INI SEDERET JET TEMPUR-KAPAL SELAM YANG MAU DIBORONG PRABOWO

0 Comments

 
Jakarta, Indonesia - Barometer99.com Kementerian Pertahanan (Kemenhan) di bawah Menhan Prabowo Subianto menyiapkan akuisisi berbagai alat utama sistem persenjataan (alutsista) hingga 2024. Incaran alutsista dari berbagai negara, mulai dari pesawat tempur, kapal perang, dan kapal selam tercanggih.
Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Fadjar Prasetyo mengatakan mulai tahun ini hingga 2024 TNI AU akan segera merealisasikan akuisisi alutsista modern secara bertahap. (08/03/21)

"Beberapa di antara alutsista tersebut adalah pesawat multi-role combat aircraftF-15 EX dan Dassault Rafale, Radar GCI4, pesawat berkemampuan Airborne Early Warning, pesawat tanker yakni Multi Role Tanker Transport, pesawat angkut C-130 J, UCAV berkemampuan MALE dan berbagai alutsista lainnya," kata Fadjar.
Berikut adalah adalah list Alat Utama Sistem Persenjataan (Alutsista) yang diincar Prabowo untuk menambah kekuatan TNI beberapa tahun ke depan.

AS memang belum merestui minat Indonesia mengakuisi F-35 karena alasan inden yang mencapai 10 tahun. Namun, Indonesia harus berpuas bisa mendapatkan lampu hijau mendatangkan F-15EX dari AS, karena pesawat ini merupakan pesawat jet tempur canggih kedua setelah F-35 yang boleh diekspor oleh AS.

Pada dokumen Rapim TNI 2021 sebanyak 8 unit pesawat F-15 EX akan diboyong Indonesia, targetnya 6 unit F-15 EX sudah tiba di tanah air sebelum 2022.

Jet tempur F-15EX merupakan produk dari perusahaan dirgantara, Boeing. Dilansir dari situs Boeing, F-15EX menyelesaikan penerbangan pertama pada 2 Februari 2021.

Varian modern dari F-15 ini juga mencakup kontrol penerbanganfly-by-wire, kokpit digital baru, radar AESA modern dan ADCP-II, dan diklaim beroperasi dengan komputer misi tercepat di dunia.

F-15EXmenampilkan sistem peperangan elektronik Eagle Passive/Active Warning dan Survivability System untuk meningkatkan efektivitas misi dan kemampuan bertahan bagi operator.

Boeing juga mempromosikan kecanggihan radar dan sensor jet tempurF-15EX, di mana menghadirkan rangkaian peperangan elektronik terintegrasi untuk memberikan spektrum perlindungan penuh sambil memungkinkan keterlibatan dominan dari ancaman baru dan yang muncul.

Masih dari situs Boeing, F-15EX diklaim menampilkan kokpit abad ke-21, menyediakan akses waktu nyata terkait informasi medan perang dan meningkatkan pemahaman pilot tentang lingkungan mempercepat pengambilan keputusan saat bertempur.

Terakhir, Boeing menyebut F-15EX menghadirkan arsitektur Sistem Misi Terbuka untuk memungkinkan penyisipan, teknologi digital yang cepat

Indonesia juga ingin merealisasikan pembelian pesawat tempur Rafale dari Perancis. Dokumen Rapim TNI 2021, Indonesia rencananya akan memboyong 36 unit pesawat Rafale
Dikabarkan sebelumnya oleh media Perancis, Indonesia akan membeli 48 unit jet Rafale. Negosiasi pembelian disebut berjalan baik, sebagaimana dikutip Defense World.net, mengutip media Perancis, La Tribune.

Jet Tempur dari Perancis ini dibuat oleh Dassault Aviation. Salah satu kemampuannya adalah Omnirole dan juga dapat berperan untuk misi permanen Peringatan Reaksi Cepat pertahanan udara.

Sejumlah kemampuan diklaim dimiliki oleh Rafael misalnya sebagai proyeksi kekuatan dan penyebaran dalam misi eksternal, misi serangan dalam, sebagai dukungan udara untuk pasukan darat, misi pengintaian, serangan pelatihan pilot dan juga pencegahan nuklir

Indonesia juga berencana mendapatkan pesawat berkemampuan Airborne Early Warning & Control yang biasa disebut pesawat siluman. Ini adalah tipe pesawat pengintai udara yang memiliki kemampuan SLAMMR, Infrared Detection System, Search Radar, dan seluruh sistem navigasi serta komunikasi.
Pesawat ini menggunakan sistem Thales Amascos, radar pencari Thales/EADS Ocean Master Mk II, thermal imaging dari Thales, Electronica ALR 733 radar warning receiver dan CAE's AN/ASQ - 509 magnetic anomaly detection system.

Singkat penjelasan, pesawat ini bisa mendeteksi pesawat, kapal, dan kendaraan dalam jarak jauh. Komando dan kendali atas ruang pertempuran dalam pertempuran udara. Selain itu juga bisa melakukan pengawasan target di darat

Terbaru, Indonesia juga ingin mengakuisisi kapal selam asal Jerman Diesel - Listrik (SSK) Tipe 214. Jenis ini ditawarkan delegasi dari perusahaan pembuat Thyssenkrupp Marine System, (TKMS) yang dilanjutkan pertemuan para delegasi TKMS dengan tim Menteri Pertahanan Prabowo Subianto dan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir.
Diklaim ini adalah salah satu kapal selam tercanggih buatan TKMS Jerman yang bertipe hybrid. Kapal ini memiliki panjang 72 meter dengan diameter pressure hull 6,3 meter, yang dapat menampung 27 kru dan memiliki 8 tabung senjata.

Kapal ini dapat menyelam hingga 400 meter atau 1.300 kaki dan bisa menampung makanan, air bersih dan bahan bakar selama 84 hari beroperasi. Diberitakan juga kalau Korea Selatan, Yunani, Turki dan Israel telah memesan dan mengoperasikan kapal selam ini.

SSK Tipe 214 juga mampu membawa senjata besar diantaranya torpedo, rudal dan ranjau dengan kemampuan melesat dengan kecepatan maksimal tanpa menimbulkan suara kebisingan dari peralihan transmisi gigi

Ini adalah jenis pesawat multi role tanker transport (MRTT) yang biasa disebut super Hercules. Model ini adalah versi update dari pesawat Hercules yang saat ini digunakan oleh Indonesia C-130 Hercules.
Pesawat buatan Amerika serikat ini digunakan mulai Australia, Canada, Denmark, India, Iraq, Israel, Italy, Kuwait, Libya, Norwegia, Oman, Saudi Arabia, Korea Selatan, Tunisia, Qatar, Inggris, dan Amerika Serikat.

Editor : FITRA 

Sumber : Defense World.net
CNBC Indonesia 
#TeknologiMiliter

Some say he’s half man half fish, others say he’s more of a seventy/thirty split. Either way he’s a fishy bastard.

0 Comments: