Polsek PUT Bubarkan Judi Sabung Ayam Di Tanjung Sani 2

0 Comments


Rejang Lebong Barometer99  - Personil Polsek PUT Polres Rejang Lebong Polda Bengkulu ,Senin 12/4 2021 sekitar pukul 16.00 Wib petang menggerbak dan membubarkan judi sabung ayam di Desa Tanjung Sanai 2 Kecamatan PUT Kabupaten Rejang Lebong Propinsi Bengkulu.

Dalam aksi pengerbekan judi sabung ayam yang lokasinya berada di perkebunan karet di belakang desa ini petugas terpaksa berjalan kaki menuju ke Tempat Kejadian Perkara (TKP) .

Petugas yang bersenjata lengkap itu ,tiba dilokasi para pemain judi sabung ayam kocar kacir melihat kedatangan para petugas tak hayal alat untuk berjudi di tinggal para pemain judi ,baik itu kartu judi maupun ayam Sabungan .
Kapolres Rejang Lebong AKBP Puji Prayitno Sik MH melaui Kapolsek PUT Iptu Apion Sori SH MH membenarkan adanya pembubaran judi sabung ayam tersebut .

"Ya bermula kita mendapatkan info adanya judi sabung ayam itu ,mendapat info tersebut unit Intel langsung mengecek ke lokasi ,"kata Kapolsek .

Setelah mendapati lokasi itu ,unit Intel langsung melaporkan ke Kapolsek ,sehingga kita langsung memberangkatkan Personil Polsek PUT  yang ada ,"jelasnya .

Dikatakanya ,sebelumnya kita sudah memberikan tindakan persuasif tapi tidak di gubris oleh para pemainya ,sehingga terpaksa kita turunkan personil  untuk membubarkan secara paksa .
Lebih lanjut,kata mantan Kapolsek Sindang Kelingi ini ,saat tiba di lokasi para pemain sudah melarikan diri ,namun di TKP petugas menemukan pondok para pedagang ,gelanggang sabung ayam .

,"Ya pondok gelanggang sabung ayam dan tempat berjudi kartu kita robohkan dan atap terpalnya kita bakar di TKP ,"ujar Kapolsek .

Selain itu ,di TKP petugas menemukan beberapa ekor ayam Sabungan ,kartu Remi untuk berjudi dan kabel listrik untuk penerangan di lokasi .

Aksi pengerbekan dan pembubaran arena sabung ayam di Desa Tanjung Sanai 2 berjalan lancar dan amaan ,"pungkasnya .(Grng)

Some say he’s half man half fish, others say he’s more of a seventy/thirty split. Either way he’s a fishy bastard.

0 Comments: