Pandai dan Bijaksana

0 Comments

Barometer99-JAKARTA
Orang yang tidak rugi adalah orang pandai; sedang orang yang bersedia rugi adalah orang bijaksana.
Orang pandai tahu apa yang bisa dilakukannya;
sedang orang bijaksana paham akan apa yang tidak bisa dilakukannya.

Orang pandai dapat memanfaatkan kesempatan, tahu kapan saatnya harus mengambil; sedang orang bijaksana tahu kapan harus melepas. 

Sebab itu, mengambil adalah pandai; sedang melepas adalah bijaksana.

Orang pandai selalu menunjukkan bagian gemerlap dari dirinya; sedang orang bijaksana membuat orang lain menunjukkan bagian gemerlap dari diri orang itu sendiri.

Orang pandai banyak diliputi keresahan, tidak bisa tidur, karena orang pandai lebih sensitif; sedang orang bijaksana jauh dari keresahan, tidak terbelenggu oleh hal-hal duniawi, tidak gembira karena sesuatu yang menyenangkan yang berasal dari luar diri, tidak sedih karena kemalangan yang menimpa diri, sebab itu dapat makan dengan nyaman dan tidur dengan nyenyak. 

Maka itu, orang pandai banyak yang mati muda; sedang orang bijaksana banyak yang panjang usia.

Orang pandai berharap mengubah orang lain agar orang lain mematuhi kehendak mereka; sedang orang bijaksana bersikap alamiah tidak memaksakan kehendak. 

Sebab itu, hubungan sosial orang pandai berlangsung tegang; sedang hubungan sosial orang bijaksana lebih harmonis.

Pandai itu bergantung pada telinga dan mata, itulah yang disebut telinga pandai mata jernih; sedang bijaksana bergantung pada batin, itulah yang disebut bijaksana muncul dari batin.

Ilmu pengetahuan membuat orang menjadi pandai; sedang filsafat membuat orang menjadi bijaksana.

Pandai mendatangkan kekayaan dan kekuasaan; sedang bijaksana membawa kebahagiaan. 

Mencari pengetahuan cukup dengan kepandaian; ingin terbebas dari kebodohan batin harus melatih kebijaksanaan.

Jadi, anda ingin menjadi orang pandai atau bijaksana?

(DA)

Admin

Some say he’s half man half fish, others say he’s more of a seventy/thirty split. Either way he’s a fishy bastard.

0 Comments: