Soal Jodoh, Ilmu dan Prinsip Sangat Dibutuhkan

, , , 0 Comments

                                      Gambar Ilustrasi

Barometer99.com -- Sahabat pembaca kali ini redaksi menyajikan sebuah artikel tentang prinsip masalah penantian jodoh. Pada ketika usia seorang lajang mendekati umur 30 tahun atau bahkan lebih, sering muncul kegelisahan terkait jodoh. Apalagi hal itu menjadi pertanyaan keluarga dan masyarakat sekitar kerap menjadi tekanan tersendiri.


Maka dibutuhkan sebuah prinsip yang merupakan roh dari sebuah perkembangan ataupun perubahan, dan merupakan akumulasi dari pengalaman ataupun pemaknaan oleh sebuah objek atau subjek tertentu.


Oleh sebab itu prinsip adalah suatu pernyataan fundamental atau kebenaran umum maupun individual yang dijadikan oleh seseorang sebagai sebuah pedoman untuk berpikir atau bertindak dengan baik.


Sebagi contoh pada beberapa kalangan jomblo, bahkan mereka merasa dibully disaat ada yang bertanya tentang pernikahan. Padahal sebenarnya pertanyaan itu termasuk basa-basi atau bahkan sopan santun untuk menyapa pada umumnya masyarakat Indonesia. 


Terlebih lagi ketika pernah mengalami peristiwa ditolak oleh seseorang yang diharapkan menjadi pasangan hidupnya. Namun sejatinya pertanyaan itu  kalau kita renungkan secara baik-baik tidak ada maksud untuk mem-bully sama sekali.


Seorang lelaki salih pernah bercerita, bahwa dirinya pernah beberapa kali ditolak pinangannya oleh pihak akhwat, dan contoh kedua ada akhwat yang kecewa karena lelaki salih yang diharapkan datang untuk  meminangnya, ternyata menikah dengan akhwat yang lainnya. Kejadian pernah ditolak, kadang membuat perasaan tidak nyaman, bahkan terkadang menjadikan rasa tidak percaya diri.


Contoh yang lainnya ketika tidak pernah ada yang datang seseorang bisa merasa tidak normal atau tidak wajar. Kerap sekali terpikir apa yang salah pada diriku, sehingga semua orang menjauhi aku? Apa dosaku, sehingga sampai saat ini jodohku tak kunjung datang? Apa kekuranganku, sehingga tak ada yang tertarik dengan aku?. Pertanyaan dalam hati seperti ini kerap mengganggu dan membuat tidak tenang.


Lalu prinsip apa yang harus dilakukan di masa penantian jodoh jika terjadi sepeti ini. Maka Inilah perlunya fikih penantian yang membahas bagaimana sikap terbaik tatkala tengah menanti takdir dari Allah berupa jodoh.


Fikih artinya adalah ilmu atau pemahaman. Orang yang berilmu atau memahami sesuatu disebut sebagai faqih. Fikih Penantian berati ilmu tentang menanti datangnya jodoh, yaitu bagaimana lelaki atau perempuan lajang harus bersikap dan mempunyai prinsip di saat mereka tengah berada dalam masa penantian jodoh. 


Apa yang semestinya dilakukan dan apa yang tidak boleh dilakukan oleh para lajang selama masa penantian. Ini sedikit cakupan pembahasan dalam prinsip ilmu Fikih. Paling tidak, ada enam sikap yang sepatutnya dimiliki para lajang laki-laki dan perempuan di masa menanti datangnya jodoh idaman hati, sebagai berikut:


*Ridha Terhadap Ketentuan Allah


*Menanti itu Bukan Pasif, Pesimis dan Apatis


*Selalu Produktif di Masa Penantian


*Selalu Yakin dan Optimis


*Memperbaiki Persiapan Diri dan

Menjaga Kebaikan Diri


*Memperluas Pergaulan dengan kerabat yaitu Orang Salih dan Salihah



Maka dari itu memintalah Ridha Terhadap Ketetapan Allah, jodoh adalah bagian dari ketetapan Allah. 


Syaikh Utsaimin rahimahullah menjelaskan, "Sebagaimana rejeki telah tercatat dan ditakdirkan dengan sebab-sebabnya, demikian pula jodoh. Ia telah tercatat dan ditakdirkan dengan sebab-sebabnya. Setiap orang telah tercatat pasangan hidupnya, telah ditentukan dengan siapa dia akan menikah. Tidaklah tersembunyi bagi Allah 'Azza wa Jalla sesuatu pun yang ada di bumi dan yang ada di langit".


Terkadang, seseorang berharap dirinya segera bertemu jodoh, sesuai dengan kriteria yang diinginkannya. Ia meminta kepada Allah penyegeraan waktu, dan ketepatan kriteria sesuai daftar keinginannya. Padahal Allah yang Maha Mengetahui, kapan waktu yang tepat dan mana jodoh yang tepat. Sebagimana Allah telah berfirman: 


وَمِنْ آيَاتِهِ أَنْ خَلَقَ لَكُمْ مِنْ أَنْفُسِكُمْ أَزْوَاجًا لِتَسْكُنُوا إِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُمْ مَوَدَّةً وَرَحْمَةً إِنَّ فِي ذَلِكَ لَآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ


“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir.”(QS. Ar-Ruum:21)


Artikel ini dirangkum dari berbagai sumber, yang hanya untuk memotivasi kaum lajang tetap optimis dan lakukan hal yang terbaik.


Penulis : Nopri

Admin

Some say he’s half man half fish, others say he’s more of a seventy/thirty split. Either way he’s a fishy bastard.

0 Comments: