213 karyawan PT, Supreme Isoman Di Hotel Lahat, Bupati Panggil Pimpinan Perusahaan

0 Comments

Barometer99- LAHAT,- Terkait dengan adanya Karyawan PT Supreme Energy, yang melakukan isolasi mandiri covid- 19 di wilayah Kabupaten Lahat Provinsi Sumatera Selatan, Karyawan tersebut yang terpapar covid 19 berjumlah 213 yang rata rata berasal dari daerah luar bukan masyarakat kabupaten Lahat, di ketahui 113 berada di mes pemukiman dan 110 berada di beberapa hotel di kabupaten Lahat, Maka dengan hal tersebut pihak Pemkab Lahat memanggil langsung pihak Perusahaan Supreme Energy untuk mempertanyakan hal tersebut dengan rapat koordinasi bersama. Bertempat di Ruang Op Room Pemkab Lahat, Kamis (22/7/2021).

Pertemuan tersebut dilakukan dengan mematuhi prokes kesehatan, yang langsung dipimpin oleh Bupati Lahat, didampingi langsung Wakil Bupati Lahat, PJ Seketaris Daerah (Sekda) Lahat, pihak Polres Lahat, pihak Kodim 0405 Lahat, Jajaran Kepala SKPD di lingkup Lahat, Camat Lahat, Lurah Pasar Baru, Lurah Pasar Lama, Kepala Desa (Kades) Manggul serta Pengusaha Hotel dan pihak Perusahaan PT Supreme Energy.

Dalam paparan dari PT Supreme Energy Rantau Dedap yang disampaikan oleh Prengki mengatakan terima kasih atas kesempatan yang diberikan kesempatan di dalam menjelaskan tentang isolasi Mandiri yang dilakukan oleh Karyawan PT Supreme Energy di kawasan Kabupaten Lahat.

“Disini Saya mewakili Perusahaan mohon maaf atas kelalaian kami yang telah terlambat untuk meloporkan tentang karyawan kami yang terkena covid- 19 dan di isolasi mandiri di wilayah Kabupaten Lahat. Untuk total Karyawan Reaktif dan Positif 604 Karyawan, total isolasi di Lahat sebanyak 213 Karyawan, total isolasi di Palembang sebanyak 388 Karyawan dan perawatan di Rumah Sakit berjumlah 3 Karyawan. “ungkapnya.

"mulai meladaknya kasus covid- 19 di Karyawan pada tanggal 27 Juni 2021, dimana banyak nya karyawan kami yang pulang kampung dan kembali lagi ke lokasi dalam keadaan terpapar covid 19, kami bingung dan dengan keterbatasan tempat untuk isolasi maka dari itula kami mengirim karyawan kami ke hotel dan mes yang ada di kabupaten Lahat di karenakan jarak dengan lokasi yang terdekat" jelas prengki
“Langka- langka yang dilakukan hari pertama masuk kerja dilakukan Rapid antigen dan PCR test, bila mana hasil PCR test nagative dilanjutkan dengan karintina selama 6- 7 hari namum pada hari ke 5 dilakukan Rapid antigen dan PCR test, bilamana hasil PCR test negative maka pada hari ke 7 atau 8 baru diizinkan untuk kembali kerja, “tambahnya.

Sementara tanggapan Bupati Lahat Cik Ujang, SH mengatakan dalam hasil sidak semalam sangat di sayangkan banyak karyawan PT Supreme Energy Rantau Dedap yang lagi menjalankan isolasi mandiri di kawasan Kabupaten Lahat banyak yang keluar dari tempat isolasi, tentu sangat membahayakan bagi masyarakat Kabupaten Lahat.

“Disini saya menegaskan kepada pihak Perusahaan agar dapat berkoordinasi dengan tim Gugus Tugas Covid- 19 Kabupaten Lahat, tentang masuk keluar Karyawanya, dan jangan lagi lalai seperti ini lagi, karena sudah banyak masyarakat Lahat yang terpapar civid 19, mohon kerja samanya dan kompak didalam memutus mataratai covid- 19 di Kabupaten Lahat, jika masih lalai maka saya akan perintahkan untuk menutup jalan di kota agung menuju ke PT. Suprame.” tegas bupati Lahat.

Lanjutnya untuk para Karyawan PT Supreme Energy yang lagi menjalankan isolasi mandiri di kawasan Kabupaten Lahat agar untuk disatukan dan dicari tempatnya isolasi mandiri, agar mudah diawasi dan didirikan posko bersama di Kecamatan Kota Agung.

“Saya disini meminta juga kepada pihak Perusahaan membuat surat pernyataan agar jangan terulang kembali lagi kejadian seperti ini, apa bila masih melanggar kami dari Pemerintah Kabupaten Lahat akan menutup jalan yang menuju ke PT Supreme Energy di Kota Agung.” pungkas Cik Ujang. (Nita) 


Publikasi: Yon

Some say he’s half man half fish, others say he’s more of a seventy/thirty split. Either way he’s a fishy bastard.

0 Comments: