Habiskan Dana Ratusan Juta Gedung Serbaguna Tidak Sesuai Dengan Hasil Yang Di Harapkan

0 Comments

Muara Enim Muara Enim -  Gedung Serba Guna di Desa Tapus, kecamatan Lembak, kabupaten Muara Enim, yang pembangunannya merupakan hasil reses anggota DPRD kabupaten Muara Enim tahun 2019 silam, kembali menuai sorotan.

Bagaimana tidak, bangunan yang menghabiskan dana nyaris setengah milyar atau tepatnya bernilai pagu 450 juta dari APBD kabupaten Muara Enim melalui Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) itu, nampak terbengkalai dan disinyalir spesifikasinya tidak sesuai dengan jumlah dana yang dianggarkan.
Menurut Penggiat masyarakat Anti Korupsi kabupaten Muara Enim, Indra Gunawan dan Darmanto menuturkan, dari hasil investigasi mereka di lapangan, banyak ditemukan kejanggalan dan berpotensi terdapat tindak penyimpangan anggaran yang dapat merugikan keuangan negara.

Darmanto mengatakan, dirinya bersama Indra Gunawan, telah melaporkan temuan mereka tersebut ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Muara Enim, pada tanggal 3 Maret 2021 yang lalu, atas dugaan kecurangan dan penyimpangan dalam pembangunan Gedung tersebut.
"Sudah kita layangkam surat laporan kepada Kejari Muara Enim per tanggal 3 Maret 2021 yang lalu, saat ini sedang dalam proses di Kejari,", terang Darmanto.

Ditambahkannya, pengerjaan proyek gedung tersebut dilakukan oleh CV. Diva Abadi yang beralamatkan di Kota Palembang selaku pemenang lelang, dengan nilai penawaran sebesar Rp. 436.105.000,- (empat ratus tiga puluh enam juta seratus lima ribu rupiah).

Sementara itu, Kepala Kejari Muara Enim, Irfan Wibowo, S.H., saat dikonfirmasi awak media,.membenarkan laporan tersebut dan mengatakan saat ini laporan sedang dalam proses.

"Siap, lagi berjalan ya.,tim sedang bekerja,", ujarnya singkat melalui Pesan Whatsapp.
Kemudian, Plt Kadispora Muara Enim, Aidi, S.T. M.T., ketika dikonfirmasi awak media terkait hal tersebut, menyatakan akan menghormati ketentuan hukum yang berlaku yang sedang diproses oleh Aparat Penegak Hukum (APH).

"Kita hormati proses yang saat ini sedang dilakukan oleh APH, tentunya pelaksanaan selama ini telah dilakukan sesuai dengan ketersediaan dana untuk pembangunan tersebut yang didampingi oleh tenaga teknis dari OPD teknis,", jelasnya via pesan Whatsapp.

Perlu diketahui, sejatinya Gedung Serba Guna di desa Tapus tersebut, pernah mejadi sorotan publik pada medio 2020 yang lalu, lantaran kondisi gedung yang tak selesai alias setengah jadi.

Hasil informasi yang didapat, ternyata pembangunan gedung serbaguna tersebut merupakan hasil aspirasi masyarakat melalui Reses anggota DPRD kabupaten Muara Enim, yang diusulkan kepada pemerintah melalui Dispora dan dibangun pada tahun 2019.

Hadiono, selaku anggota DPRD yang mengusulkan pembangunan Gedung tersebut, saat dikonfirmasi awak media kala itu, membenarkan bahwa gedung itu merupakan usulannya kepada pemkab Muara Enim yang merupakan aspirasi dari masyarakat Desa Tapus, melalui reses DPRD.

Namun menurutnya, perihal proses pembangunannya, dirinya kurang begitu paham, namun terkait kondisi gedung yang setengah jadi, menurutnya mungkin terkendala anggaran yang belum mencukupi dan akan dilanjutkan di tahun yang akan datang.

"Mungkin anggaran tidak cukup untuk menyelesaikan pembangunannya, nanti akan dianggarkan kembali di tahun depan,", jelasnya saat dikonfirmasi awak media pada tanggal 5 September 2020 yang lalu, di kediamannya di desa Tapus. ( Palendra/Fajri)

Some say he’s half man half fish, others say he’s more of a seventy/thirty split. Either way he’s a fishy bastard.

0 Comments: