Kontemplasi di Dermaga, Youtefaku, Hidupku

0 Comments


Barometer99.com, PAPUA - Dermaga ini menjadi salah satu penghubung penting bagi masyarakat Kampung Tobati dan Enggros dengan dunia luar. Pantai ini juga menjadi tempat para pengunjung menaiki speedboat untuk mengelilingi Taman Wisata Alam (TWA) Teluk Youtefa, Papua.

Pada foto ini tampak sisa dermaga lama. Sekarang telah berdiri dermaga yang lebih besar dan kokoh di sebelah kirinya. Meski begitu, sepenggal sisa dermaga ini masih biasa difungsikan oleh masyarakat setempat. 

Hampir sepanjang hari dermaga ini sangat sibuk, namun ketenangan total akan kita temui ketika pagi. Air yang hening dan jernih memantulkan secara utuh semua objek di permukaannya. 


Sementara hutan bakau yang lebat menjadi habitat nyaman bagi berbagai jenis satwa. Burung-burung berkicauan saling meningkah, dan pagi di sini terasa sempurna. 

Dalam satu cerita mitologi yang dituturkan tokoh adat, Lodewijk Hamadi, masyarakat Teluk Youtefa telah akrab dengan perairan dan segala sumber dayanya sejak zaman mereka belum mengenal api. Hingga era milenial mereka tetap mempertahankan cara tradisional dalam memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. 

Bila mengunjungi TWA Teluk Youtefa, kita dapat menyaksikan aktivitas masyarakat adat setempat di blok tradisional dengan perahu-perahu mereka, dan akan merasakan betapa tradisi itu sangat berharga. 

Laporan : Yuli L/Rilis

Editor     : Herbi.

Barometer99

Some say he’s half man half fish, others say he’s more of a seventy/thirty split. Either way he’s a fishy bastard.

0 Comments: