MARILAH KEMBALI KE NARASI DAN AGENDA BESAR BANGSA INI

0 Comments


Barometer99- Rijik sudah menyerahkan diri ke Polda Metro Jaya karena takut ditangkap polisi. Tapi 6 laskar sudah telanjur jadi korban karena dia terus berusaha lari dari hukum.
Rijik tidak sepenuhnya salah. Dia berani memprovokasi dan melakukan berbagai aksi dan tindakan melawan hukum karena selama ini aparat dan negara tidak berani tegas terhadapnya. Tapi sudahlah, yang penting sekarang hukum sudah mulai ditegakkan.

Kita masih akan menunggu dan melihat apakah pasal yang diterapkan kepadanya hanyalah mengenai pelanggaran protokol kesehatan ataukah juga mengenai belasan kasus pelanggaran hukum lainnya di masa lalu. Jika hanya mengenai pelanggaran prokes maka menurut saya negara ini masih tetap tidak punya nyali.

Selama ini saya keras beropini di medsos karena melihat negara tidak hadir dalam berbagai aksi intoleransi dan aparat kalah sama preman. Saya cuma berharap bahwa hukum bisa tegak berlaku di negeri ini dan ada rasa keadilan di tengah masyarakat.

Saya harap setelah Rijik dipenjara dan ormasnya dibubarkan tidak ada lagi provokasi negatif dari kelompok yang selama ini mendukung mereka seperti PKS, HTI, MUI dkk serta ustadz, pengamat dan politisi lain yang selama ini hanya bikin gaduh saja di negeri ini.

Mari kita kembali ke narasi dan agenda besar NKRI untuk mencerdaskan kehidupan bangsa, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, memberantas korupsi, penegakan hukum, hak asasi, toleransi, pelestarian lingkungan hidup serta mewujudkan apapun upaya yang perlu untuk menciptakan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Benih radikalisme harus dibersihkan tuntas dari seluruh instansi baik swasta, BUMN maupun pemerintahan, lembaga pendidikan dari TK hingga universitas serta dari TNI, Polri, DPR / DPRD hingga institusi peradilan. Mari kita wujudkan Negara Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika sepenuhnya, bukan hanya berhenti di slogan saja.

Mari fokus hanya ke hal-hal positif saja untuk memajukan bangsa ini terutama untuk bisa selamat melewati masa pandemi ini. Kudeta merangkak untuk mengubah dasar negara menjadi negara agama hanya akan membuat bangsa terpecah belah dan mundur ke belakang. 

Dan bagi pihak-pihak yang selama ini mewacanakan dan mempropagandakan narasi serta agenda tersebut tunjukkanlah dulu bahwa kalian memang layak dipercaya, berakhlak mulia, bermanfaat bagi masyarakat serta bisa membawa kemajuan bagi bangsa serta masyarakat keseluruhan meskipun berbeda agama dengan kalian.

Jika hal itu terjadi sayapun dengan suka rela dan senang hati akan mendukung kalian kok. Bahkan mungkin saya akan ikut mempropagandakan bahwa Negara Agama lebih baik daripada Negara Pancasila. 

Tapi faktanya selama ini kelompok yang menyerukan hal demikian kan selalu berakhir dengan kehancuran di negaranya. Dan penyerunya disini juga bukanlah orang yang santun, berbudi pekerti luhur dan berakhlak mulia. Jadi hal ini perlu kita kritisi dan kita renungkan bersama.

Akhir kata semoga kali ini negara bisa bersikap tegas terhadap semua perusuh dan perongrong yang ingin menggerogoti bangsa ini baik secara ideologi, budaya, ekonomi maupun sosial politik. Mari kita bersatu membangun bangsa dengan menyingkirkan semua perbedaan di antara kita baik suku, ras, agama maupun golongan.
(RL/YL)

Admin

Some say he’s half man half fish, others say he’s more of a seventy/thirty split. Either way he’s a fishy bastard.

0 Comments: