Sejarah Penerbangan Indonesia Berawal dari Surabaya

0 Comments


Secara historis, penerbangan militer di Indonesia telah ada sejak dekade kedua abad 20, ketika negara ini masih bernama Hindia Belanda. Penerbangan pertama kali dilakukan di Surabaya pada tanggal 19 Februari 1913 oleh seorang berkebangsaan Belanda bernama Hilgers.

Penerbangan militer ini sifatnya hanya uji coba di suatu tanah lapang berumput. Pesawat yang digunakan dalam uji coba pertama ini diangkut dari negeri Belanda menggunakan kapal laut milik pemerintah kolonial Belanda.

Uji coba ini gagal karena pesawat jatuh di Kampung Baliwerti Surabaya sehingga menjadi kecelakaan penerbangan untuk yang pertama kali di Indonesia.

Kecelakan tersebut tidak menyurutkan perlembangan penerbangan di Indonesia. Hal ini ditandai dengan berdirinya KNILM (Koninklijke Nederlandsch Indische Luchtvaart Maatschappij) pada tahun 1928, sebuah perusahaan maskapai penerbangan komersil di Hindia Belanda yang sahamnya terdiri dari hasil patungan berbagai perusahaan Eropa seperti Deli Maatschappy, Nederlandse Handel Maatschappy, KLM (Koninklijk Luchvaart Maatschappij), pemerintah Hindia Belanda, dan beberapa perusahaan dagang lainnya yang memiliki kepentingan di Hindia Belanda. 

Pada masa KNILM inilah untuk pertama kalinya ada penerbangan komersil berjadwal di Hindia Belanda. Rute awal yang dibuka KNILM antara lain Batavia-Bandung sebanyak sekali dalam seminggu dan Batavia-Surabaya (transit di Semarang) sekali setiap hari. Untuk tiket cukup mahal bila dibandingkan dengan jaman sekarang. Pada 1930 misal, harga tiket pesawat KNILM rute  Jakarta-Surabaya 115 gulden (Rp15,9 juta).  Jatah bagasi tiap penumpangnya maksimal 20 kilogram.

Setelah Belanda mengakui kedaulatan negara Indonesia tahun 1949,  pada 28 Desember 1949, dua buah pesawat Dakota (DC-3) bertolak dari Pelabuhan Udara Kemayoran di Jakarta menuju Yogyakarta.

Peristiwa tersebut merupakan penerbangan perdana atau maiden fligt dari Garuda Indonesia Airways (GIA).

Presiden Soekarno merupakan penduduk Republik Indonesia pertama yang menjadi penumpang dari penerbangan itu.

1) Dari berbagai sumber
2) Gambar Bandara koleksi pribadi, hanya untuk pemanis

(DD/BR)

Some say he’s half man half fish, others say he’s more of a seventy/thirty split. Either way he’s a fishy bastard.

0 Comments: