Kejagung RI Lakukan Pemeriksaan dan Penahanan Terhadap 2 TSK Dugaan TIPIkOR PT. Bank Syariah Mandiri Sidoarjo

0 Comments


Barometer99, Jakarta -
Tim Jaksa Penyidik pada Direktorat Penyidikan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (JAM PIDSUS) Kejaksaan Agung melakukan pemeriksaan dan penahanan terhadap 2 (dua) orang Tersangka dalam Perkara Dugaan Tindak Pidana Korupsi terkait Pemberian Fasilitas Pembiayaan PT. Bank Syariah Mandiri Kantor Cabang Sidoarjo kepada Debitur PT. HASTA MULYA PUTRA, Senin, 07 Juni 2021.

Tersangka yang diperiksa antara lain:

1. FAR selaku Karyawan Swasta PT. Mega Hidro Energi Surabaya dan Pelaksana Marketing Support/Sales Assistant PT. Bank Syariah Mandiri Kantor Cabang Sidoarjo Tahun 2010 s/d 2014. Saksi diperiksa terkait pendalaman peran Tersangka dalam perkara dimaksud.

2. PZR selaku Manager Operasional PT. Mega Hidro Energi Surabaya dan Kepala Cabang PT. Mandiri Kantor Cabang Sidoarjo Tahun 2007 s/d 2013.

Saksi diperiksa terkait pendalaman peran Tersangka dalam perkara dimaksud.

Sementara itu, kasus posisi dalam Perkara Tindak Pidana Korupsi terkait Pemberian Fasilitas Pembiayaan PT. Bank Syariah Mandiri Kantor Cabang Sidoarjo kepada Debitur PT. HASTA MULYA PUTRA, dapat dijelaskan sebagai berikut.

Pada tahun 2013 PT. Hasta Mulya Putra melalui Direkturnya yang bernama Tersangka ERO mendapatkan fasilitas pembiayaan dari PT. Bank Syariah Mandiri Kantor Cabang Sidoarjo sebesar Rp. 14.250.000.000,- (empat belas milyar dua ratus lima puluh juta rupiah) untuk membiayai usaha modal kerja pengerjaan proyek pembangunan Ruko dan perumahan di Kota Madya Madiun.

Fasilitas pembiayaan tersebut dicairkan dalam 3 (tiga) tahap, yaitu : tahap 1 tanggal 23 Agustus 2013 sebesar Rp.7.500.000.000,- (tujuh milyar lima ratus juta rupiah), tahap 2 tanggal 3 September 2013 sebesar Rp. 2.000.000.000,- (dua milyar rupiah) dan tahap 3 tanggal 3 Oktober 2013 sebesar Rp.4.750.000.000,00 (empat milyar tujuh ratus lima puluh juta rupiah).

Pemberian fasilitas pembiayaan tersebut dilakukan tidak sesuai dengan ketentuan yang berlaku dan menggunakan 9 (sembilan) bilyet deposito senilai Rp.15.000.000.000,00 (lima belas milyar rupiah) milik Lim Chin Hon (warga negara Malaysia) sebagai jaminan/agunannya.(*)


Editor : JBI

Some say he’s half man half fish, others say he’s more of a seventy/thirty split. Either way he’s a fishy bastard.

0 Comments: