Kasus "OTT" 4 Mantan Lurah di Vonis Satu Tahun Penjara

0 Comments

Pagar Alam Barometer99.Com.
Akhirnya empat (4) mantan lurah yang terseret perkara Operasi Tangkap Tangan (OTT) dana Kelurahan tahun 2019 lalu  divonis majelis hakim Pengadilan Negeri Palembang.  
Keputusan majelis hakim yang menggelar sidang virtual, Selasa (9/2) sekira pukul 10.00 WIB tersebut menjatuhi hukuman lebih ringan kepada empat terdakwa dari tuntutan JPU yakni 1 tahun 3 (tiga) bulan penjara.

Seperti yang disampaikan Kajari Pagaralam, M Zuhri SH MH melalui Kasi Intelijen Kajari Pagar Alam Lurfi Fresly SH MH rabu 10/02 bahwa pihaknya membenarkan jika sidang putusan sudah digelar tadi siang (Selasa siang) secara virtual. Para terdakwanya, HR, HM, DA dan MA.

“Mereka divonis majelis hakim dengan putusan hukuman selama 1 tahun ditambah dengan denda Rp. 50 juta subsider 3 bulan. Selain itu, barang bukti tetap terlampir dalam berkas perkara, dengan biaya perkara Rp. 5 ribu,” ujar  Lutfi.

sambung lutfy  menyebutkan sebelumnya, pada sidang tuntutan sebelumnya para terdakwa keberatan atas tuntutan JPU, dan mengajukan pembelaan. Yang mana, lanjut Lutfi, oleh JPU dituntut dengan ancaman hukuman pidana kurungan 1 tahun dan 3 bulan penjara ditambah dengan denda Rp. 50 juta subsider 3 bulan kurungan. 

Sebagaimana dengan dakwaan pertama pasal 12 huruf a atau kedua pasal 11 Undang-undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo UU RI No 20 Tahun 2001 tentang Perubahan UU RI No 31 Tahun 1999 Jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHPidana.  

Sementara, pada sidang tersebut selaku JPU Dicky Dwi Putra SH dengan majelis hakim Abu Hanifah SH selaku Ketua didampingi anggota Suryadi S.sos SH MH, Junaida SH. Mendengarkan keputusan majelis, kata Lutfi para terdakwa menyatakan pikir-pikir dengan tenggat waktu 7 hari atas keputusan majelis. 

“Ya, mereka menyatakan pikir pikir atas putusan majelis,” ujar Lutfi yang sebelumnya mengaku keberetan atas keputusan majelis itu adalah hak mereka," ujar Lutfy.

Terpisah  Ketua  Lembaga swadaya masyarakat (LSM ) IPSW M.Helmi  memberikan dukungan penuh dan apresiasi kepada pihak Kajari atas kinerja dan semoga dengan kejadian ini bisa memberikan efek jera dan shok terapi bagi yang lain,"tutur Helmi.(Anggun/Beben)

Editor : fitra

Some say he’s half man half fish, others say he’s more of a seventy/thirty split. Either way he’s a fishy bastard.

0 Comments: