Berbagai Upaya Dilakukan Kanwil Kemenkumham Aceh "Giat Penguatan WBK - WBBM dan Pengendalian Kinerja Wilayah Gladia Alasga"

0 Comments


Barometer99, Banda Aceh -
Berbagai upaya dilakukan oleh Kantor Wilayah Kemenkumham Aceh dalam mengoptimalkan perencanaan, pengendalian program, dan pelaporan pada seluruh unit pelaksana teknis di daerah.

Hal ini dilakukan dalam rangka mewujudkan pembangunan zona integritas menuju WBK/WBBM.

Untuk itu, Bidang Program dan Humas Kemenkumham Aceh melakukan kunjungan kerja ke wilayah tengah Aceh, Kamis, 03 Juni 2021, lalu.

Adapun yang menjadi lokasi kunjungan yaitu Rutan Takengon, Kantor Imigrasi Takengon, Rutan Bener Meriah, Lapas Blangkejeren, dan Lapas Kutacane.

Turut serta dalam rombongan Kabag Program dan Humas, Mahyadi, Kasubbag Program dan Pelaporan, Arabi, dan sejumlah staf.

Pasca dicanangkan pada awal tahun 2021 silam, penguatan pembangunan zona integritas menuju WBK/WBBM terus dilakukan.

Mahyadi mengatakan, kunjungan kali ini mempunyai beberapa agenda penting. Selain bertujuan untuk melakukan penguatan WBK/WBBM, kunjungan kerja tim kali ini juga bermaksud untuk pengendalian kinerja pada UPT di daerah.

Pada lawatan ke Rutan Takengon, Mahyadi meninjau langsung dapur dan mengecek kebersihannya. Menurutnya hal ini harus diperhatikan karena sudah menjadi tanggung jawab untuk memastikan para warga binaan mendapatkan makanan yang bersih dan bergizi.
Selain itu dirinya juga menyempatkan diri untuk melihat kondisi sarana dan prasarana kerja.

Lebih lanjut, dalam pengarahannya yang juga dihadiri oleh jajaran Kantor Imigrasi Takengon tersebut, Mahyadi berpesan untuk terus bekerja dengan baik dan ikhlas dalam mengabdi.

“Bekerja dengan ikhlas merupakan satu hal yang harus dilakukan setelah bekerja dengan keras dan cerdas,” ungkapnya.

Sedangkan pada Lapas Blangkejeren, Mahyadi memberikan semangat dan motivasi kepada seluruh pegawai untuk tetap memberikan kontribusi yang tinggi pada instansi. Kendati dalam kondisi pandemi, Ia berharap tidak mengganggu kinerja. Bahkan bukan hanya itu, Kabag Program dan Humas tersebut berharap pegawai lapas untuk lebih inovatif dalam memberikan kemudahan layanan di masa pandemi ini. Ia berpesan untuk tidak melakukan kesalahan sedikitpun, karena hal itu akan berdampak pada proses meraih predikat WBK/WBBM.

Mahyadi menambahkan, pelayanan yang baik merupakan hal yang ingin diberikan oleh instansi. Untuk itu dirinya berharap tidak ada lagi pungli dan bentuk gratifikasi lainnya pada lembaga pemasyarakatan.

Hal itu bukan hanya menggagalkan dalam meraih WBK/WBBM, lebih buruk Ia mengatakan bahwa hal tersebut bukan cerminan dari pelayanan prima dan tata nilai PASTI Kemenkumham.

Kemudian saat di Kutacane, Mahyadi memberikan arahan kepada seluruh jajaran Lapas Kutacane dan Bapas Kutacane. Ia memberikan penguatan pembangunan zona integritas kepada seluruh jajaran khususnya tim Pokja ZI.

Selain itu, Ia meninjau kondisi lapas dan WBP. Sembari memantau kondisi Lapas, Mahyadi menjelaskan terkait dengan pembangunan Lapas baru. Selaras dengan itu, Kasubbag Program dan Pelaporan, Arabi mengatakan sudah saatnya Kutacane membangun bangunan Lapas baru dikarenakan kondisi Lapas yang lama sudah tidak layak untuk digunakan.

“Kita berharap bersama untuk memperjuangkan bangunan lapas yang baru,” tutupnya.

Kunjungan kerja kali ini mendapatkan beberapa temuan di lapangan. Hasil temuan ini akan ditindaklanjuti untuk dibahas sehingga ditemukan rekomendasi dan solusinya, demikian pungkas Mahyadi.(*)

Editor : JBI

Some say he’s half man half fish, others say he’s more of a seventy/thirty split. Either way he’s a fishy bastard.

0 Comments: