Bertanam Sayuran Jadi Andalan Dusun Gontoran Daye di Masa Pandemi

0 Comments


Barometer99- MATARAM- Dimasa Pandemi saat ini memaksa setiap orang untuk mengurangi mobilitas demi memutus mata rantai penyebaran Virus Corona. Namun kondisi ini tidak serta merta membuat kita menjadi tidak produktif. Warga masyarakat dituntut mandiri dalam urusan ketahanan pangan dimasa pandemi covid-19 seperti sekarang ini. Inovasi warga masyarakat maupun lingkungan sekitar harus jeli memanfaatkan potensi yang ada. Salah satunya adalah dengan menanam sayuran. Dengan upaya ini, selain diandalkan menunjang perekonomian keluarga. Juga sebagai penunjang ketahanan pangan di tengah pandemi. 

Seperti yang dilakukan oleh Ibu Mu'adah, Ketua Kelompok Wanita Tani (KWT) Mawar Dusun Gontoran Daye Desa Gontoran Kecamatan Lingsar Kabupaten Lombok Barat.

Mu'adah bersama kelompok wanita tani lainnya menginisiasi dan berinisiatif menggunakan lahan yang ada untuk ditanami sayur sayuran. " Alhamdulillah dengan menanam sayur sayuran yang masa panennya singkat ini, kami dapat membantu menopang kebutuhan keluarga," ungkapnya.

Dijelaskan Mu'adah, jenis sayur-sayuran yang ditanam yaitu Kacang panjang, Sawi hijau, Bayam dan Kangkung. Item sayuran dipilih yang mudah didapatkan di tengah masyarakat. " Ini sayuran yang mudah kita dapatkan di masyarakat. Jadi bisa cepat dimanfaatkan," katanya. 

Kemudian sayur yang ditanam masyarakat ini. Sebagian hasil panennya akan di jual ke pasar tradisional Bertais Sweta Kota Mataram. Sebagian lagi dipasarkan ke Wilayah Lombok Utara. " Hasilnya cukup signifikan dan kembali lagi ke masyarakat," terangnya. 

Bhabinkamtibmas Gontoran, Bripka I gede Arya Suantara secara rutin turun menyambangi kegiatan ini. Bertanam sayuran upaya tepat untuk ketahanan pangan di masa pandemi. Bertanam sayuran ini juga untuk mensukseskan Lomba Kampung sehat jilid 2 yang diinisiasi Polda NTB. " Karena ketahanan pangan Masih menjadi bagian di Kampung Sehat Jilid 2. Bertanam sayuran cocok untuk ketahanan pangan dan bisa dilakukan oleh masyarakat luas bukan hanya di sini," katanya. 

Dalam setiap giatnya turun ke masyarakat. Arya terus mengingatkan warga untuk tetap mematuhi protokol kesehatan. " Protokol kesehatan ini wajib untuk menekan penyebaran covid-19," pintanya.(YL/Rl)

Some say he’s half man half fish, others say he’s more of a seventy/thirty split. Either way he’s a fishy bastard.

0 Comments: