Ferza, Sang Bayi Lahir Tanpa Tempurung Batok Kepala Meninggal Dunia, Polsek PUT Berikan Sembako

0 Comments

Barometer99 - Rejang Lebong

Masih ingat bayi yang berjenis kelamin laki laki yang  terlahir tampa batok tempurung kepala anak warga Desa Taba Tinggi Kecamatan Padang Ulak Tanding (PUT) meninggal dunia. Ferzaa Faula yang lahir 3 Nopember 2020 yang lalu ,anak pertama dari Reza (20) warga Desa Taba Tinggi Kecamatan Padang Ulak Tanding (PUT) Kabupaten Rejang Lebong Propinsi Bengkulu ini meninggal dunia setelah mendapatkan perawatan di Rumah Sakit di Kota Lubuklinggau.

Bayi yang lahir dengan bobot 4,1 Kg  dalam keadaan sehat ini lahir secara normal namun tampa batok tempurung kepala bagian atas segingga otak kepala bagian atasnya kelihatan .

Ferza Faula ini setelah lahir sempat juga mendapatkan penanganan medis di Rumah Sakit Kabupaten Rejang Lebong dan karena tidak ada alat untuk batok tempurung untuk kepala bayi ini di bawa pulang kembali ke rumahnya di Desa Taba Tinggi sebelum di rujuk kebali oleh pihak kelurga ke Rumah Sakit di Kota Lubuklinggau.

Bayi laki laki sebelum meninggal dunia fi Rumah Sakit sudah berumur satu bulan Lebih dari 3 Nopember 2020 hingga menghembuskan napas terakhirnya  18 Desember 2020 sekitar pukul 01.01 wib tengah malam di Rumah Sakit Kota Lubuklinggau.

Amil (50) nenek dari Ferza saat di temui media ini, Jumat 18/12 2020 mengatakan sebelum meninggal dunia rencananya cucunya ini akan di bawa atau di rujuk ke salah satu Rumah Sakit yang ada di Kota Palembang Sumatra Selatan .

"Ya renananya ferza Faula ini akan di bawa ke Palembang dan saat ini pihak Rumah Sakit lagi mengurus kamar untuk pemgobatan tapi Tuhan berkendak lain dan cucu kami tidur untuk selamanya namun kami sekelurga iklas dengan kepergian cucu kami," ungkap Amil.

"Kami sekelurga besar mengucapkan banyak terima kasih kepada pihak Kecakatan PUT, Baznas Rejang Lebong, Dinas Sosial dan semua pihak yang telah membantu kami dari perawatan hingga bantuan bahan pokok, "kata Amil.

Ini tadi ,ada bantuan bahan pokok.berupa beras sebanyak tiga karung  dari Polsek PUT, "kami ucapkan banyak terima kasih atas bantuan dan kepedulian pihak Polsek PUT. 

Sementara itu, Kapolres Rejang Lebong AKBP Puji Prayitno Sik MH melalui Kapolsek PUT Iptu Apion Sori SH menjelaskan bantuan sembako ini sebagai bentuk kepedulian dari Polsek PUT (Padang Ulak Tanding) Polres Rejang Lebong Polda Bengkulu, sebagai bentuk kepedulian pihak Polsek PUT bagi masyarakat yang lagi mendapat musibah.

"Ini bentuk kepedulian kita dari pihak Polsek PUT semoga bantuan sembako ini bermanfaat untuk kelurga yang lagi mendapat musibah," ujar Kapolsek PUT.

Ditambahkan Apion, selain masyarakat yang lagi mendapat musibah kita juga memberikan sembako berupa beras ke masyakat yang tidak mampu, seperti pakir miskin, lansia  dan anak yatim piatu di Wilayah hukum Posek PUT," pungkasnya. (Mansur Gonrong)

Some say he’s half man half fish, others say he’s more of a seventy/thirty split. Either way he’s a fishy bastard.

0 Comments: