Keberadaan Mafia Tanah diIndonesia Sangat Meresahkan Masyarakat, Terutama Para Pemilik Tanah

0 Comments

Barometer99- Menurut data yang dimiliki Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), tercatat sebanyak 130 kasus mafia tanah yang telah diterima sejak tahun 2018 sampai dengan tahun 2021, yang terdiri dari sengketa dan konflik pertanahan. 

Hal itu disebutkan oleh Tenaga Ahli Menteri ATR/Kepala BPN Bidang Hukum dan Litigasi, Iing Sodikin Arifin dalam diskusi yang diselenggarakan Radio MNC Trijaya bertajuk 'Bongkar Jaringan Mafia Tanah' secara virtual, Sabtu (27/02/2021). 

Diskusi juga dihadiri Anggota Komisi II DPR RI M. Nasir Djamil, Anggota Ombudsman RI Dadan Suparjo, Sekjen Forum Korban Mafia Tanah Indonesia (FKMTI) Agus Muldya, dan Pakar Hukum Pertanahan dan Agraria Aartje Tehupeiory. 

Menurut Iing Sodikin Arifin, saat ini Kementerian ATR/BPN sudah membentuk Satuan Tugas (Satgas) Anti Mafia tanah bersama penegak hukum, dengan tujuan untuk mematikan seluruh jaringan mafia tanah di Indonesia. 

"Kita akan memperkuat justifikasinya, menggulung mafia tanah itu. Polisi kan sudah mengatakan, siapapun yang back up-nya kita lawan. Itu sudah pernyataannya penegak hukum. Kita dalam pertanahan melindungi pemegang hak sebenarnya, artinya kalau dia memohon sertipikat bukan haknya, itu dibatalkan. Mari di momen ini, momen yang baik, bersama penegak hukum, Kementerian ATR/BPN, pemerhati agraria, Ombudsman, sama-sama mengawal pemberantasan mafia tanah," tuturnya. 
(DD/YL)

Berita selengkapnya kunjungi www.atrbpn.go.id

Some say he’s half man half fish, others say he’s more of a seventy/thirty split. Either way he’s a fishy bastard.

0 Comments: