Sarimuda, Petarung Tak Kenal Kata Menyerah

0 Comments

Barometer99- PALEMBANG,- Kali ini inspirasi saya muncul saat memilah-milah siapa tokoh berikutnya yang akan saya tulis setelah HD dan AN. Dan tanpa ragu saya memilih nama H. Sarimuda (SM).

Apa esensi yang ingin saya ungkapkan kepada pembaca dari ketokohan seorang SM ? Padahal boleh dibilang predikat "spesialis runner up" sering diistilahkan oleh sebagian tokoh2 politik kepada beliau.

Ya, jika dilihat dari rekam jejak politik SM memang kelihatannya dewi fortuna belum berpihak padanya.
Empat kali mengikuti kontestasi pilkada kota Palembang, SM gagal merebut puncak kekuasaan tertinggi sebagai Walikota. 

Bahkan pada pilwako thn 2013 beliau "nyaris" memenangkan kontestasi tersebut, namun ternyata takdir menentukan lain.

Saya tidak akan mengulas secara mendalam tentang kronologis perjalanan politik SM, karena dulu diberbagai media sudah banyak yang mengulasnya.

Namun saya lebih tertarik untuk memahami jiwa petarung SM, yg seakan memiliki "nyawa rangkap" didalam kancah perpolitikan di Sumsel maupun di kota Palembang.

Seorang petarung pastinya memiliki nyali macan. Didalam kamus hidupnya tidak mengenal arti kata,"Takut" atau gentar.

Bahkan seolah SM tak ada matinya dalam kancah politik. Meski beberapa kali mengalami kekalahan, SM selalu bangkit lagi dan tetap survive. Jujur, tidak banyak tokoh yang memiliki nyali macan dan mental baja seperti SM.
Oleh karena itu siapapun patut memberikan rasa hormat dan respek kepada beliau sebagai petarung sejati.
Dan satu lagi kelebihan SM, yakni kemampuannya menggalang massa pendukung yang militan. Tentu kita masih ingat dengan organisasi sosial kemasyarakatan FAKEM (Forum Amal Kematian) yang dibentuk oleh SM, maka SM berhasil membangun jaringan yang mengakar dan solid.

Aktifitas sosial yang dilakukan FAKEM mampu menarik simpati masyarakat luas di kota Palembang.
FAKEM mampu memobilisasi warga untuk kepentingan perjuangan politik SM, dan mampu mengimbangi pergerakan politik incumbent yang notabene bertumpu pada kekuatan mesin politik birokrasi.
Sayang, sekali lagi sayang, dewi fortuna belum berfihak kepadanya. 

Lantas apakah SM tenggelam dengan beberapa kegagalan karir politiknya,? Tidak !, justru saat ini SM kembali menunjukkan jatidirinya sebagai tokoh mumpuni yang mampu bangkit dari keterpurukan.

Banyak kalangan tokoh2 di Sumsel yang angkat topi terhadap SM, dimana saat ini beliau mendapat kepercayaan dari gubernur HD untuk memegang kendali perekonomian di kawasan Tanjung Api2 sebagai dirut PT. Sriwijaya Mandiri Sumsel.

Kawasan yang sangat strategis sebagai pintu gerbang perekonomian Sumsel dimasa depan. Dengan berbagai pengalaman baik dibidang pembangunan infrastruktur, bisnis, politik dan sosial, maka sosok SM merupakan sosok yang kapabel untuk mampu mengubah wajah tanjung api2 menjadi kawasan ekonomi khusus (KEK) Tanjung Api2 yang juga diberikan otoritas untuk mengelola serta mengatur transportasi batu bara melalui track khusus, kerjasama dengan PT. KAI.

Dan sebagai salah satu dari sekian banyak orang yang menaruh respek terhadap beliau, saya memberikan apresiasi dan dukungan moril, semoga SM mampu mengemban misi mulia tersebut.

Memang sejatinya, kesuksesan bisa datang dari mana saja, dan kadang tak dapat di prediksi. Doa saya semoga pak Sarimuda tetap diberikan kesehatan lahir dan batin untuk terus memberikan karya dan pengabdian terbaik bagi pembangunan di Sumsel.

Terima kasih pak SM karena telah memberikan warna yg kuat dalam perpolitikan di Sumsel dan khususnya Kota Palembang. Satu kalimat apresiatif buat beliau "Politik tanpa kehadiran SM maka akan terasa hambar".



Penulis: Suparman Romans 
Publikasi: Yon

Some say he’s half man half fish, others say he’s more of a seventy/thirty split. Either way he’s a fishy bastard.

0 Comments: