Kajati Aceh Tahan 4 TSK Dugaan TPK Peningkatan Jalan Muara Situlen - Gelombang TA 2018

0 Comments

Kajati Aceh, Dr. Muhammad Yusuf, SH. MH, Saat Konferensi Pers, Senin, 15 Maret 2021.
(Barometer99 - Aceh)

Barometer99, Banda Aceh -
Kajati Aceh, Dr. Muhammad Yusuf, SH. MH Mengelar Konferensi Pers Terkait Penahanan 4 (Empat) Tersangka (Tsk) Dugaan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Kegiatan Peningkatan Jalan Muara Situlen – Gelombang Cs Aceh Tenggara,  (OtsusKab/Kota) T.A. 2018, Bertempat di Gedung Kejati Aceh, Jalan, Dr. Mr. Tgk. Muhammad Hasan, Gampong Lamcot, Kecamatan Lueng Bata, Kota Banda Aceh, Senin, 15 Maret 2021.

Kajati Aceh yang didampingi Aspidsus, Plh. Asintel, Kabag TU dan kasi Penkum Kejati Aceh Pada Konfrensi Pers tersebut mengatakan, Bahwa terhadap Terhadap Surat Perjanjian (Kontrak) Nomor: 12-AC/UPTD V/PUPR/APBA/2018 tertanggal 16 Agustus 2018, Kegiatan Peningkatan Jalan Muara Situlen-Gelombang CS Aceh Tenggara (Otsus Kab/Kota) Tahun Anggaran 2018 terjadi 3 (tiga) kali perubahan/Addendum, dan telah selesai dilaksanakan dan diserahterimakan serta dilakukan pembayaran sebanyak 3 (tiga) kali yaitu,

- Pencairan uang muka sebesar Rp.2.337.563.400,00 pada 05 September 2018,

- Termin I sebesar Rp.5.120.140.432,00 pada tanggal 28 November 2018.

- Termin akhir sebesar Rp.4.230.113.168,00 pada tanggal 26 Desember 2018, Terang Muhammad Yusuf.

Lanjut Kajati, Setelah melakukan serangkaian penyidikan terhadap Kegiatan Peningkatan Jalan Muara Situlen – Gelombang, Kabupaten Aceh Tenggara tahun anggaran 2018, Tim jaksa penyidik Kejaksaan Tinggi Aceh akhirnya menetapkan 4 (Empat) orang sebagai tersangka dugaan Tindak Pidana Korupsi (TIPIKOR) terhadap kegiatan Peningkatan Jalan Muara Situlen – Gelombang tahun anggaran 2018, ujarnya.


"Adapun Keempat orang yang ditahan yaitu:
1. Jun (KPA peningkatan jalan Muara Situlen –Gelombang)
2. Syu (PPTK I UPTD V Aceh Tenggara peningkatan jalan Muara Situlen –Gelombang)
3. Kha (Direktur Utama CV. Beru Dinam)
4. Kar (Direktur utama PT. Pemuda Aceh Kontruksi) dan Berdasarkan hasil pemeriksaan Ahli Tekhnis, ditemukannya Jumlah total harga berdasarkan hasil perhitungan volume terpasang serta mutu yang sesuai persyaratan kontrak dan spesifikasi umum Bina Marga sebesar : Rp.6.383.328.220,- dari nilai kontrak sebesar Rp.11.687.817.000,- (Sebelas Milyar Enam Ratus Delapan Puluh Tujuh Juta Delapan Ratus Tujuh Belas Ribu Rupiah). ungkap Kajati.

Lebih lanjut Kajati memaparkan, Untuk saat ini perhitungan kerugian keuangan negara masih dalam perhitungan dari auditor BPKP Perwakilan Aceh dan Atas perbuatan tersebut, para Tsk dijerat dengan Pasal 2 ayat (1) Jo. Pasal 3 Jo. Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana, Imbuhnya.

Para Ke - 4 (Empat) TSK Ketika Digiring Ke Rutan Kelas IIB Kajhu, Senin, 15 Maret 2021.

Bahwa terhadap para tersangka akan ditahan di Rutan Kelas IIB  Kajhu, selama 20 hari sejak 15 Maret 2021 s/d 03 April 2021, Demikian Kata Kajati Aceh, Dr. Muhammad Yusuf, SH, MH.(*)

#KejaksaanRI 
#JaksaAgung 
#Jaksa 
#kejatiaceh 
#korupsi

Editor : Jefry Boy Isny

Some say he’s half man half fish, others say he’s more of a seventy/thirty split. Either way he’s a fishy bastard.

0 Comments: