Wagub NTB dan Kapolda Beserta Forkopimda Bahas Pemutahiran Data Covid

0 Comments


Barometer99- MATARAM-NTB. Polda NTB memfasilitasi rapat koordinasi antisipasi kenaikan angka (eskalasi/red) pasien covid-19 di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), di ruangan Comen Center Polda NTB, jalan Langko Kota Mataram, Jumat (18/6/2021).

Rapat itu membahas terkait beberapa hal termasuk pemutakhiran data Covid, Wakil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah mengatakan, data sangat penting dalam menyamakan persepsi.

Dia juga mengingatakan semua pihak agar tidak lalai dengan data, dia menilai bahwa dari data itu kinerja pemerintah provinsi NTB bisa terlihat oleh pusat.

"sebagai contoh, kinerja rumah sakit sudah baik, tetapi kalau data yang di sajikan jelek, maka akan tetap saja dianggap jelek," ungkapnya.

Untuk itu dia berharap setiap orang yang terkait dengan data itu untuk tetap serius dan fokus agar tidak terjadi kesalahan, supaya data yang ditampilkan sesuai dengan kenyataan.

Kedepan pihaknya akan berorientasi kepada All New Recerd, kabupaten dan kota akan diminta untuk mengupdate data setiap saat agar sesuai dengan data terkini.

"jangan sampai data All New Record beda dengan data yang sebenarnya, sebab data yang dibaca pusat adalah data All New Record," katanya

Terkait kondisi zona merah yang masih tercatat, dengan nada sedikit menyindir dia mengatakan bahwa itu bukan data yang sebenarnya, tentunya itu yang menjadi bahan evaluasinya untuk mengupdate data yang sebenarnya.

Dia mencotohkan terhadap pasien sembuh, dikatakan, kalau pasien yang isolasi mandiri terkadang dia tidak terupdate.


"pasien yang isolasi mandiri terkadang tidak terupdate, walaupun sudah sembuh dan sudah berkeliaran kemana-mana datanya tidak diputihkan, ini bisa patal akibatnya," tegasnya.

Untuk itu rapat koordinasi yang diinisiasi Kapolda NTB itu sangat diapresiasi oleh Wagub NTB yang akrab disapa Ummi Rohmi itu.

Merespon hal itu dalam waktu dekat Kapolda NTB Irjen Pol Mohammad Iqbal akan koordinasi dengan Kapolres Jajarannya untuk melakukan pemutakhiran data disetiap kabupaten dan Kota di NTB agar tidak terjadi kesalahan dan juga supaya sesuai dengan kenyataan.

Sementara ini Iqbal menyebutkan Lombok Timur keluar sebagai kabupaten yang paling rapi dalam pendataan sementara sedangkan  yang paling amburadul adalah Lombok Tengah.

"kalau kita sudah bekerja maksimal, sementara datanya masih amburadul sama juga bohong, sehingga data yang terlihat menjadi jelek," jelasnya.

Dikatakan, Karena amburadulnya data Kaplolda menganggap itu yang menjadi penyebab NTB terlihat jelek di seluruh indonesia, bahkan dunia padahal belum tentu sesuai dengan kenyataannya.

"kalau begini yang rugi masyarakat, orang luar yang mau datang ke NTB jadi enggan, karena data yang tidak sesuai," imbuhnya.

Sebagai upaya pencegahan terjadinya hal itu Iqbal akan memberikan Reward bagi yang terbaik, seperti halnya Lombok Timur.

Lombok timur dinilai bagus dalam Covid Handlingnya, semua steakholder aktif untuk mencari tahu, seperti Bupati, Sekda dan SKPD terkait lainnya sehingga dia terlihat baik dan paling bagus di NTB.

Sementara kabupaten yang terlihat amburadul bisa jadi karena datanya yang tidak terupdate seperti halnya Lombok Tengah.

"per 16 juni 2021, Lombok Tengah menjadi yang terburuk untuk saat ini, data yang buruk bisa saja merepresentasikan kinerjanya yang buruk, tetapi bisa juga tidak," katanya.

Untuk itu dia bersama Korem dan stakeholder lainnya berkomitmen untuk terus membantu pemerintah untuk membenahi semuanya.

Selain itu Kampung Sehat akan menjadi senjata andalannya untuk mengembalika kondisi, nantinya pada kampung sehat akan diberikan hadiah bagi kabupaten terbaik untuk menyemangati mereka melakukan perubahan.

(Syf-14).
Sumber : Kabid Humas Polda NTB.

Some say he’s half man half fish, others say he’s more of a seventy/thirty split. Either way he’s a fishy bastard.

0 Comments: