Kanwil Bea Cukai Aceh Musnahkan Puluhan Ekor Ayam Seludupan

0 Comments

Sebanyak 89 Kotak Berisi Hewan Yang Akan Dimusnahkan Di Stasiun Karantina Pertanian Kelas I, Blang Bintang, Aceh Besar, Provinsi Aceh, Selasa, 09 Februari 2021.
(Barometer99.com - Aceh)

Barometer99.com - Banda Aceh
Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea Cukai Aceh bersama Stasiun Pertanian Kelas I Banda Aceh memusnahkan puluhan ekor ayam selundupan dengan nilai mencapai Rp. 2 miliar.

Pemusnahan puluhan ekor ayam yang diduga dari negara Gajah Putih (Thailand) tersebut dilakukan di IKP Stasiun Karantina Pertanian Kelas I Banda Aceh di Blang Bintang, Aceh Besar, Provinsi Aceh, Selasa, 09 Februari 2021.

Pemusnahan puluhan ekor ayam yang diduga asal Thailand tersebut dilaksanakan dengan cara menyuntik mati dan langsung dibakar. Ayam-ayam dengan harga berkisar Rp. 20 juta hingga Rp. 50 juta tersebut dimusnahkan lantaran berdasarkan hasil pemeriksaan yang sebelum telah di lakukan, "Positif Terjangkit Virus Flu Burung"

Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea Cukai Aceh, Safuadi mengatakan, Ayam yang diduga asal Negara Gajah Putih (Thailand) yang dimusnahkan tersebut sebanyak 89 ekor hewan, Puluhan ekor ayam tersebut hasil penindakan penyelundupan di perairan ujung Kabupaten Aceh Tamiang.

"Puluhan ekor ayam yang diduga asal negara Thailand tersebut dibawa oleh kapal tanpa nama dan dari hasil penindakan tersebut turut diamankan tiga orang tersangka, seorang di antara residivis, pernah melakukan perbuatan serupa. Ketiga tersangka ditahan penyidik Bea Cukai," Ungkap Safuadi.

Kakanwil Juga Memaparkan, pemusnahan puluhan ekor ayam tersebut untuk menyelamatkan ancaman kesehatan masyarakat, Sebab, ayam-ayam selundupan tersebut Positif terjangkit virus flu burung yang bisa menular kepada manusia.

"Kalau ayam-ayam ini tidak dimusnahkan, bahayanya untuk kesehatan manusia, Jika menular, biaya penanganannya lebih mahal,Oleh karena itu, Sudah menjadi tugas Bea Cukai sebagai Protektor," Imbuhnya.

Pemusnahan ini juga nantinya dapat menjadi edukasi kepada masyarakat untuk tidak memelihara binatang yang tidak terjangkit penyakit, Apalagi binatang tersebut berasal dari luar negeri tanpa melalui pemeriksaan kantor karantina, kata Safuadi.

Lanjut Safuadi, Selain puluhan ekor ayam, juga ada tiga ekor kura-kura kuning. Kura-kura tersebut tidak dimusnahkan karena hasil pemeriksaan tidak membawa virus.

Nantinya, kura-kura tersebut diserahkan kepada lembaga khusus menangani satwa seperti BKSDA atau Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Syiah Kuala. Lantaran kura - kura tersebut bukan hewan asli Aceh, Kura-kura ini sifatnya invasif yang bisa merusak ekosistem di Aceh," ujar Safuadi.

Sementara itu, Kepala Stasiun Karantina Kelas I Banda Aceh, Ibrahim menegaskan, Puluhan ekor ayam yang diduga berasal dari Negara Thailand itu harus dimusnahkan karena terjangkit virus flu burung, Virus berbahaya ini juga nantinya dikhawatirkan bisa menular kepada manusia, Sebagai Bukti terdapat dua ayam yang tertular virus dan sudah di instalasi mati setelah tertular virus dari ayam tersebut," Tutur Ibrahim.(JBI)

Some say he’s half man half fish, others say he’s more of a seventy/thirty split. Either way he’s a fishy bastard.

0 Comments: