Sayap Besi Nusantara

Editor: Rizqy Zurriyati

Indonesia sebagai negara Kepulauan dengan rentang wilayah yg terletak dipersimpangan strategis antar benua memang seyogyanya memiliki Sayap Sayap Besi yg MUMPUNI guna Menjaga Kedaulatan Udaranya, Mampu setiap waktu menempatkan Satuan Patroli Udara DIANGKASA bukannya Ndekem dibawah Hanggar semata.

Selama ini Diakui atau Tidak diakui, Tugas Patroli Udara tsb Diemban oleh Sayap Sayap Besi produksi negara Barat, mulai dari Skyhawk, Tiger II, Hawk Family hingga kini Falcon. Tugas mengawal Angkasa Negeri bukanlah TUGAS YG MUDAH, Dibutuhkan pesawat operasional dgn jumlah yg cukup, penekanannya disini adalah PESAWAT OPERASIONAL, Bukan nya Pesawat yg kondisinya tdk layak terbang, utk mengejar hal tsb dibutuhkan kemampuan Maintanance yg Mandiri, dan hal ini CUKUP JELAS bagi kita bahwa Pesawat2 Barat jauh meninggalkan Pesawat2 lansiran Timur.

Sejak Tahun 50an kita punya pengalaman kurang mengenakkan dengan Pesawat2 blok timur, hampir semua, kl mau kasar ya boleh dikatakan SEMUA PESAWAT BLOK TIMUR, Tidak pernah punya Service life yg panjang di TNI-AU, Kesulitan dalam proses maintanance dan pendek nya umur terbang pesawat menjadi kendala utama.

Melihat hal tsb, adalah sesuatu yg naif bila saat ini dimana kita sebagai Negara dgn posisi yg sangat menguntungkan dalam hal konflik LCS tidak mampu utk menggunakan keadaan guna menambah kekuatan Sayap sayap Besi TNI-AU,

terdengar khabar tawaran F-16 Block 72 Viper ditelinga, dan sayangnya terdengar pula khabar miring bahwa ada pihak2 yg memandang sebelah mata tawaran tsb, hal ini kog seperti orang miskin belagak kaya...sombong tanpa bisa menghitung seberapa perlu kita thd hal yg ditawarkan tsb.

Dengan jumlah populasi 33 Unit dalam arsenal TNI-AU, Falcon mau tidak mau memang menjadi tulang punggung utama operasi menjaga Angkasa Nusantara, dengan kemampuan maitenance Mandiri yg bisa dilakukan Depohar TNI-AU utk jenis pesawat ini, maka sudah selayaknya kita tidak memandang sebelah mata thd tawaran yg ada.


Fakta yg ada adalah :

1. NKRI butuh SAYAP2 BESI utk Patroli di Angkasa Nusantara...kita perlu meningkatkan Presence kita diwilayah2 Rawan konflik spt ZEE Natuna Utara, Tapal Batas Selatan dgn Australia, Tapal batas Timur dengan Papua Nugini maupun Tapal batas Barat & Utara dgn Singapore & Malaysia.

2. Kemampuan Maintanance yg sdh dikuasai dan bisa dikerjakan secara mandiri oleh personel TNI-AU MAMPU menjaga Tingkat Operasional yg Tinggi utk jenis pesawat ini.

3. Dengan adanya konflik LCS antara Tiongkok & US, menjadikan posisi tawar kita thd US jauh lebih baik daripada kondisi normal, ini hendaknya digunakan utk meraih hal hal yg achievable bukan hanya tidur terbuai MIMPI.

Mudah2an para Pemimpin Negeri sadar dan lekas tanggap dlm melihat hal ini, jangan sampai kesempatan baik ini lewat begitu saja dan hilang hanya karena mereka asyik dengan MIMPI nya masing - masing..

Share:
Komentar

Berita Terkini