Miliki Senjata Api Rakitan dan Sabu-sabu, Tim Puma Polres Bima Kota Polda NTB Amankan Pelaku

, 0 Comments


Barometer99- Bima-NTB. Tim Puma Polres Bima Kota telah melakukan penangkapan terhadap pelaku yang memiliki senjata Api Rakitan dan amunisi aktif dimana pelaku merupakan bandar sabu-sabu yang sangat meresahkan masyarakat, dan merusak generasi. Penangkap dilakukan di halaman SPBU/Pom Bensin Penatoi Kelurahan Penatoi Kecamatan Mpunda Kota Bima. Senin, 26/4/2021 sekitar pukul 17:00 wita.

Identitas pelaku, Akbar, 39 tahun, pekerjaan Wirasasta, alamat desa Nae Kecamatan Sape Kabupaten Bima (Domisili Kafe Ule Beach Kelurahan Ule Kecamatan Asakota Kota Bima).

Haerani alias Rani, 33 tahun, pekerjaan Wiraswasta, alamat desa Rai Oi Kecamatan Sape Kabupaten Bima

Barang bukti yang di amankan berupa, 5 (Lima) Poket Sabu-sabu seberat +- 5gram, Satu klip Kosong, Plastik warna putih, Uang Rp 2.500.000, 1 Hp Nokia Hitam, HP OPPO warna hitam, HP OPPO Warna Biru, 9 (sembilan) butir amunisi aktif, Mobil Inova warna hitam Nopol B 1786 UKS.

Kapolres Bima Kota AKBP Haryo Tejo Wicaksono, melalui Kassubang Humas Iptu Jufrin, menjelaskan bahwa sebelumnya Tim Puma Polres Bima Kota yang di pimpin oleh Katim Puma Aipda Abdul Hafid, mendapatkan informasi bahwa pelaku Akbar Memiliki senjata Api Rakitan di samping itu pelaku merupakan bandar narkoba jenis sabu-sabu yang sangat meresahkan masyarakat. 

“Selanjutnya TIM melakukan penyelidikan dan benar adanya sehingga di dapatkan informasi A1 bahwa pelaku Akbar baru saja melakukan transaksi jual beli narkoba, Jenis sabu-sabu, dan sedang berada di Pom bensin Penatoi, menggunakan Mobil Inova warna hitam dengan nopol B 1786 UKS. Ujar Kassubang Humas.

Dengan informasi A1 tersebut TIM lansung melakukan penghadangan terhadap mobil yang di gunakan oleh pelaku, dan berhasil mengamankan pelaku, kemudian sebelum melakukan penggeledahan dengan di saksikan oleh saksi TIM menunjukkan surat perintah Tugas kemudian selanjutnya melakukan penggeledahan  badan terhadap pelaku Akbar namun tidak di temukan barang bukti sabu-sabu dan senjata Api Rakitan, TIM selanjutnya melakukan penggeledahan di dalam Mobil pelaku namun tidak di temukan barang bukti. Tuturnya.

Karena ada Pelaku Perempuan (Haerani alias Rani)  dan 2 orang anak kecil, selanjutnya Pelaku di amankan oleh Polwan,  Ke Mako Sat Reskrim Untuk di lakukan penggeledahan.

Setelah mengamankan para pelaku TIM melanjutkan pengembangan di Kafe Milik Pelaku dari pengakuan pelaku Akbar bahwa telah menyimpan Amunisi Senjata Api Aktif di dalam kamar Pelaku Akbar, setelah melakukan penggeledahan di dalam kamar TIM berhasil menemukan 9 (sembilan) butir Amunisi Aktif, namu tidak di temukan senjata Api Rakitan. Ungkap Kassubang Humas IPTU Jufrin.

Dengan di saksikan oleh para saksi TIM (Polwan) melakukan penggeledahan badan terhadap pelaku Rani namun tidak di temukan barang bukti, selanjutnya Polwan melakukan penggeledahan terhadap anak Rani, Nurkiana yang berumur 2 tahun dan di temukan Barang bukti sabu-sabu sebanyak 5 Poket sabu-sabu, yang di bungkus menggunakan plastik warna putih, dan di simpan dalam kaos kaki yang di gunakan oleh Nurkiana, dimana dari pengakuan Nurkiana bahwa barang bukti sabu-sabu di simpan oleh Ua (Akbar). Terang Kassubang Humas IPTU Jufrin. 

Pelaku Akbar dan Rani mengakui bahwa barang bukti sabu-sabu merupakan milik mereka berdua yang baru saja di beli secara patungan dari pelaku berinisial  KOL (dalam pengembangan) seharga Rp 7.500.000.

Setelah di temukan barang bukti Tim Lansung berkordinasi dengan Sat Narkoba (Kasat Narkorba Iptu Ramli, SH) karena dimana Pelaku Akbar merupakan salah satu target dari Kasat Narkoba. Tutur Kassubang Humas IPTU Jufrin.

Selanjutnya untuk barang bukti beserta pelaku di serahkan ke Unit Sat Narkoba Res Bima Kota.
(Syf-14).

Some say he’s half man half fish, others say he’s more of a seventy/thirty split. Either way he’s a fishy bastard.

0 Comments: