Krisis Kepercayaan Diri Terhadap Eksitensi Perempuan

0 Comments

 
Barometer99- MATARAM-NTB. Dengan kepercayaan diri kita bisa bersyukur atas apa yang dimiliki dan dapat menjalani kehidupan untuk bisa memperhitungkan pilihan atas keputusan diri. Tapi karena kita hidup dalam kehidupan sosial, lingkungan juga mempengaruhi individu dalam menilai sesuatu termaksud eksitensi perempuan itu sendiri.

sekarang zaman modern,  perempuan tidak hanya bisa bersaing dengan perempuan lain tapi juga bisa dengan laki-laki melalui intelektualnya. kalau perempuan masih saja dengan pemikiran bahwa saya nggak cantik, nggak seksi, nggak bisa ini dan lainya. Gimana mau bersaing keberadaanya saja sudah diragukan. kalau dilihat dan kita amati sebenarnya perempuan banyak memiliki kemampuan dan  mengembangkan kemampuan itu sebenarnya. Bukan karena perempuan itu cantik, badan yang wow tetapi karena pola pikir, mental itu yang seharusnya di utamakan.

Pemikiran-pemikiran bahwa saya nggak cantik dan yang selalu rendahin diri bukan berarti kalian itu tidak digunakan dan dimusnahkan, pemikiran itu adalah pemikiran yang sangat keliru. Banyak perempuan yang memiliki kelebihan tetapi mereka tidak sempurna akan fisik seperti Kanya Amberlee Sesser sang  inspiratif, wanita tanpa kaki yang dulunya di buang kini sukses jadi model.

Kita bisa lihat sendiri bahwa banyak perempuan lain yang bisa mengembangkan kapabilitas dengan kekurangan fisik mereka. Tetapi memang di zaman sekarang krisis kepercayaan diri sudah menjadi hal yang urgent karena kita sudah di doktrin akan hal itu. Ada sebutan “Keadilan sosial bagi yang good looking”,  yang artinya segala hal yang tampak cantik diluar walau melakukan suatu kesalahan besar orang-orang akan menerimanya. Dan akhirnya kebanyakan anak muda yang tidak lain perempuan berlomba-lomba merawat diri agar bisa di akui di lingkungan sosialnya dan di lingkungan luas.

Orang yang telah kehilangan rasa kepercayaan diri juga bukan karena tidak cantik  mungkin karena dalam hal  krisis diri, depresi, hilang kendali, merasa tak berdaya dan banyak lainya.

Menurut lauster (2002:4) kepercayaan diri merupakan suatu sikap atau keyakinan atas kemampuan diri sendiri sehingga dalam tindakan-tindakanya tidk terlalu cemas ,merasa bebas untuk melakukan hal-hal yang sesuai keinginan dan tanggung jawab atas perbuatanya, sopan dalam berinteraksi dengan orang lain, memiliki dorongan prestasi  serta dapat mengenal kelebihan dan kekurangan diri sendiri.

Perempuan itu harus menjadi perempuan yang mampu melihat kapabilitas diatas kemampuannya itu sendiri. Jangan hanya bisa melihat dan menilai bahwa saya kurang putih, masih hitam, kurus dan lain sebagainya, Dan terus menyalahkan diri sendiri. Hal yang demikian adalah hal yang sangat miris bagi perempuan.

Tips dari saya sendiri agar tidak krisis kepercayaan diri yaitu dengan banyak membaca, lihat teman bermain dan liingkungan kemudian terus mengembangkan kemampuan tanpa menyalahkan diri sendiri. Jika memiliki teman yang lebih darimu ajak dia  untuk belajar bersama, jangan pernah membenci dengan kelebihan orang lain. Jadikan itu untuk memotivasi mu dan jauhi rasa menyalahkan keadaan termaksud dirimu sendiri. Orang yang tidak memiliki kepercayaan diri adalah orang yang tidak bersyukur dan menyiksa diri sendiri.

Untuk bisa mengurangi rasa insecure dalam diri kita memang sangat sulit karena ini berkaitan dengan perasaan. Dan perasaan setiap orang berbeda-beda tergantung bagaimana individu menangkap suatu hal. Bisa saja kita mencoba untuk lebih mensyukuri apa yang ada yang diberikan oleh Tuhan, lebih melihat kelebihan-kelebihan yang ada pada diri kita walaupun hanya hal kecil saja, menutup mata jika kita melihat hal-hal yang akan menambah rasa insecure kita, menutup telinga dari perkataan-perkataan orang sekitar yang menghina fisik atau warna kulit kita, belajar untuk tidak peduli perkataan orang lain dan menyibukkan diri pada hal-hal yang kita sukai, tapi kita tetap harus merawat diri kita sebagai bentuk menghargai ciptaan-Nya.

Penulis : Sarafiah
Mahasiswa Komunikasi Penyiaran Islam, Fakultas Dakwah.
Universitas Islam Negri Mataram.
Email : Sarafiahsyamsudin@gmail.com

Some say he’s half man half fish, others say he’s more of a seventy/thirty split. Either way he’s a fishy bastard.

0 Comments: