Polsek Kota Dompu Amankan Unras Karang Taruna Bogenfeil di Desa Kareke

0 Comments


Barometer99- DOMPU-NTB. Berawal dengan ketidak puasan dan tidak tranparasi dalam memutuskan kebijakan kepala Desa, Lembaga karang taruna Bogenfiel lakukan Aksi unjuk rasa  yang bertempat di kantor Desa Kareke Kabupaten Dompu 05/07/2021.

Kegiatan aksi unjuk rasa oleh karang taruna Bogenfiel di kantor Desa Kareke dengan jumlah massa sekitar 20 orang.

Dalam aksi unjuk rasa yang dikoordinir oleh Ketua Karang Taruna Iswanto.

Iswanto selaku ketua Koordinator menyampaikan oransi politik dan menuntut kepala desa agar : 1). Transparansi dalam Anggaran Lembaga Karang Taruna ; 2). Menolak pembebasan dan pembelian lahan untuk pembangunan Penggilingan padi ; 3). Revisi Kepengurusan BPD.

Kapolsek Kota Ipda Arif, Padal Pam IPDA Jubaidin,  Kanit IV Sat Intelkam Polres Dompu Bripka Carles Fredrick  dan anggota dengan Kepala Desa Kareke M. Arsyad Salam, S. Sos,  terkait dengan  yang akan menerima atau menanggapi tuntutan dari masa aksi serta tetap menghimbau kepada masa aksi untuk mematuhi protokol kesehatan.

Massa aksi diterima langsung oleh kepala Desa dan Ketua BPD Desa Kereke.
 
Ketua BPD Amudin, terkait dengan tuntutan karang Taruna menyampaikan mengenai pembebasan lahan itu bertujuan untuk pembuatan gedung serba guna desa dengan anggaran dasar 550 juta, dengan lokasi tanah di Doro nggudu dengan harga tanah 750 juta atas hal tersebut desa tidak jadi melakukan pembelian, karena harga tanah tidak sesuai dengan anggaran desa.ungkapnya.


Ia juga menjelaskan, kami juga telah mengundang semua elemen masyarakat untuk perubahan anggaran APBDes, namun ketua karang taruna di wakili oleh sekretaris karang taruna, timbul kesempatan untuk pembelian lahan lain. katanya.

Ada program Gapoktan dari dinas pertanian dan ketahanan pangan bahwa ada proyek penggilingan yang akan di kelola oleh Gapoktan dengan syarat desa harus memiliki lahan dan visit bangunan, atas hal tersebut dilakukan perubahan anggaran dengan anggaran dasar 550 juta di bagi dua untuk pembelian tanah dan pembangunan visit bangunan. jelasnya.

Kepala Desa M. Arsyad Salam, S. Sos,  juga menanggapi pendemo, kami mengucapkan terima kasih atas hadirnya masyarakat yang menyuarakan aspirasinya. Tidak hanya Anggaran operasional karang taruna yang dilakukan perubahan, semua anggaran untuk operasional yang lain juga dilakukan hal yang sama untuk penanggulangan. Paparnya.

Dengan adanya permasalahan yang timbul maka akan dilakukan pembahasan kembali untuk menyelesaikan permasalahan tersebut dan kami juga berharap apabila timbul permasalahan lainnya diselesaikan secara musyawarah, jangan sampaikan berkelanjutan dengan merusak fasilitas ataupun aksi pemblokiran jalan. Pintanya.

Masa aksi tidak menerima tanggapan dari ketua BPD, kami tidak menerima atas penyampaian dari ketua BPD. Kami meminta ketua BPD untuk mengundurkan diri karena dinilai kurangnya kinerja BPD dan kami menolak atas kesepakatan rencana pembelian tanah oleh pemerintah desa milik dari ketua BPD.

Kami meminta pemerintah desa untuk memfasilitasi masyarakat dengan BPD untuk revisi pengurus dan ketua. Pungkasnya.

(Syf-14).
Sumber : Kabid Humas Polda NTB.


Some say he’s half man half fish, others say he’s more of a seventy/thirty split. Either way he’s a fishy bastard.

0 Comments: