Sebagai Bentuk Rasa Syukur Satgas Pamrahwan Yonif 756/WMS dan Masyarakat Menggelar Tradisi Adat Bakar Batu

, 0 Comments

Barometer99 - Timika - Sebagai rasa ungkapan syukur atas kembalinya warga masyrakat kampung Kimbeli Banti 2 pasca mengungsi ke Timika menghindari aksi teror KKSB (kelompok kriminal separatis bersenjata), bertempat di lapangan kampung Kimbeli Banti 2 Disrtik Tembagapura Kabupaten Mimika. Pos Banti satgas pamrahwan Yonif 756/WMS yang berada di bawah Komando Pelaksana Operasi Korem 174/ATW bersama masyarakat kampung Kimbeli Banti 2 menggelar acara tradisi adat bakar batu, Minggu 07 Maret 2021.

Dikenal memiliki banyak suku, masyarakat papua sampai saat ini masih memegang teguh tradisi yang diwariskan oleh nenek moyang mereka salah satunya bakar batu. Dulu bakar batu memang bagi masyarakat papua adalah pesta daging babi. Namun sekarang di sejumlah tempat selain memasak daging babi, disediakan juga daging ayam untuk diberikan bagi mereka yang tidak makan daging babi.

Saat diminta tanggapannya mengenai tradisi adat bakar batu yang dilakukan oleh pos Banti dan masyarakat kampung Kimbeli Banti 2, Dansatgas pamrahwan Yonif 756/WMS Mayor Inf Marolop Edison Bala Hutapea mengatakan bahwa.

"Bakar batu merupakan salah satu bentuk kearifan lokar budaya masyarakat papua dan juga merupakan suatu tradisi penting yang dilakukan dengan cara memasak bersama sama dan makan bersama masyarakat satu kampung dengan tujuan untuk bersyukur pada Tuhan yang Maha Esa.
Bakar batu juga merupakan suatu media yang sering digunakan oleh masyarakat papua untuk bersilahturahmi. Hal tersebut dapat terlihat dengan diadakannya acara adat bakar batu di kampung Kimbeli Banti 2 dimana acara tersebut dimaksudkan untuk mengucap syukur pada Tuhan, karena saat ini masyarakat kampung Kimbeli Banti 2 telah kembali ke kampung mereka setelah mengungsi ke Timika sekitar 10 bulan guna menghindari teror kelompok kriminal separatis bersenjata", Kata Dansatgas.

Lebih lanjut dikatakannya bahwa, "Acara tradisi bakar batu saat ini sudah mulai dilakukan dengan mengedepankan sikap dan rasa toleransi dimana dalam pelaksanaannya bukan hanya daging babi yang dimasak, namun ada pula daging ayam untuk diberikan bagi mereka yang tidak mengkonsumsi daging babi yang hadir dalam acara tersebut", Ungkap Mayor Marolop.

Danki SSK ll Lettu Inf Sony Teguh Bahtiar yang memimpin personel pos Banti sejumlah 14 orang dalam kegiatan tersebut mengatakan, selain diminta untuk pengamanan, satgas Yonif 756/WMS juga ikut bersama sama Masyarakat menyiapkan acara tradisi tersebut mulai dari awal sampai dengan selesainya acara.

Pada kesempatan tersebut Lettu Sony juga menghimbau pada masyarakat kampung Kimbeli Banti 2 agar selalu berkoordinasi dengan pos Banti Yonif 756/WMS baik untuk masalah keamanan maupun untuk hal lain yang tujuannya untuk kebaikan, ketentraman dan kenyamanan bersama.

Salah seorang Tokoh Agama yang hadir dalam acara tersebut, Bapak Pendeta Hengky Magal mewakili seluruh warga masyarakat kampung Kimbeli Banti 2 mengucapkan terima kasih dan memberikan apesiasi pada pos Banti satgas Yonif 756/WMS, karena menurutnya selama ini pos Banti sangat berkontribusi dalam melayani masyarakat baik itu dari sisi keamanan maupun yang lainya.

"Kami sangat berterima kasih pada bapak-bapak TNI dari pos Banti Yonif 756/WMS. Kami melihat bapak-bapak sangat berperan aktif siang dan malam menjaga kami maupun desa kami. Dan kami berharap semoga kerjasama dan hubungan baik ini akan terus dijaga dan dipelihara. Semoga Tuhan yang maha Esa akan membalas dengan setimpal kebaikan bapak-bapak semua dan semoga dimanapun bertugas akan selalu dijaga dan dilindungi oleh Tuhan yang maha kuasa", Harap Pendeta Hengky.

Dalam acara tradisi adat tersebut bahan makanan yang dimasak antara lain :
1. Babi 3 ekor
2. Keladi 5 noken
3. Sayur sayuran 10 noken
4. Ayam 200 ekor

Disamping sekitar 200 orang masyarakat kampung Kimbeli Banti 2 yang mengikuti acara tersebut, turut hadir pula beberapa orang Tokoh antara lain, Bapak Pendeta Moab Magay, Bapak Pendeta Hengky Magal, Bapak Derek Alom (Tokoh masyarakat), dan Ibu Martina Natkime (Tokoh perempuan).

Editor : RVL

Some say he’s half man half fish, others say he’s more of a seventy/thirty split. Either way he’s a fishy bastard.

0 Comments: