Paska Peningkatan Aktivitas Gunung Semeru, VMBG Petakan Zona Merah

0 Comments




Barometer99- Paska aktivitas gunung Semeru pada hari Selasa 01 Desember kemarin dengan keluarnya material vulkanik dari dalam kawah Jungring Saloko telah banyak menyebabkan kerugian materi yang dialami warga di Kawasan Rawan Bencana (KRB).
Kepala Bidang Kedaruratan Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD kabupaten Lumajang Jawa Timur Setiyawan mengatakan untuk rehabilitasi paska bencana yang perlu dilakukan cepat memetakan rumah penduduk yang ada di ring satu dari Daerah Aliran Sungai (DAS) gunung Semeru.

Nantinya akan di rapatkan tentang relokasinya. Bila mereka sudah di pindahkan ke tempat yang lebih aman maka akan mengurangi resiko bencana alam terjadi seperti 13 hari yang lalu.

Kata Setiyawan dalam penata ulang pemukiman warga akan turun petugas dari PVMBG agar benar-benar peta kerawanan bencana dapat meminimalisir adanya korban materi lebih-lebih korban jiwa, PVMBG sempat menyampaikan rilis soal peta bencana yang dibuat pada tahun 2000 dan penataan ulang sebagai pemutahiran data kebencanaan Semeru.

Penataan kembali pemukiman yang membahayakan", Kata Mahasiswa S2 Fisipol Universitas Jember (UNEJ), Minggu (13/12

Penguatan pemenataan ulang telah diambil sampel bebatuan untuk mengetahui jenis lava yang sampai ke pemukiman warga, sampel yang di ambail dari DAS gunung Semeru di sungai Curah Koboan di bawa ke labolatorium PVMBG di Bandung.

"PVMBG akan menata ulang kembali pemukiman warga agar lebih aman", ucap alumni SMP Katolik Lumajang.

Masih disampaikan Setiyawan masyarakat yang nantinya tempat tinggalnya berada di zona merah bahaya Semeru ada bersedia secepatnya melakukan relokasi, apa yang dilaksanakan pemerintah demi keselamatan jiwa masyarakat. 

Peningkatan kewaspadaan terhadap perobahan cuaca di KRB Semeru dapat dijadikan rujukan untuk lebih berhati-hati dan jika cuaca memburuk segera melakukan tindakan penyelamatan seperti ke titik kumpul yang sudah di jadikan pemenataan oleh pemerintah dalam hal ini BPBD.

Setiyawan akan koordinasi dengan pejabat di atasannya baik dengan Kalaksa BPBD maupun Sekertaris Daerah sebagai Ex Officio BPBD untuk membuat peta kembali jalur evakuasi dan pendukung kesiapsiagaan agar lebih mumpuni.
(Fendi/YL)

Admin

Some say he’s half man half fish, others say he’s more of a seventy/thirty split. Either way he’s a fishy bastard.

0 Comments: