Pohon Aren, Pohon Pembawa Berkah

0 Comments

Barometer99, Kota Langsa -
Pohon Pembawa berkah sebutan itulah yang selalu melekat, Apakah Teman-teman pernah melihat pohon aren? Pohon aren atau pohon enau (Arenga pinnata) adalah pohon yang serba guna. Hampir semua bagian tubuhnya dapat dimanfaatkan, mulai dari daun, buah, hingga batang kayunya.

Enau atau aren adalah palma yang terpenting setelah kelapa karena merupakan tanaman serba guna, Tumbuhan ini dikenal dengan berbagai nama seperti nau, hanau, peluluk, biluluk, kabung, juk atau ijuk; kawung, taren; akol, akel, akere, inru, indu; moka, moke, tuwa, tuwak, dan dikampung saya dikenal dengan sebutan Pohon Nira/Aren.

Aren merupakan jenis tanaman tahunan, berukuran Besar, berbentuk pohon soliter tinggi hingga 12 m, diameter Setinggi dada (DBH) hingga 60 cm (Ramadani et al, 2008). Pohon Aren dapat tumbuh mencapai tinggi dengan diameter batang Sampai 65 cm dan tinggi 15 m bahkan mencapai 20 m dengan Tajuk daun yang menjulang di atas batangNamun sayang tumbuhan ini kurang mendapat perhatian untuk dikembangkan atau dibudidayakan secara Sungguh-sungguh oleh berbagai pihak.

Begitu banyak ragam, Produk yang dipasarkan setiap hari yang berasal dari bahan baku Pohon aren dan permintaan produk-produk tersebut baik untuk Kebutuhan ekspor maupun kebutuhan dalam negeri semakin meningkat. Hampir semua bagian pohon aren bermanfaat dan dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan, mulai dari bagian fisik (akar, batang, daun, ijuk dll) maupun hasil produksinya (nira, Pati/tepung dan buah). Selama ini permintaan produk-produk Yang bahan bakunya dari pohon aren masih dipenuhi dengan mengandalkan pohon aren yang tumbuh liar.

Jika pohon aren ditebang untuk diambil tepungnya tentu saja populasi pohon aren mengalami penurunan yang cepat karena tidak diimbangi dengan kegiatan penanaman. Di samping itu, perambahan hutan dan konversi kawasan hutan alam untuk penggunaan lain juga mempercepat penurunan populasi pohon aren.

Gula aren berasal dari nira yang merupakan hasil sadapan pohon aren. Nira tersebut diolah menjadi gula yang padat dan berwarna cokelat cerah. Gula aren biasanya dibentuk menjadi dua macam, yaitu berbentuk silinder dan berbentuk batok runcing yang dibungkus dengan daun kelapa dan dibentuk bulatan bulatan kecil dari daun nira itu sendiri,Ayah saya adalah pembuay gula nira tersebut,sebelum menjadi air Tangan (cabang yang akan dikikis untuk mengeluarkan air nira) terlebih dahulu dipukul-pukul selama 2 -3 hari tergantung dengan besar tangan/cabang terbut,makain besar cabang yang akan dikikis maka makin lama pula tahap pemukulannya.

Nah, setelah selesai dipukul maka dipotong lah cabang tersebut,oiya teman-teman cabang disisi ialah bunganya bukan buah yang akan menjadi kantau (kolang kaling) lalu setelah selesai dipotong terlebih dahulu dioleskan kulit manggis agar apa? Kata ayah saya “agar airnya manis dan tidak bau”.

Kalau sudah maka dilapisi dengan plastik untuk membuat jalan airnya masuk dalam dregen atau galon, dalam sehari pohon aren akan dilihat 2 kali yaitu dipagi hari dan sore hari yaa kalau menurut perhitungan siih 6 jam sekali lah ayah saya memanjat pohin untuk mengambil air tersebut. Setelah banyak airnya barulah dimasak dengan menggunakan belanga besar serta air yang menyala-nyala (marak) agar airnya masak sempurna dan ditambahkan gula pasir.

Oleh sebab itu gula aren banyak digunakan dalam pembuatan kue, kecap dan produk pangan lainnya. Gula aren sering juga digunakan dalam ramuan obat Tradisional dan diyakini memiliki khasiat sebagai obat demam dan sakit perut.

Tak hanya itu air Nira juga bisa langsung diminumNira aren yang telah mengalami fermentasi (peragian) berubah menjadi tuak. Tuak dari hasil fermentasi nira Aren juga berguna sebagai perangsang haid dan cukup ampuh Untuk melawan radang paru-paru dan mejan.

Air Nira banyak sekali memberika Manfaat tidak hanya menjadi produksi ia juga dapat dijadikan obat yang mujarab,saya salah seorang yang telah merasakan khasiatnya pernah suatu ketika saya sakit pinggang yang tidak sembuh sembuh lalu mamak saya memberikan air nira yang begitu manis setiap pagi saya minum dan Alhamdulillah saya tidak sakit pingang lagi.

Namun tak seenak kawan-kawan pikirkan disaat cabang tidak ada tumbuh lagi maka produksi gula merah pun terhenti dan mata pencaharian pun tak ada lagi.begitulah nabis para pencari pundi-pundi rupiah dari pohon pembawa berkah ini,tak hanya itu saja jika kita pelit pohon ini juga akan pelit ia akan mengeluarkan sedikit airnya maka dari itu kalau kita pengelola gula merah jangan pelit-pelit jikalau ada yang meminta air niranya.

Nah tak hanya airnya yang bisa dimanfaat buah dari pohon pembawa berkah, buah dari pohon pembawa berkah ini pun bisa dimanfaat kan dengan baik, kantau (buah yang masih muda) itulah sebutan dimasyarakat Paya Remis Desa Padang Tualang ini, kolang-kaling yang menjadi bahan campurannya itu dibuat dari biji buah aren, lo kawan kawan . Buah tersebut diolah sedemikian rupa sehingga menjadi kolang-kaling yang sering kita lihat di pasaran.

Oh ya apalagi sekarang sudah masuk bulan Ramadhan banyak dari pedagang-pedagang pasaran menjual kolang-kaling ini yang bisa diolah menjadi manisan campuran es dan banyak lagi.

Pohon aren merupakan pohon yang hampir semua bagian Fisik maupun produksinya dapat dimanfaatkan dan memiliki nilai Ekonomi. Produksi aren seperti buah, nira dan tepung sejak lama Telah dimanfaatkan oleh masyarakat secara tradisional dan belum Dapat menghasilkan nilai ekonomi yang cukup berarti.

Saat ini Produk gula cetak, gula semut (palm suiker), tepung aren dan kolang-kaling telah memasuki pasar moderen namun dalam Kuantitas yang sangat terbatas. Pemanfaatan nira aren untuk Produk fermentasi seperti cuka, etanol dan nata masih perlu Penelitian dan pengembangan lebih lanjut dalam hal teknologi Pengolahan dan pemasaran.

Maka dari itu mari kita sama sama membudidayakan Pohon Pembawa Berkah ini agar anak cucu kita dapat merasakn hadil dari pohon pembawa berkah ini,dimulai dari kita,untuk kita dan untuk negri kita.(SIS)

Editor : Jefry Boy Isny

Some say he’s half man half fish, others say he’s more of a seventy/thirty split. Either way he’s a fishy bastard.

0 Comments: