Masjid Pertama Di Kota Langsa

0 Comments

Masjid Istiqamah, Masjid Pertama Dikota Langsa, Aceh, yang Terletak di Gampong Teungoh, Kecamatan Langsa Kota. (Barometer99 - Aceh)

Barometer99, Kota Langsa -
Melihat Sejarah Masjid Pertama Kota Langsa dari kejauhan, jarak 5 kilometer, tampak menara hijau menjulang, khas ikon sebuah masjid, Terlihat agung dan elegan, Halaman terbilang luas dan ditanami beberapa pohon rindang.

Istiqamah namanya, masjid pertama dan tertua di Kota Langsa, Awalnya masjid Istiqamah ini belum bernama seperti sekarang tapi waktu itu masih disebut Masjid Gampong Teungoh, Kemudian pada tahun 1970, setelah diadakan rapat diberikanlah nama masjid ini dengan nama “Masjid Istiqamah”.

Masjid yang terletak di Gampong Teungoh, Kecamatan Langsa Kota ini menurut cerita dari salah satu pengurus masjid, Haji Thaib, didirikan pada masa Ulee Balang (Ampon Chik Langsa) yaitu Teuku Banta Bardan.

“Berdirinya pertama masjid ini yaitu masa Ulee Balang bernama Tgk Syik Banta Bardan kemudian diteruskan oleh anak beliau yaitu Tgk. Ali Basyah yang meninggal pada tahun 1970-an, kata beliau.

Rumah ibadah ini didirikan pada tahun 1323 Hijriah/1901 Masehi dengan luas tanah 15.556 m2, dan luas bangunan 851 m2. Seiring dengan perkembangan zaman dan bertambahnya jumlah jamaah yang shalat di masjid ini, mau tak mau Masjid Istiqamah beberapa kali direnovasi, termasuk perluasan.

“Dulu masjid Istiqamah belum seperti ini, bangunannya masih kayu dan papan, kemudian tahun 1992, direnovasi. Masa itu ketua pantia pembangunannya yaitu Yusuf Hasyim, jelasnya.

Hilangkah ciri khas “datok” masjidnya Langsa ini? Tentu tidak. Bagian khasnya pada kubah tidak pernah diubah sampai kini. Sangat menarik sekali.

Renovasi pertama dilakukan tahun 1968 dengan luas bangunan 11x11 m2, dan tahun 1988 luas bangunan masjid menjadi 21x21 m2. Pada tahun 1992 masjid tersebut kembali dilebarkan. Terasnya menjadi 9x8 m2. Sekarang luas bangunan Masjid Istiqamah keseluruhannya sudah 30x30 m2.

Masjid Istiqamah ini tidak hanya berdiri megah menjadi pusat ibadah, Masjid ini yang menampung 1000 jamaah ini, juga menjadi salah satu pusat kegiataan sosial masyarakat Gampong Teungoh.

“Aktivitas di masjid ini berjalan biasanya sebagaimana masjid-masjid yang lain dimana shalat berjamaah dilakukan tiap waktu. Kemudian malam harinya ada pengajian rutin ba’da magrib dan ada juga samadiah dan zikir STM atau Serikat Tolong Menolong”.


Memang sejak awal berdirinya, masjid ini sudah digunakan sebagai tempat duek pakat, istilah orang Aceh untuk musyawarah yang berkenaan dengan keagamaan dan sosial kemasyarakatan dan itu dilakukan sebelum merdeka maupun setelah merdeka.

Bahkan kini, kegiatan-kegiatan lain diselenggarakan di masjid Istiqamah ini seperti pengajian rutin, kegiatan Hari Besar Islam, dakwah Islam/tabliq akbar, hingga kegiatan pendidikan (TPA, madrasah, dan pusat kegiatan belajar masyarakat).

Adapun jadwal pengajian masjid besar Istiqamah Gampong Teungoh, Kecamatan Langsa Kota yaitu:

Setiap hari Selasa dan Kamis ada ceramah ba’da subuh oleh Tgk. H. Kamarullah. Kemudian pengajian rutin ba’da magrib bersama Tgk. Zainal.

Setiap hari Kamis malam ba’da isya ada pengajian pemuda.

Setiap hari Jum’at, ba’da magrib ada samadiah dan zikir STM bersama Tgk. Hasyim, Tgk. Ramli, dan Tgk. Saifuddin Gading.

Setiap hari Sabtu ba’da magrib ada pengajian rutin bersama Tgk. Ramli.

Setiap hari Minggu ba’da subuh ada ceramah setiap paginya.

Adapun imam masjid (imum chik) masjid Istiqamah Gampong Teungoh di tahun 1991-1936 adalah Almarhum Tgk. H. Muhammad Husen. Di tahun 1936-1951 yaitu Tgk. Muhammad Yusuf, tahun 1951-1965 Tgk. Mustafa, dan tahun 1965-1978 yaitu Tgk. Muhammad Taher, Tgk. H. Abdul Rani Johan di tahun 1978-1979, dan kini dijabat oleh Tgk. Imum Haji Zakaria Ahmad.

Salut dengan desain masjid ini. Ada sedikit gaya Arab/Turki. Terutama pada bagian depan tiang bagian teras, terukir gambar seperti gerbang atau jendela menyerupai motif hiasan Turki berwarna hijau dan kuning.

Keramik lantai dipilih warna putih, juga tiangnya. Untuk tiang pembatas teras dan dalam masjid dipasang keramik abu-abu. Sedangkan tiang bagian luar teras berwarna putih, bermotif garis panjang ke atas berwarna orange.

Kubah masjid Istiqamah ada dua. Kubah pertama bagian tengah bangunan masjid terbuat dari steinles, dan kubah bagian depan sebelah kanan bertingkat lima dengan ketinggian 35-40 meter. Kubah bagian terdepan di warnai hijau, putih, dan berapa warna lainnya. Kubah ini sekaligus berfungsi sebagai tempat diletakkan pengeras suara.

Jika sore atau malam lewat samping masjid, terdengar ada kajian oleh ustadz, begitu hidup suasananya. Ditambah lagi suara mungilnya calon-calon penghafal Alqur’an. Subhanallah. Senang sekali berkunjung ke masjid ini, beribadah sekaligus melepas lelah.(FH)

Editor : Jefry Boy Isny

Some say he’s half man half fish, others say he’s more of a seventy/thirty split. Either way he’s a fishy bastard.

0 Comments: