32. Maka dari itu pihaknya meminta uztad H. Innayahtullah untuk mengklarifikasi dan meluruskan bacaan ayat yang beliau ucapkan atau mungkin surah yang beliau ucapkan berada dalam surah lain.

"Dalam bentuk vidio kami tunggu itikad baik dalam tenggang waktu sampai tgl 1 desember 2020 jam 08:00 wib, jika tidak maka persoalan ini akan kami tindak lanjuti untuk aksi dan kami bawah keranah hukum," ungkapnya.

Homsin menegaskan persoalan ini sudah jelas menimbulkan penafsiran yang berbeda di tengah-tengah masyarakat, khususnya umat muslim dan melanggar Pasal 156 a KUHP.

"Karna menurut hemat dalam membaca Al Qur'an salah satu huruf saja dalam membaca maka bisa merubah arti dan makna," tegasnya.
(Zam zami)

Admin

Some say he’s half man half fish, others say he’s more of a seventy/thirty split. Either way he’s a fishy bastard.

0 Comments: