Kajari Langsa Eksekusi Terpidana DS, Rekanan Pengadaan Genset RSUD TA. 2017 Ke Lapas IIB Langsa Kota

0 Comments

Terpidana DS Ketika Akan Di Giring Ke Lapas IIB Langsa Kota, Rabu, 17 Februari 2021.
(Barometer99.com - Aceh)

Barometer99.com - Kota Langsa
Sebelumnya diberitakan, Empat tersangka terpidana korupsi pengadaan genset di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Langsa divonis bebas oleh Pengadilan Negeri Tipikor Banda Aceh ke -empat terdakwa itupun langsung sujud sukur dilantai ruang sidang, 14 Desember 2020 lalu.

Putusan vonis Mahkamah Agung tersebut dibacakan oleh Hakim Prof. Dr. Krisna Harahap SH,MH menyatakan 3 orang terdakwa AP, S dan DI pada sidang Mahkamah Agung yang di putus pada Rabu, 14 September 2020 Dan Surat putusan tersebut diterima Kajari Langsa Sekitar Akhir Oktober Lalu.

Mahkamah Agung memutuskan ke tiga nya bersalah masing-masing 1 tahun 6 bulan penjara.

Majelis Hakim dalam putusannya menyatakan ke - tiga terdakwa terbukti bersalah melakukan tindak pidana korupsi pada proyek pengadaan genset 500 KVA plus instalasi dengan nilai kontrak Rp 1,7 Miliar, bersumber dari Dana Insentif Daerah (DID) Kota Langsa tahun 2016 dan ketika ke - Tiga terdakwa Dijebloskan ke dalam Hotel Prodeo, terdapat satu terdakwa lainnya DS Bin NS (42) sa'at itu belum ada putusan dari Mahkamah Agung RI.

Tepat pada Kamis, 12 Februari 2021, Kejaksaan Negeri Langsa Kembali menerima Petikan Putusan Pasal 226 juncto Pasal 257 KUHAP.
Adapun Petikan Putusan sebagai berikut, 
Memeriksa Perkara Tindak Pidana Korupsi pada tingkat Kasasi yang di mohonkan oleh penuntut umum pada kejaksaan Negeri Langsa telah memutus perkara terdakwa, DS Bin NS (44) Kelahiran Medan, 26 Desember 1976, Dengan alamat di Komplek Griya Marelan Blok R No. 27 Lingkungan 34, Desa Rengas Pulau, Kecamatan Medan Marelan, dan terdakwa hingga saat ini menjabat Direktur CV. Indodaya Bio Mandiri.

Terdakwa. tersebut berada dalam Rumah Tahanan Negara (Rutan) Sejak 29 Oktober 2019 hingga 19 Februari 2020.
Maka Mahkamah Agung tersebut, Membacakan Putusan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Banda Aceh dengan No. 73/Pid Sus - TPK/2019/PN Banda Aceh tertanggal 20 Februari 2020.

Membaca Akta Permohonan Kasasi yang diajukan oleh Penuntut umum pada kejaksaan Negeri Langsa, sebagai pemohon kasasi yang diterima di Kepaniteraan Pengadilan Tindak pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Banda Aceh Pada 13 Maret 2020.

Demikianlah diputuskan dalam rapat musyawarah Majelis Hakim, Kamis, 10 Desember 2020 oleh Dr. H. Suhadi, SH. MH. Hakim Agung yang di tetapkan oleh Ketua Mahkamah Agung Sebagai Ketua Majelis, H. Syamsul Rakan Chaniago, SH. MH. dan Dr. Agus Yunianto, SH, MH. Hakim - Hakim Box Tindak Pidana Korupsi pada Mahkamah Agung sebagai Hakim - Hakim Anggota serta Misnawaty SH. MH. Panitera Pengganti dengan tidak dihadiri oleh Penuntut Umum dan Terdakwa.


Sementara Kajari Langsa, Ikhwan Nul Hakim SH, kepada Barometer99.com mengatakan, Sehubungan dengan tindak pidana Korupsi pengadaan Genset di RSUD Kota Langsa Tahun Anggaran 2017 dan bahwa terdapat 4 (Empat) orang terpidana yakni AP (50), DI (39) dan Sutrisno (42), Sementara DS (44) Kami terima putusan relasnya pada 12 Februari 2021, Ujarnya.

"Sehingga hari ini Rabu, 17 Februari 2021 kami lakukan eksekusi terhadap DS dan lantaran terpidana berada di medan maka kami lakukan penjemputan terpidana di Medan Sumatera Utara sebelumnya kami berkoordinasi dengan Kejaksaan Negeri Kota Medan serta di back up oleh satuan Reserse Polres Langsa, Imbuh Kajari.

Lanjutnya menjelaskan, Berdasarkan hasil Koordinasi dan komunikasi yang baik antara Aparat penegak hukum kejaksaan Kota Langsa dan Kejaksaan Kota Medan, Maka terhadap terpidana dapat ditemukan dan segera kita giring ke Kota Langsa, terpidana kita temukan sekira pukul : 15.12 wib, sebut Kajari.

Allhamdulillah, Terpidana sekira pukul : 19.30 wib langsung kita serahkan ke Lapas IIB Langsa Kota yang mana nantinya akan segera kita buatkan berita acaranya dan terhadap terpidana berdasarkan keputusan Mahkamah Agung nomor : 2513 tahun 2020 dan terhadap terpidana telah dinyatakan bersalah dan terbukti melakukan Korupsi secara bersama - sama, maka terpidana dijatuhi hukuman 4 (empat) Tahun serta denda sebesar 200 Juta rupiah dan apabila denda tersebut tidak di bayar maka terpidana harus menggantinya dengan hukuman kurungan 6 (enam) tahun penjara, jelas Ikhwan Nul Hakim.

Kemudian terhadap terpidana juga dibebankan uang pengganti sebesar 269 juta rupiah dan apabila terpidana tidak dapat mengganti dalam waktu satu bulan putusan di nyatakan inkrah, maka Jaksa dapat menyita harta - harta milik terpidana yang mana bertujuan untuk memenuhi uang pengganti tersebut dan apabila harta - harta terpidana tidak ada, maka terpidana akan menggantikannya dengan menjalani hukuman penjara selama setahun dan Allhamdulillah terpidana sudah kita masukkan ke Lapas IIB Langsa Kota, Tandasnya.(JBI)

Some say he’s half man half fish, others say he’s more of a seventy/thirty split. Either way he’s a fishy bastard.

0 Comments: