Ketua DPD Projo Sumsel Sarankan Pemkot Bersikap Tegas Terkait Pendirian Gereja HKBP

0 Comments

Barometer99- PALEMBANG,- Ketua DPD Projo sumsel sayangkan pernyataan dari Idrus Rofik anggota DPRD kota palembang fraksi PKS yang mengatasnamakan masyarakat menolak pendirian tempat ibadah Gereja HKBP di Alang-alang Lebar Palembang.

Sebelumnya beredar di media online. Dalam Rapat Paripurna dengan agenda pandangan umum terhadap rancangan peraturan daerah (Raperda) Kota Palembang Tahun 2021 tanggal 7 Juni 2021 yang lalu, Anggota DPRD Kota Palembang dari Fraksi PKS membacakan Pandangan umum terkait rencana pendirian rumah ibadah bagi umat Kristen, pendirian rumah ibadah Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) yang beralamat di Kelurahan Talang Kelapa, Kecamatan Alang-alang Lebar (AAL). Ketua DPD Projo Sumsel H. Hidayat Comsu, SE menyayangkan atas pernyataan tersebut, Rabu (09/06/2021).

Menurut Idrus Rofik Anggota DPRD kota Palembang dari Fraksi PKS, bahwa rencana pendirian rumah ibadah Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) tersebut ditengah pemukiman warga, dan dianggap tidak sesuai dengan syarat, sehingga warga sekitar menolak rencana pembangunan rumah ibadah tersebut, atas dasar itu ia mendesak walikota agar bersikap tegas terkait rencana pendirian rumah ibadah HKBP tersebut, agar tidak terjadi polemik bagi masyarakat yang dikutip dari Ampera.co"

Ketua DPD Projo Sumsel H. Hidayat Comsu, SE angkat bicara soal pernyataan anggota Fraksi PKS DPRD Kota Palembang Idrus Rofik. Soalnya fakta yang ia temukan dilapangan tidak sesuai dengan pernyataan yang disebutkan oleh anggota DPRD kota Palembang dari Fraksi PKS tersebut.

"Pasalnya saat saya mendatangi lokasi rencana pembangunan rumah ibadah HKBP yang beralamat Kelurahan talang kelapa Kecamatan Alang-alang Lebar, saya melihat bahwa lokasi tempat rencana pendirian rumah ibadah HKBP tersebut jauh dari pemukiman penduduk dan sudah memenuhi persyaratan dan persetujuan Masyarakat,"Ungkapnya.

H. Hidayat Comsu, SE yang merupakan Staf Khusus Gubernur Sumatera selatan Bidang kebudayaan ini menambahkan, "Saya sangat menyesalkan pandangan umum dari anggota Fraksi PKS DPRD Kota Palembang Idrus Rofik yang tidak turun langsung ke lokasi rencana pembangunan rumah ibadah HKBP Kelurahan talang kelapa Kecamatan Alang-alang Lebar, lalu mengatasnamakan masyarakat untuk menolak rencana pembangunan rumah ibadah tersebut,"Kata Comsu
Lebih lanjut ungkap Comsu "Saya sebagai Umat Muslim dan masyarakat Sumsel mengharapkan agar semua masyarakat Sumatera selatan dapat bersatu dan jangan membeda-bedakan antar Suku, ras dan agama, jika persyaratan dan perijinan sudah dilengkapi kenapa harus dipersulit, diketahui Sumatera selatan saat ini dikenal dengan kerukunannya (Zero Konflik),Saya berharap jangan sampai terjadi perkelompokan antara mayoritas dan minoritas, ungkap H. Hidayat Comsu, SE.

Menurut H. Hidayat Comsu, SE, sebaiknya Pemerintah Kota Palembang agar sigap mengambil tindakan tegas, jika rencana pembangunan rumah ibadah HKBP dianggap sudah sesuai dengan persyaratan dan perijinan yang lengkap janganlah di persulit untuk rekomendasi pembangunan rumah ibadah tersebut, agar tidak memicu konplik antar umat beragama. 

"Saran saya alangkah baiknya Pemerintah kota Palembang untuk memanggil lintas agama dan dikumpulkan untuk meminta pendapat dari mereka atas pendirian rumah ibadah HKBP tersebut,"paparnya.

Ditempat berbeda, Ir. Tumbur Marpaung yang merupakan Ketua pembangunan pelaksana pendirian rumah ibadah HKBP hanya berharap agar Pemerintah Kota Palembang untuk mempermudah pihaknya dalam memberikan rekomendasi pembangunan rumah ibadah HKBP di Kelurahan Talang Kelapa, Kecamatan Alang-alang Lebar (AAL) Palembang. 

Ir. Tumbur Marpaung juga menuturkan bahwa informasi yang diterima masyarakat bahwa pendirian rumah ibadah HKBP tersebut terbesar se-Asia tenggara dan didanai oleh Patikan. Ia menyangkal informasi yang beredar tersebut, soalnya HKBP ini berpusat di Pearaja Tarutung-Sumatera Utara. Dan bukan terbesar diasia seperti yang beredar dimasyarakat. Informasi yang beredar tersebut tidak benar Ungkapnya.

"Kami hanya mohon pengertian dari pemerintah Kota Palembang agar mempermudah pihaknya mendapatkan rekomendasi, karena selama ini kami kesulitan untuk menjalankan ibadah setiap minggu, yang jaraknya sangat jauh dari tempat tinggal kami.” Harapnya. (Yon) 

Some say he’s half man half fish, others say he’s more of a seventy/thirty split. Either way he’s a fishy bastard.

0 Comments: