INDONESIA MASIH CARI MITRA WUJUDKAN RENCANA BESAR BANGUN 2 BANDAR ANTARIKSA DI PAPUA

0 Comments

Indonesia, Barometer99.com - Mempunyai ambisi besar untuk membangun bandar antariksa yang rencanya berlokasi di Biak, Papua. Tak tanggung-tanggung, Indonesia bakal membangun 2 bandara antariksa sekaligus.
Menteri Riset dan Teknologi (Menristek)/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Bambang PS Brodjonegoro menuturkan akan ada dua bandar antariksa dibangun di Biak yakni bandar antariksa khusus dan bandar antariksa internasional.

Tujuan utama bandara antariksa khusus ini untuk penelitian dan pengembangan atau tempat peluncuran roket Lapan seperti roket Sonda. Sementara bandar antariksa skala besar dibangun dan akan dioperasikan dalam pola kerja sama internasional.
Untuk bandar antariksa internasional, Menristek mengungkapkan bahwa pemerintah tengah mencari mitra internasional untuk bekerja sama. Baik pemerintah negara lain maupun pihak swasta bisa menjadi mitra dan menggunakan bandara tersebut.

"Kita ingin agar bandar antariksa internasional itu yang seperti bandara internasional kalau untuk pesawat di mana beberapa pihak yang tertarik bisa memanfaatkan bandara tersebut," kata Menristek dalam kunjungan kerja ke Pusat Teknologi dan Data Penginderaan Jauh dan Pusat Pemanfaatan Penginderaan Jauh Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan), Jakarta, Jumat, 5 Maret 2021.

Menurut Bambang, letak geografis Indonesia sangat strategis untuk berbagai kegiatan antariksa seperti peluncuran roket. Berada di zona katulistiwa, potensi tersebut harus benar-benar dimanfaatkan seperti Brazil yang sudah mempunyai fasilitas peluncuran roketnya sendiri.

Lebih lanjut, potensi tersebut juga sudah dilirik negara lain. Bambang mengungkapkan bahwa Turki ingin meluncurkan roketnya dari Indonesia, begitu pula dengan Space X.

"Turki ingin menluncurkan roketnya dari Indonesia, demikian juga sudah ada pembicaraan tahap awal dengan Space X terkait lokasi di Indonesia untuk peluncuran satelit Space X," terangnya.

Kepala Lapan Thomas Djamaluddin menuturkan saat ini Lapan sedang menyiapkan beberapa kajian studi kelayakan. Ia juga menerangkan bahwa rencana pembangunan bandara antariksa memang membutuhkan waktu yang lama. Akan tetapi, Indonesia serius untuk melaksanakan rencana tersebut dan diharapkan 5 tahun ke depan sudah mulai proses pembangunan tahap awal. (Yl/fr) 
Editor:  FITRA 


Sumber 🌐 : Media Indonesia, Antara, Kemenristek-BRIN
©️ Indonesia 2045 || Konten Informasi Infrastruktur dan Pembangunan Tanah Air Terpopuler - #IndonesiaEmas2045

Some say he’s half man half fish, others say he’s more of a seventy/thirty split. Either way he’s a fishy bastard.

0 Comments: