Peringati Hari TB Sedunia Lapas Kelas IIA Lambaro Banda Aceh Gelar Kegiatan Penyuluhan Bahaya TBC diiringi Pendektesian Diri

0 Comments


Barometer99, Banda Aceh -
Jajaran Kanwil Kemenkumham Aceh melalui Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Lambaro, Banda Aceh mengelar Acara peringatan hari TB Se -Dunia Tahun 2021, Bertempat di Lapangan Tenis dan Taman Kunjungan, Rabu, 24 Maret 2021, sekira pukul : 09.00 wib.

Amatan Barometer99, Tampak Hadir, Kalapas yang didampingi Kasi Binadikgiatja Kelas IIA Lambaro Banda Aceh, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Besar yang diwakili oleh Kepala Bidang Pemberantasan Penyakit Menular (P2P) dan Kepala Puskesmas Ingin Jaya beserta Perwakilan WHO berjumlah 40 orang.

Pembukaan acara peringatan tahun 2021 di mulai dengan Senam Pagi peserta dari Para Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) yang langsung dipimpin oleh instruktur senam dari Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Besar.

Ervan Kurniawan selaku Kasi Binadikgiatja Lapas Kelas IIA Lambaro, Menyampaikan, Bahwa, Pada peringatan Hari TB sedunia yang jatuh hari ini Rabu, 24 Maret, jajaran Lapas beserta seluruh WBP melaksanakan berbagai kegiatan diantaranya, Senam Sehat yang terselenggara berkat kerjasama Lapas Kelas IIA Lambaro dengan Dinas Kesehatan yang diikuti jajaran Puskesmas Ingin jaya yang mana nantinya akan memberikan penyuluhan kepada WBP dan jajaran Petugas Lapas secara keseluruhan, ujarnya.

"Dengan adanya penyuluhan bahaya akan penyakit menular TBC ini yang diawali dengan Senam Sehat bertujuan nantinya dapat menjadi suatu kesadaran bagi kita semua bahwa bahaya penyakit menular khususnya TBC dengan harapan semoga kita semua terhindar dari berbagai
Penyakit berbahaya, imbuhnya.

Kalapas kelas IIA Lambaro Banda Aceh, Drs. Said Mahdar SH, dalam sambutannya kembali menerangkan, Bahwa, Tuberculosis atau TBC merupakan salah satu penyakit kronis yang berbahaya bagi kesehatan. Dalam hal ini, TBC terjadi akibat infeksi bakteri yang menyerang organ pernapasan (paru-paru), kata Kalapas.

"Maka dapat difahami seorang pasien yang menderita TBC biasanya mengalami berbagai gejala yang berhubungan dengan sistem pernapasan. Mulai dari gejala batuk, batuk darah, hingga nyeri dada atau rasa nyeri saat bernapas, Kesimpulannya TBC adalah salah satu jenis penyakit berbahaya, yang mana dibutuhkan kesadaran dan pemahaman masyarakat dengan baik mengenai penyakit ini, ungkap Said Mahdar.


Sementara Kepala Dinas Kesehatan Aceh Besar melalui Kabid P2P, menjelaskan, Bahwa Penyakit menular selevel TBC sangat berbahaya, maka bukan tanpa alasan, pada tahun 2019 tercatat penderita TBC di seluruh dunia sudah mencapai angka 10 juta, Bahkan pada tahun yang sama, sebanyak 1,4 juta penderita telah meninggal dunia akibat penyakit yang menyerang organ paru-paru ini, Sebutnya.

Melalui peringatan Hari TBC Sedunia yang jatuh pada 24 Maret 2021, bertujuan untuk membangun kesadaran masyarakat akan bahayanya penyakit menular ini, Namun tetap satu tujuan program yang sama yaitu memberantas penyakit TBC di masyarakat, Terang Kabid P2P tersebut.

Kepala Puskesmas Ingin Jaya, drg. Hastuti saat dimintai tanggapannya memaparkan, Adapun tujuan kunjungan ialah melakukan penyuluhan berupa sosialisasi tentang bahaya akan penyakit menular (TBC), dan memberikan pemahaman tentang gejala, resiko, diagnosa dan tindakan pengobatan dengan mengkonsumsi obat anti TBC secara rutin dalam jangka waktu tertentu dan apabila pasien terisap penyakit TBC dengan menganggap sepele, maka perbuatan tersebut nantinya dapat mengancam jiwa pengidap itu sendiri dan pada kesempatan tersebut juga dilakukan Scanning TB (deteksi diri TB) dan Pengukuran FRPTM (Faktor Resiko Penyakit Pasien Tidak Menular), Tensi darah dll, Kata Hastuti.

Tambahnya, Untuk mencapai tujuan tersebut, Organisasi Kesehatan Dunia membentuk beberapa program dan mengimbau semua pihak untuk berpartisipasi membangun kehidupan masyarakat yang lebih sehat, Saraya melanjutkan penyuluhan kepada seluru WBP Lapas Kelas IIA Lambaro Banda Aceh, Pungkasnya.

Tampak terlihat seluruh WBP sangat antusias mengikuti materi penyuluhan Bahaya akan penyakit menular dengan seksama menyimak dengan serius, diharapkan apabila ada dirasakan gejala TBC sesuai materi yang disampaikan maka langsung memeriksakan diri ke klinik Lapas Kelas IIA Lambaro dan ikut peduli sesama WBP yang mana melihat adanya WBP yang mengidap TBC di blok hunian agar segera melapor ke klinik, Tindakan tersebut merupakan langkah antisipasi dini dalam mencegah adanya penularan.

Kerjasama antara Lapas Kelas IIA Lambaro dengan Puskesmas Ingin Jaya sudah terlaksana sejak tahun 2015, kerjasama yang telah dilakukan sebelumnya menyangkut rujukan WBP dalam melakukan pencegahan penularan penyakit di dalam Lapas Kelas IIA Banda Aceh, Khususnya penyakit menular TBC ini dapat dikalkukasi dalam 3 Tahun terakhir pasien TB yang telah sembuh sebanyak 10 Orang WBP dan WBP yang masih menjalani pengobatan berjumlah 5 Orang WBP.

Kegiatan berakhir dengan berfhoto bersama dengan tetap mengikuti Protokol Kesehatan dan pemberian Snack kepada para WBP dari Puskesmas Ingin Jaya serta pengambilan simple sputum skirining sebanyak 20 WBP yang mana sebelumnya sebagai langkah awal antisipasi diri dari penularan TBC.(*)

Editor : Jefry Boy Isny

Some say he’s half man half fish, others say he’s more of a seventy/thirty split. Either way he’s a fishy bastard.

0 Comments: