Akibat Pemberhentian Sepihak "Hayatun Lapor Ke PTUN"

0 Comments


Barometer99, Kota Langsa -
Kisruh pemberhentian dan pengangkatan Kaur Pemerintahan Gampong Paya Bujok Seuleumak, Kecamatan Langsa Baro, Pemko Langsa yang mana sudah berjalan selama 6 ( Enam Bulan) akhirnya berujung ke meja hijau.

Dalam hal ini Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara (PTUN) Propinsi Aceh yang akan memproses perkara atas laporan Kaur Pemerintahan Pada Gampong Paya Bujok Seulemak, Hayatun Nufusa (Kaur Pemerintahan yang Lama) merasa keberatan atas pemberhentian dirinya yang diajukan Sekdes Elvi Faisal kepada pihak kecamatan dan itu menurutnya tidak sesuai prosedur atau dengan kata lain dilakukan sepihak dengan tidak adanya kelengkapan administrasi terkait pemberhentian tersebut, diungkapkan Hayatun Nufus yang merasa di dzolimi saat dijumpai di Aksa Cafee Jalan, Islamic Centre, Gampong Paya Bujok Seuleumak, Kecamatan Langsa Baro, Kotaangsa, Sabtu, 19 Juni 2021, Sekira pukul : 11.30 wib.

Hayatun Nufus juga memaparkan Bahwa, Permasalahan pengangkatan dan pemberhentian saya dari Kaur Pemerintahan dilakukan sepihak oleh Sekdes (Elvi Faisal) pemberhentian ini juga tidak sesuai prosedur mekanisme yang berlaku yaitu dengan cara memberikan surat peringatan dari mulai surat peringatan pertama (SP1), peringatan Kedua (SP2), dan surat peringatan ketiga (SP3), hal ini sama sekali tidak dilakukan oleh Sekdes dan juga Geuchik.

"Sehingga saya bertanya-tanya apa salah saya, sebut Hayatun Nufus seraya menambahkan, selama saya bekerja sebagai KAUR di Gampong, saya ikuti semua aturan sebagaimana petunjuk penggunaan Anggaran Dana Desa (ADD), jadi apa salah saya hingga begitu mengebu-gebu mereka untuk memberhentikan saya secara sepihak, tuturnya dengan nada heran, Tegas Hayatun Nufus.

Lebih lanjut dirinya mengatakan, "Untuk memperjelas permasalahan yang terjadi pada saat itu, saya tanyakan kepada geuchik terkait penandatanganan rekomendasi surat pemberhentian terhadap saya tersebut, geuchik (Kades) Syafi'i menjawab, "saya dipaksa menandatangani rekomendasi surat pemberhentian tersebut, tiru Hayatun Nufus sebagaimana dikatakan geuchik kepadanya.

Selain Geuchik yang di intimidasi oleh mereka, menurut dugaan saya, kata dia lagi, pegawai Kecamatan juga mendapat perlakuan yang sama, hal ini terlihat dari dikeluarkannya surat rekomedasi pemberhentian saya terkesan tergesa-gesa dimana hanya selang dua hari dari tanggal rekomendasi diajukan, surat pemberhentian itu langsung dikeluarkan oleh pihak Kecamatan, tutupnya.

Sementara, Di tempat yang sama Geuchik gampong (desa) Paya Bujok Seuleumak, Kecamatan Langsa Baro, Kota Langsa, Syafi'i saat disoalkan terkait perkara tersebut mengatakan, "Saat ini perkara itu sudah dalam penanganan pihak PTUN Banda Aceh. Dan saya juga sudah dipanggil kesana untuk memberikan penjelasan tentang perkara itu, jadi kita tunggu saja hasilnya bagaimana nanti, kata Syafi'i..

Hingga berita ini diturunkan, Sekdes gampong tersebut dan Kaur Pemerintahan M.Taufit guna perimbangan pemberitaan belum berhasil dijumpai untuk dikonfirmasi lebih lanjut terkait perkara tersebut.(*)

Editor : JBI

Some say he’s half man half fish, others say he’s more of a seventy/thirty split. Either way he’s a fishy bastard.

0 Comments: