Kakanwil Kemenkumham Aceh Gelar Audensi Dengan Bupati Bireuen "Atasi Over Kapasitas di Lapas Bireuen"

0 Comments


Barometer99, Bireuen -
Upaya Penanganan Over-Capacity di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Bireuen sejak 2019 telah membuahkan hasil positif.

Penghibahan Lahan sejak 27 Juli 2020 di kawasan Kecamatan Juli, tepatnya di lintas nasional Bireuen – Takengon Km 8, dekat dengan Batalyon Infanteri Raider Khusus 113/Jaya Sakti oleh Bupati Bireuen, Dr. H. Muzakkar A. Gani, S.H., M.Si. untuk Lapas Kelas IIB Bireuen.

Bertempat di ruang kerja Bupati Bireuen, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Aceh, Drs. Meurah Budiman, S.H., M.H. didampingi Kepala Divisi Keimigrasian, Sjachril, S.Sos., Kepala Lapas Kelas IIB Bireuen, Abas Ruchandar A.Md. IP., S. Sos., M.A.P, serta Kepala Sub Bidang Pengelolaan Benda Sitaan, Barang Rampasan Negara, dan Keamanan, Indra Gunawan, S.H. laksanakan audiensi dan silaturahmi pada Jumat siang, 04 Juni 2021 lalu, usai tinjau lokasi lahan dimaksud.

Dalam kunjungannya, Kakanwil menyampaikan hasil dari kunkernya ke Lapas Bireuen.

Lapas Kelas IIB Bireuen sendiri per tanggal 4 Juni 2021 tercatat menampung 482 (Empat Ratus Delapan Puluh Dua) WBP dan Tahanan dari kapasitas ideal 65 (Enam Puluh Lima). Secara persentase, Lapas BireĆ¼en telah menampung 642% dari kapasitas maksimalnya. Alasan inilah yang menjadi dasar pertimbangan perlu dibangunnya Blok hunian baru agar dapat memberikan pelayanan yang lebih baik pada WBP maupun pada masyarakat sekitar lembaga.

Langkah-langkah pemugaran, renovasi, perluasan, dan pembangunan gedung UPT selain memungkinkan terpenuhinya hak-hak WBP secara utuh, juga merupakan langkah antisipatif terhadap gangguan keamanan dan ketertiban, yang kemudian secara tidak langsung juga menjalankan fungsi mengayomi masyarakat di sekitar lembaga. Dengan adanya sarana prasarana yang memadai, Kakanwil juga optimis dapat meningkatkan kualitas keamanan dan ketertiban serta menjaga ditegakkannya protokol kesehatan pada UPT pemasyarakatan.

Secara matematis, Over-kapasitas yang sekarang terjadi bukanlah hal yang mengejutkan, dengan luas tanah 3.309 m2, dan luas bangunan 1.850 m2, serta jumlah penghuni yang lebih dari 6x lipat kapasitas ideal. “Lahan yang dihibahkan oleh Pemerintah Kabupaten hampir 10x lipat lebih luas dari lahan yang sekarang, sehingga apabila memungkinkan, dapat memiliki kapasitas lebih kurang 650 (Enam Ratus Lima Puluh) WBP dan Tahanan, sehingga tidak terjadi over kapasitas, korelasinya sangat erat dengan deteksi dini gangguan kamtib, serta penerapan protokol kesehatan yang disiplin.” Pungkas Kepala Kantor Wilayah dalam Acara audiensi tersebut.(*)

Editor : JBI

Some say he’s half man half fish, others say he’s more of a seventy/thirty split. Either way he’s a fishy bastard.

0 Comments: