Profil Rismayasari, Honorer Pengadilan Agama Sampit Kelas II

0 Comments


Barometer99- SAMPIT. Menjadi tenaga honorer di Pengadilan Agama Sampit adalah “sesuatu” seru penuh tantangan karena ini adalah pengalaman untuk kali pertama bekerja di instansi pemerintah khususnya lembaga peradilan. Tak disangka saat mendaftar dan mengikuti semua tahapan seleksi serta dinyatakan lulus dan menjadi bagian dari keluarga besar Pengadilan Agama Sampit. Rasa bangga sekaligus haru berbalut menjadi satu adalah bagian dari ekpresi rasa syukur atas kesempatan yang bapak ibu pimpinan berikan kepada saya. Pengalaman baru yang tak terlupan ini menjadi lembaran catatan dalam meniti karier dan perjalanan kedepannya. 
     
Terlahir dari keluarga sederhana dari pasangan suami isteri yang bernama bapak Mulyadi dan ibu Depon Kodariah pada tanggal 2 Agustus 2001 di Ujung Barat wilayah pesisir Kalimantan Tengah, tepatnya di kota Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat, serta memiliki seorang saudara laki-laki bernama Abhi Mahendra.
Adapun riwayat pendidikan formal yang pernah ditempuh adalah Sekolah Dasar (SD) Bumi Harjo lulus tahun 2014, Sekolah Menengah Pertama (SMP-2) Kumai lulus tahun 2017, Sekolah Menegah Atas (SMA-3) Sampit Jurusan Bahasa lulus tahun 2020 dan melanjutkan studi di Universitas Terbuka (UT) semester 2 Fakultas Hukum/Ilmu Hukum (sekarang).

Dalam bidang organisasi pernah aktif di organisasi sekolah seperti Pramuka, menjabat sebagai sekretaris dan bendahara, Osis menjabat sebagai koordinator bulutangkis serta drum band sebagai gitapati. Tidak hanya sampai disitu beberapa prestasi pernah diraih seperti Juara 2 lomba karya tulis ilmiah tahun 2015 se Kabupaten Kotawaringin Barat, Juara harapan 2 karya tulis ilmiah tingkat Provinsi Kalimantan Tengah, Juara 1 Pencak Silat Putri se Kabupaten Kotawaringin Barat tahun 2017 serta Juara 2 Senam Pramuka di bumi perkemahan Ujung Pandaran Sampit 2017.

Pengalaman kerja terakhir sebelum menjadi tenaga honorer adalah sebagai kasir di toko sembako milik orang tuanya, pengalaman tersebut membentuk karakter pribadi yang ramah, bersahaja dan rendah hati serta tidak usil dan ingin tau segala sesuatu yang menjadi urusan orang lain.
  
Motivasi memilih bekerja, dalam menjalani kehidupan ada kalanya kita terjatuh, orang-orang yang sukses selalu dapat bangkit. Untuk bangkit kita harus belajar dan menyikapi masalah dengan benar. Belajar bisa darimana saja dan salah satunya menjadi tenaga honorer di Pengadilan Agama Sampit. Jangan pernah melupakan anak tangga yang paling bawah saat memanjat menuju kesuksesan, karena orang yang memindahkan gunung adalah orang yang memulai dengan mengangkut batu-batu kecil.
 
Selamat bertugas mengemban amanah baru sebagai tenaga honorer di Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Pengadilan Agama Sampit. Semoga Allah SWT senantiasa membimbing dan memberikan petunjuk-Nya sehingga bisa menjadi honorer yang jujur, amanah, dan berintegritas. (DD/*).

Some say he’s half man half fish, others say he’s more of a seventy/thirty split. Either way he’s a fishy bastard.

0 Comments: