Bermain di Depan Salon, Anak di Bawah Umur jadi Korban Pencabulan

0 Comments

Barometer99- Kasus pencabulan terhadap anak semakin meningkat diwilayah kabupaten Bima maupun kota Bima, rata-rata korbannya adalah anak dibawah umur. Nasib nahas yang di alami oleh MAP nama samaran yang berusia 13 tahun masih berstatus sebagai pelajar. Atas kejadian tersebut M.AKBAR selaku orang tua korban, usia 37 tahun, Kelurahan Pane Kecamatan Rasanae Barat Kota Bima menuju SPKT Polres Bima Kota guna melaporkan dugaan tindak pidana sodomi dan dugaan tindak pidana " PENCABULAN TERHADAP ANAK” yang dilakukan oleh saudara OM alias SUK alias BETTY, laki-laki, usia 45 tahun, pekerjaan swasta, Rt. 002 Rw. 002 Kelurahan Nae Kecamatan Rasanae Barat Kota Bima.Sabtu, (27/03/2021).

Kapolres Bima Kota  Melalui Kabag Sumda AKP Hasnun, menceritakan kronologis kejadian bahwa menurut keterangan saudara M. Akbar, pada awalnya korban atas nama MAP, laki-laki usia 13 tahun, berstatus sebagai pelajar, Kota Bima sedang bermain di depan salon terlapor kemudian korban dipanggil oleh terlapor kemudian ditarik paksa untuk masuk kedalam salon milik terlapor.
Kemudian didalam salon terlapor membuka celana korban dan memainkan alat vital korban, atas kejadian tersebut pelapor merasa keberatan sehingga melaporkan ke SPKT Polres Bima Kota untuk ditindak lanjuti.

Selanjutnya korban didampingi oleh Pers Piket SPKT Polres Bima Kota dibawa menuju Rumah Sakit MUHAMMADIYAH Bima untuk melakukan visum.

Menindak lanjuti laporan tersebut sekitar pukul 17.50 wita Tim Puma Polres Bima Kota melakukan penangkapan terhadap terduga pelaku sodomi tersebut di *BETY SALON BARBER SHOP* Jl. Gajah Mada Kelurahan Pane Kecamatan Rasanae Barat Kota Bima. 

Saat ini terduga pelaku sodomi di amankan di Mako Polres Bima Kota.
Sampai dengan saat ini situasi di TKP dan Keluarahan Pane Kecamatan Rasanae Barat Kota Bima masih terpantau dalam keadaan aman dan kondusif. (Syf-14).

Some say he’s half man half fish, others say he’s more of a seventy/thirty split. Either way he’s a fishy bastard.

0 Comments: