Luncurkan SAE "Lapas Kelas III Lhoknga Implementasi Keterampilan Produktif Serta Mengedukasi Masyarakat"

0 Comments


Barometer99, Lhoknga -
Sebagai komitmen dalam penyelenggaraan pembinaan kepada Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), Lembaga Pemasyarakatan Kelas III Lhoknga meluncurkan Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) yang telah dimulai pada Mei lalu.

SAE adalah kegiatan pembinaan di luar tembok (extramural treatment) melalui implementasi keterampilan dalam kegiatan produktif serta mengedukasi masyarakat terhadap kegiatan pembinaan kemandirian yang dilakukan Lembaga Pemasyarakatan. SAE bertujuan untuk mengoptimalkan pembinaan kemandirian dengan membaurkan narapidana ke tengah masyarakat dan membuka peluang partisipasi serta edukais bagi masyarakat tentang kegiatan dan hasil produk di lapas sehingga dapat terciptanya citra positif penyelenggaraan sistem pemasyarakatan.

SAE yang bisa juga dijadikan destinasi wisata bagi masyarakat ini diresmikan langsung oleh Kepala Lapas Kelas III Lhoknga, Yusrizal. Kegiatan peluncuran SAE turut dihadiri seluruh pejabat struktural dan juga pegawai Lapas Lhoknga.

Dengan memanfaatkan lahan kosong terbuka di area luar lapas, SAE ini dihadirkan bagi warga binaan pemasyarakatan (WBP) yang tengah menjalani masa asimilasi guna mengembangkan kemampuan serta kreativitas dan meningkatkan perekonomian.

Dalam sambutannya, Rabu 07 Juni 2021, Kalapas Kelas III Lhoknga, Yusrizal mengungkapkan bahwa pembangunan Sarana Asimilasi dan edukasi (SAE) merupakan bentuk upaya dari Lapas Kelas III Lhoknga untuk mendukung Resolusi Pemasyarakatan dengan menyelenggarakan pembinaan dan pemberdayaan yang maksimal kepada warga binaan.

Dia mengatakan, SAE bisa berguna pula bagi masyarakat. Masyarakat bisa belajar bercocok tanam dan berkebun di SAE Lapas Lhoknga ini terlebih karena letaknya di luar area lapas.

"Masyarakat yang ingin datang dan belajar di Sarana Asimilasi dan Edukasi ini sangat diperbolehkan untuk datang ke sini," ujarnya.

Dirinya juga mengungkapkan akan terus melakukan sosialisasi dan juga promosi kepada masyarakat sekitar mengenai keberadaan SAE ini.


"Kami akan mengupayakan agar banyak masyarakat yang bisa mengambil manfaat dari SAE yang kami buka".

Kalapas Lhoknga turut mengapresiasi setinggi-tingginya segenap petugas dan stakeholder yang telah berpartisipasi membangun sarana ini.

Pembangunan SAE bukan sekedar pembangunan sarana baru saja melainkan juga sebuah muara dari program pembinaan kemandirian dari Lapas.

Seperti halnya pengerjaan pertukangan, meubelair, pertanian dan perkebunan merupakan hasil karya WBP yang telah sebelumnya dibimbing oleh tim Pembinaan Kemandirian Lapas berkerjasama dengan BLK. Dalam pembangunan SAE, Lapas Kelas III Lhoknga menggandeng Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Lhoknga untuk mempersiapkan lahan yang akan ditanami produk pertanian. Warga Binaan yang bekerja di Sarana Asimilasi dan Edukasi juga tidak sembarangan.

Sebelumnya mereka harus melalui proses sidang TPP oleh Tim Pengamat Pemasyarakatan. Persyaratan yang paling utama yaitu warga binaan tersebut harus berkelakuan baik dan tidak pernah melakukan pelanggaran.

Pembangunan Sarana Asimilasi dan Edukasi Lapas Kelas III Lhoknga didasarkan pada surat keputusan Direktur Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia Nomor PAS-403.PK.01.04.04 Tahun 2021 Tentang Penyelenggaraan Sarana Asimilasi dan Edukasi di Lembaga Pemasyarakatan.

Dalam surat keputusan ini, Lapas Kelas III Lhoknga ditetapkan sebagai salah satu UPT Pemasyarakatan di lingkungan Kantor Wilayah Aceh sebagai penyelenggara SAE. Untuk Lapas Lhoknga sendiri, kegiatan yang difokuskan yaitu pertanian, meubelair, dan salon/barbershop.(*)

Editor : JBI

Some say he’s half man half fish, others say he’s more of a seventy/thirty split. Either way he’s a fishy bastard.

0 Comments: