Presiden InWCCA : Polisi Segera Usut Tuntas Penganiayaan Nakes RS Siloam Palembang

0 Comments

Presiden InWCCA, Ns Edy Mulyadi M.Kep RN,WOC(ET)N
(Barometer99 - Aceh)

Barometer99, Palembang -
Presiden Indonesia Wound Care Clinician Association (InWCCA), Ns Edy Mulyadi M.Kep RN,WOC(ET)N, minta polisi untuk mengusut tuntas kasus dugaan penganiayaan seorang perawat (nakes) di Rumah Sakit Siloam Sriwijaya, Palembang, Sumatera Selatan berinisial CRS oleh keluarga pasien beberapa hari lalu, Minggu (18/4).

"Apapun alasannya, tidak dibenarkan seseorang mengambil tindakan sendiri atas kekesalannya. Apalagi ini menyangkut tenaga kesehatan yang merupakan profesi mulia yang harus dihargai dan dihormati oleh publik, karena pelayanan profesionalnya adalah demi kesehatan dan keselamatan pasien, jadi tidak pantas keluarga pasien memperlakukan nakes secara tidak manusiawi," demikian tegas Presiden InWCCA Ns. Edy Mulyadi kepada Rakyat Aceh kemarin.

Menurut Edy, perbuatan keluarga pasien terhadap nakes perempuan dengan menampar, menendang dan menjambak rambutnya sebagaimana pemberitaan media online beberapa waktu lalu sangat tidak bisa di toleril. Perbuatan ini selain tidak manusiawi, juga telah melecehkan profesi perawat yang sudah bekerja dengan penuh tanggungjawab.

Edy menegaskan, dirinya selaku perawat dan presiden perawatan luka Indonesia, sangat menyesalkan penganiayaan itu terjadi saat korban sedang menjalankan tugas kemanusiaan di RS Siloam, Palembang. Karena dalam menjalankan tugasnya perawat berpedoman pada prosedur operasional standar dan dilindungi oleh undang-undang no 36 tahun 2009 tentang kesehatan dan undang-undang no 38 tahun 2014 tentang keperawatan.

"Saya sangat prihatin dan menyayangkan penganiayaan ini, seharusnya hal tersebut tidak perlu terjadi seandainya pelaku mampu mengedepankan akal sehat dan  memahami tugas dan kewenangan, kerja tenaga kesehatan khususnya perawat," ketus Edy yang juga Rektor Universitas Sains Cut Nyak Dhien Langsa tersebut.

Karenanya, demi rasa keadilan bagi korban yang mengalami trauma pasca penganiayaan dan kenyamanan kerja bagi perawat lainnya baik di RS Siloam maupun di RS dan fasilitas kesehatan seluruh Indonesia, Presiden InWCCA minta pihak kepolisian agar melakukan proses hukum dengan transparan dan sesuai perundang-undangan terhadap kasus tersebut. (*)

Editor : Jefry Boy Isny

Some say he’s half man half fish, others say he’s more of a seventy/thirty split. Either way he’s a fishy bastard.

0 Comments: