H.Mahmud Sangiang : Perspektif Politik Kabupaten Bima, Tumpuan Dan Harapan Di Masa Depan.

0 Comments

.
Barometer99- Bima 
Menyikapi perhelatan akbar berupa Pilkada Kabupaten Bima beberapa saat yang lalu,kini masyarakat kabupaten Bima telah menyikapi dan memaknai terkait hasil pilkada tersebut.Hal itu terungkap ketika
Salah satu tokoh masyarakat di Desa Sangiang Kecamatan Wera Kabupaten Bima Nusa tenggara Barat merupakan Ketua Tim sukses dari calon Bupati Bima nomor urut 3. Dia adalah H.Mahmud , penduduk asli Desa Sangiang Kecamatan Wera Kabupaten Bima Nusa Tenggara Barat (13/12/2020).
H.Mahmud merupakan tokoh politik yang baru muncul di desa Sangiang kecamatan wera kabupaten Bima Nusa tenggara Barat.

Seperti disampaikan H.Mahmud dalam perbincangannya bersama awak media, beliau menyampaikan " politik Indonesia adalah negara demokrasi konstitusional. setelah jatuhnya rezim orde baru yang otoriter pada tahun 1998 berbagai perubahan konstitusional telah dilakukan an-nu'man lemahkan kekuasaan cabang-cabang eksekutif. dengan demikian membuat sebuah sistem kediktatoran baru hampir mustahil ", ujarnya.

Ditambahkan H.Mahmut " Kabupaten Bima Nusa Tenggara Barat saat ini ditandai oleh kedaulatan rakyat termanifestasi dalam pemilihan Bupati Kabupaten Bima Nusa Tenggara Barat setiap 5 tahun. Sejak berakhirnya orde baru yang kemudian Kabupaten Bima dipimpin Bupati Bima Hj. Indah Damayanti Putri bersama Drs.Dahlan M.Noer dimulainya periode reformasi", jelasnya.

H.Mahmud juga menyerukan " setiap Pemilukada di Kabupaten Bima Nusa tenggara Barat dianggap bebas dan adil. Namun Bima belum bebas dari korupsi kolusi dan nepotisme maupun (politik uang), dimana orang bisa membeli kekuasaan atau posisi politik", pungkasnya.

Kemudian H.Mahmud menerangkan "segmen miskin dari masyarakat Bima 'didorong' untuk memilih calon Bupati Kabupaten Bima Nusa Tenggara Barat (tertentu) pada hari pemilihan dengan menerima uang kecil di dekat kotak suara", keluhnya.

Selain menjelaskan H. Mahmud juga berpendapat " Strategi seperti ini masih tetap dilakukan bahkan digunakan oleh semua pihak politik yang terlibat , terutama terhadap kepentingan politik tertentu.

"Kami menganggap soal tersebut bagian dari proses kabupaten Bima untuk berkembang menjadi demokrasi 'penuh'' saat ini - berdasarkan indeks demokrasi yang dirilis Economist Intelligence Unit -masih dianggap sebagai demokrasi 'cacat'. Perlu ditekankan bahwa kabupaten Bima merupakan kan demokrasi yang mudah dan karena itu wajar kalau kadang-kadang mengalami sakit tumbuh", ucapnya.

Kondisi politik di Kabupaten Bima Nusa Tenggara Barat itu pasti penting sekali untuk mereka yang berencana berinvestasi di kabupaten Bima Nusa Tenggara Barat atau mereka yang mau menjadi terlibat dalam hubungan bisnis di Kabupaten Bima saat ini Serta ikhtisar bab bab penting dalam sejarah politik di Bima ini.

Ikhtisar Struktur Politik di Kabupaten Bima NTB

bagian ini membahas struktur sistem politik di kabupaten Bima saat ini. termasuk peran agama , dalam pengambilan kebijakan politik dan keterangan pemisahan kekuasaan (Trias Politica) yaitu Kekuasaan Dksekutif, Legislatif dan Yudikatif tersedia dalam bagian ini.(kabinet kerja 2014- sekarang) di bawah kepemimpinan Hj. Indah Damayanti Putri sedang memerintah kabupaten Bima (sampai dengan tahun 2020).

Masa Prakolonial Kabupaten Bima Nusa Tenggara Barat

Sumber-sumber menunjukkan bahwa Nusantara berisikan berbagai Entitas Politik sejak awal sejarah.
entitas ini berevolusi dari pusat politik di sekitar perorangan dimana pemimpinnya diwujudkan dalam diri seseorang yang mempunyai keterampilan tertentu itu kharisma dan juga menyatakan diri sebagai seorang yang mirip Tuhan dan mempunyai kekuatan supernatural serta didukung oleh tentara dan rakyat yang membayar upeti kepada raja.

Masa Penjajahan di Kabupaten Bima Nusa Tenggara Barat

Kedatangan bangsa Eropa yang tertarik dengan potensititik balik utama dalam sejarah kepulauan.
Memiliki teknologi yang lebih canggih dan persenjataan baru di tangan, orang Portugis dan khususnya orang Belanda berhasil menjadi pemegang kekuatan ekonomi dan politik yang mampu berpengaruh serta mampu mendominasi kepulauan ini juga mulai menciptakan kerangka politik dan batas-batas baru.

Mengenai Masa Penjajahan Kabupaten Bima orde lama

H. Sultan Abdul Kadir Bupati Kabupaten Bima Pertama adalah ikon perjuangan nasional yang melawan para penjajah. akan tetapi setelah kemerdekaan dicapai ia memiliki tugas berat untuk memimpin sebuah kabupaten Bima NTB baru yang masih memiliki trauma dari masa lalu dan konflik kekuatan politik sosial yang muncul di masa kemerdekaan.

ternyata politisi generasi muda yang tidak punya pengalaman sebelumnya ini kesulitan membimbing daerahnya.
Keadaan itu memuncak dalam kekacauan pada pertengahan tahun 1950. 
Diakhir dialognya dengan awak media, H.Mahmud menyampaikan sikap dan pandangan politiknya terkait dinamika yang tengah berkembang di masyarakat kabupaten Bima.
"Selamat datang Perspektif Politik Bima, sebagai tumpuan dan harapan politik dimasa depan sehingga diharapkan dapat membawa Kabupaten Bima sesuai dengan yang telah diamanatkan hasil konstelasi politik pilkada kabupaten Bima" Tegasnya seraya mengakhiri dialognya dengan awak media.
(WLT/MRS)

Admin

Some say he’s half man half fish, others say he’s more of a seventy/thirty split. Either way he’s a fishy bastard.

0 Comments: