Tampilkan postingan dengan label Peristiwa. Tampilkan semua postingan

Gerak Cepat Pihak Kepolisian Polda Sumsel Tanggapi Keluhan Keluarga Mitra




Barometer99- PALÈMBANG-SUMSEL.
Kehilangan kontak dengan keluarga maupun rekan-rekan sejawat Nopriansyah alias Yayan saat ini sudah ditemukan. Rabu, 15 September 2021.

Kekompakan awak media di Sumatera Selatan pantas di acungi jempol. Saudari selfi wartawati yang sehari-harinya bertugas di Polresta Palembang melalui pesan Whatsapp meminta bantuan melalui grup WhatsApp Pokja Polrestabes. Sekitar pukul 18.04 WIB (13 September 2021), segera ditanggapi oleh AKBP Andi Supriadi kasat narkoba Polresta Palembang.
" Sudah ketemu jangan ketek laporan", pesan AKBP Andi.

Informasi semakin berkembang perihal sdr.Yayan yang putus kontak dengan keluarganya sejak tanggal 5 September 2021.

Sampai pada akhirnya dalam 1X 24 Jam tepatnya pada pukul 15.10 Wib Tim Subdit IV Keamanan Negara mendapatkan informasi tentang keberadaan Sdr. YAYAN di Cendrawasih Homestay  Jalan Merpati Rajawali Palembang. Selanjutnya Tim langsung berangkat ke Cendrawasih Homestay.

Pukul 15.30 Tim sudah tiba di Cendrawasih Homestay dan langsung berkoordinasi dengan penjaga Homestay untuk meminta izin menemui penghuni di Kamar 208.

Kemudian Tim langsung mengetuk kamar 208 dan meminta Sdr. YAYAN untuk membuka kamarnya dan selanjutnya Sdr. YAYAN membuka pintu kamar tersebut dan bertemu dengan Tim. Kemudian mengantarkan saudara Yayan pulang kerumah orang tuanya.

Pukul16.04 WIB, orang tua (Ibunya Yayan) menghubungi wartawan media ini yang mengatakan bahwa Yayan sudah berada di rumah. Adapun tibanya Yayan diantar dari pihak kepolisian. " Yul, Mama ngabar ke, Yayan sudah balik dianter bapak polisi", ungkap ibunya Yayan terharu melalui video call.

"Yayan belum biso diajak ngobrol Yul, ini bae langsung tidok", imbuhnya.


Dari pihak keluarga Sdr Yayan maupun keluarga besar wartawan Sumatera Selatan mengapresiasi kinerja kepolisian serta kepeduliannya kepada mitra beserta keluarga.

Ini semua berkat bantuan dari Pihak Kepolisian Polda Sumsel khususnya Tim Subdit IV Keamanan Negara di bawah pimpinan dir intelkam Polda Sumsel Kombes Pol Ratno Kuncoro.

Sangat disayangkan saudara Novriansyah belum bisa dikonfirmasi. Dikarenakan begitu pulang ke rumah langsung tidur.

Keluarga besar Sdr. Novriansyah dan rekan rekan sejawat Mitra Polda Sumsel beserta insan Pers Sumsel menghaturkan terima kasih banyak kepada semua pihak yang telah membantu menemukan sdr. Yayan Khususnya kepada mitra kami pihak kepolisian daerah Sumatera Selatan. Salam Hormat dan Jaya Selalu Polri🙏🏻🇮🇩

(Red)




Kasus Perundungan dan Pelecehan Pegawai KPI, Berikut Peryataan Sikap Forum Lingkar Pena


Barometer99- DEPOK - JABAR. Publik Indonesia saat ini sedang diramaikan dengan  kasus perundungan dan pelecehan  seksual yang menimpa salah  seorang pegawai KPI Pusat  berinisial MS, yang dilakukan oleh  beberapa rekan kerjanya.  

Terkait dengan kasus tersebut, melalui suratnya nomor SKR-122/BPP/FLP/INT/IX/2021 FLP telah menyampaikan pernyataan sikap yang disampaikan kepada Forum Lingkar Pena (FLP) di seluruh dunia.

Adapun, surat pernyataan sikap yang ditandatangani oleh  Ketua Umum BPP FLP Yeni Mulati, S.Si., M.M. dan Sekjen BPP FLP Ganjar Widhiyoga, Ph.D pada sabtu 4 September 2021 kemarin adalah sebagai berikut ; 

Pertama, MS adalah anggota FLP  aktif, yang tergabung di FLP  Cabang Jakarta. Rekan-rekan di  FLP Jakarta memberikan  kesaksian, bahwa MS adalah  sosok berkepribadian baik, serta  banyak terlibat dalam kegiatan-kegiatan literasi.   

Kedua, FLP mengapresiasi sikap  cepat tanggap yang dilakukan oleh  KPI Pusat dan pihak Kepolisian  dalam merespons kasus MS.  

Sebagaimana rilis yang dikeluarkan  KPI Pusat, saat ini para pelaku  sudah dinonaktifkan. Kepolisian  juga sudah mulai memproses  hukum pelaku perundungan dan pelecehan seksual tersebut.  

Ketiga, FLP mendesak kepolisian  untuk segera menetapkan pelaku  sebagai tersangka, dan terus memberikan perlindungan terhadap korban.  

Keempat, Mengajak seluruh  anggota FLP dan masyarakat  untuk terus mengawal kasus ini,  hingga pelaku mendapatkan hukuman sesuai dengan undang-undang yang berlaku. 

Kelima, FLP terus mendampingi  korban dan memberikan dukungan  moral, serta pendampingan psikologis, agar korban dan keluarga segera pulih dari trauma. 

Demikian pernyataan sikap dari  FLP.  Semoga dapat memberikan  kontribusi untuk terciptanya  kondisi yang lebih baik. Tutup (red/ril)

Pesawat Udara TNI AL Laksanakan Misi Search and Rescue Pencarian Nelayan Tenggelam


Barometer99- Puspenerbal, (19 /07).
Pesawat Udara TNI AL CN 235-220MPA dengan nomor lambung P-8305 dari satuan Skuadron 800 Wing Udara 2 Puspenerbal yang berada dibawah kendali Guspurla Koarmada I dalam Operasi Siaga Segara-21 melaksanakan Patroli Udara Maritim dan misi Search and Rescue 17 kapal nelayan yang hilang di perairan Pontianak, Kalimantan Barat Minggu kemarin (19/7), akibat cuaca buruk karena diterjang ombak.
Pesawat Udara P-8305 dengan Captain Pilot Lettu Laut (P) Aditya Mulyarajasa berdasarkan perintah dari Komando Pengendali dalam hal ini Lantamal XII Pontianak melaksanakan penerbangan dengan rute Pontianak menuju daerah operasi pada ketinggian jelajah 3.000 kaki atau sekitar 900 mdpl mencari keberadaan korban menggunakan metode paralel mode pada enam titik kordinat dengan jarak 80Nm dari bandara Supadio Pontianak dengan luas area pencarian 825Nm ke arah barat yang sebelumnya telah dilaksanakan ploting pada peta udara.
Pesawat Udara TNI AL P-8305 melaksanakan komunikasi dengan stake holder yang melaksanakan pencarian dari jalur laut pada frequensi 156.8mhz serta berkordinasi ketat dengan Lantamal XII Pontianak. Dibantu dengan KRI Usman Harun-359 dan KRI Kerambit-627 pada pencarian hari ke 5 ini walaupun hasil pencarian masih belum membuahkan hasil maksimal, tetapi tidak mengurangi semangat crew untuk tetap konsisten mengemban tugas sebuah misi kemanusiaan untuk melaksanakan pertolongan dan pencarian korban tenggelam sebanyak 17 kapal motor (KM) nelayan pada tanggal 13 Juli 2021. 

Setelah menyisir tempat titik terjadinya kecelakaan kapal nelayan yang diterjang ombak, Pesawat Udara TNI AL CN 235-22MPA/P-8305 selesai melaksanakan misi Search and Rescue dan mendarat dengan aman di Bandara Supadio Pontianak. Pencarian akan dilanjutkan keesokan harinya dengan mengerahkan seluruh kemampuan yang dimiliki(red).

Sumber : Kabagpen  Puspenerbal

Sadis, Kelompok Teroris OPM Bunuh 5 Warga Sipil Di Kampung Bingki

Barometer99- PAPUA- (25/06)
Lima warga sipil kembali menjadi korban kesadisan Kelompok Teroris OPM saat melakukan penembakan dan penganiayaan di Kampung Bingki, Kabupaten Yahukimo, Papua pada Kamis (24/6/2021).

Dari informasi yang diterima, penembakan tersebut berawal dari penghadangan terhadap truk milik PT Papua Crenoma yang dikemudikan oleh Pentol (nama panggilan) dijembatan Kali I saat akan mengambil material pembuatan jembatan. Karena ketakutan, pentol memutar balik arah ke Kampung Bingki dan truk sempat ditembak yang mengenai kaca spion bagian kanan.

Tidak berapa lama, kelompok teroris OPM dengan membawa senjata mendatangi Kampung Bingki dan melepaskan tembakan sehingga menewaskan lima warga sipil yang satu diantaranya bernama Obaja warga Kampung Bingki saat mencoba menghadang kelompok teroris tersebut.

“Benar telah terjadi penembakan tersebut, dari informasi yang kami terima lima warga tewas, empat orang merupakan tukang yang sedang membangun rumah warga dan satu orang merupakan warga di kampung tersebut,” jelas Kapen Kogabwilhan III Kolonel CZI IGN Suriastawa, saat dikonfirmasi pada Kamis (24/6) malam melalui sambungan telepon.

Suriastawa menilai penghadangan truk PT Papua Crenoma yang dilakukan kelompok teroris OPM (diduga kelompok teroris Tandius Gwijangge) sebelum terjadinya penembakan di Kampung Bingki itu, sebagai aksi teror untuk menghambat jalannya pembangunan jembatan yang sedang dilaksanakan PT Papua Crenoma.

“Mereka ini kan teroris, yang tidak ingin Papua dibangun menjadi maju dan sejahtera serta menjadikan masyarakat sipil sebagai korban aksi-aksi terornya,” ujarnya.

Ia pun mengatakan tindakan tegas dan terukur pemerintah melalui aparat TNI-Polri terhadap kelompok teroris sudah sangat tepat. Dan dengan kembali terjadinya teror sadis ini dapat membuka mata semua pihak, bahwa kelompok teroris OPM musuh bersama yang harus dilawan bersama agar tidak ada lagi korban dikemudian hari (red).

Kapolda Sumsel : Masyarakat Harus Waspada Jumlah Hot Spot diSumsel Bertambah


Barometer99- PALEMBANG. Kapolda Sumsel Irjen Pol Prof Dr Eko Indra Heri S MM melalui Kabidhumas Polda Sumsel Kombes Pol.Drs Supriadi.MM didampingi Kasubbid Penmas AKBP Iralinsah,SH Sabtu 19/06/2021, pada kesempatan itu mengatakan " Sebentar lagi wilayah provinsi ini dan sekitarnya memasuki musim kemarau yang biasanya ditandai kebakaran hutan dan lahan. Untuk menghadapi hal tersebut perlu dilakukan tindakan pencegahan dan penanganan yang serius dan segera dari jajaran Polri khususnya di Polda Sumsel sebagai bentuk dan tanggung jawab tugas dalam menghadapi karhutla  di provinsi yang memiliki kawasan hutan sekitar 3,5 juta hektare itu", Paparnya.


"Berdasarkan data, ada 10 Kabupaten dan Kota yang memiliki potensi terjadinya karhutla yakni Kota Palembang, Kabupaten Musi Banyuasin, Ogan Ilir, Ogan Komering Ilir, Muara Enim, OKU Timur, Lahat, Musirawas dan Kabupaten Musirawas Utara", jelas KBP Supriadi.

Ditambahkan Kabid humas Polda Sumsel "Langkah yang diambil untuk menanggulangi  karhutla adalah dengan kesiapan Polda Sumsel dengan menggelar perlengkapan, kendaraan serta personel Satgas Karhutla sehingga apabila terjadi kebakaran hutan dan lahan dengan cepat dan sigap para petugas serta peralatan/kendaraan dinas yang sudah disiapkan dapat bergerak dengan cepat untuk menuju lokasi kebakaran dan melakukan pemadaman api", ,ucap Supriadi MM.

Selain itu pihaknya juga akan melakukan penyebaran maklumat larangan membakar lahan dan hutan pada musim kemarau, sosialisasi dan mitigasi bahaya kebakaran hutan dan lahan di wilayah hukum Polda Sumsel untuk melakukan pencegahan dan penanggulangan karhutla. Pihaknya bersinergi dengan BPBD Provinsi, Kabupaten/Kota, Babinsa dan Masyarakat Peduli Api di masing-masing wilayah. 

"Semoga upaya pencegahan dan penanggulangan  karhutla dapat berjalan dengan maksimal sehingga Sumsel dapat terhindar dari bencana kabut asap yang dapat menimbulkan gangguan berbagai aktivitas dan kesehatan masyarakat," lanjut KBP Supriadi.,MM
 
Jumlah titik panas (hotspot) yang terdeteksi di Provinsi Sumatera Selatan mulai meningkat seiring berakhirnya musim hujan sehingga masyarakat diminta mewaspadai kebakaran hutan dan lahan.
Data Dinas Kehutanan Sumsel dari pantauan satelit LAPAN, Kamis, mencatat jumlah hotspot sejak 1 Januari hingga 27 Mei 2021 mencapai 333 titik di seluruh kabupaten/kota, kecuali Kota Lubuklinggau dan Palembang.

Jumlah hotspot pada periode 1-27 Mei 2021 mencapai 134 titik, lebih tinggi dibanding periode April sebanyak 122 titik, Maret 2021 (49 titik), Februari 2021 (17 titik), dan Januari 2021 (11 titik).

Sedangkan Kabupaten OKI Paling banyak ditemukan hotspot, yakni 76 titik, disusul Musi Banyuasin (43 titik), Lahat (42 titik), Banyuasin (38 titik), PALI (37 titik), Musi Rawas (25 titik), dan Ogan Ilir (17 titik).

"Memang ada peningkatan sedikit, tapi masih aman," kata Kepala Bidang Penanganan Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumsel, Ansori .

Namun salah satu hotspot di Ogan Ilir menimbulkan kebakaran lahan seluas dua hektare di sisi Jalan Tol Palembang-Indralaya (Palindra) KM 15 Desa Sri Banding pada selasa malam (15/06).

Kebakaran lahan tersebut berlangsung selama lima jam dan berhasil dipadamkan tim gabungan TRC BPBD Ogan Ilir, manggala agni, Polres Ogan Ilir dan masyarakat peduli api Desa Sri Banding.

"Kebakaran terjadi di area semak belukar lahan gambut," ujar Ansori.
Personel satgas diminta bersiaga dan masyarakat diminta waspada dengan kondisi cuaca kering yang mulai melanda sebagian wilayah Sumsel seiring masuknya musim kemarau", tutupnya.
(YL)

Ketua DPW IMO-Indonesia Beserta Jajaran Megutuk Keras Pembunuhan Terhadap Wartawan


Barometer99- PONTIANAK-
Peristiwa pembunuhan, Sabtu dini hari, (19/06/2021) terhadap Mara Salem (Marsal) Harahap, Pemred dan sekaligus pemilik lassernewstoday.com ditanggapi oleh Jono Darsono  Ketua  DPW IMO-Indonesia(Ikatan Media Onlen Indonesia) Provinsi Kalimantan Barat Berserta Jajaran Pengurus dan anggotanya, IMO Kalbar mengecam keras dalang dibalik pembunuhan wartawan tersebut.

Jono yang juga pemilik Media MPGINWES.ID mengutuk tindakan kekerasan dan pembunuhan kepada Marsal. Katanya, tindakan kekerasan kepada awak media akhir-akhir ini sangat mengkhawatirkan dan meresahkan. 

"Perlu tindakan tegas dan kongkrit dari penegak hukum terutama pihak kepolisian untuk menangkap siapa dalang dan pelakunya. Kita harap Kepada aparat penegakan hukum untuk memberikan hukuman seberat-beratnya kepada pelaku. Kalau perlu hukuman mati, karena hal ini termasuk pembunuhan berencana," terang Jono Darsono Ketua DPW IMO-Indonesia Kalbar, Sabtu (19/06/2021) di Jl.Ateri Supadio Sugai Raya,Kubu Raya.

"Ia Menerangkan tindakan kekerasan terhadap wartawan atau insan pers merupakan tindakan kejahatan kemanusiaan dan termasuk pelanggan ham berat,Sebab Wartawan Profesi dilindungi UUD.

" DPW IMO-Indonesia  mendesak kepolisian agar dalam waktu dekat bisa mengungkap siapa dalang dan pelaku pembunuhan. Termasuk katanya, kepolisian diharapkan bisa membongkar motif pembunuhan Marsal Harahap. 

"Pembunuhan kepada awak media diharapkan segera bisa diungkap secara terang-terangan kepada publik," desak JONO.

Tambah dirinya mengatakan, Pers merupakan salah satu pilar dan tonggak demokrasi karena sangat penting dan strategis fungsi, peran dan tugasnya dalam mengawal demokrasi. Sementara ancaman terhadap profesi seorang wartawan semakin nyata dan relatif tinggi dengan berbagai motif tindakan kekerasan terhadap wartawn yang bertugas di lapangan.

"Padahal sebagaimana UU 40/1999 tentang pers  dijamin dan mendapat perlindungan hukum dari negara," jelasnya.

Untuk itu lanjutnya, dia berharap para insan pers di tanah air agar semakin solid dan tidak ciut nyalinya. Dimana terus berjuang menyajikan informasi teraktual disertai dedikasi yang tinggi, profesional, berani dan berintegritas.

"Saya atas nama pribadi,dan seluruh pengurus IMO-Indonesia DPW Kalbar Turut Berduka Cita mendalam, dan keluarga yang berduka semoga diberikan ketabahan. Untuk para awak media terus semangat selalu dan jangan kendor. Mari kita lawan kekerasan kepada insan pers," pungkas Jono Darsono yang sering disapa Bung Jon, memberikan semangat.

Roh/Red

Dompet Hitam Mr X Masih Ada KK Atas nama Samsudin Lubuklinggau


Barometer99- Rejang Lebong - Mayat Mr X yang di temukan masyarakat di Sungai Kelingai Antara Desa Ujan Panas dengan Desa Muara Telita Kecamatan Padang Ulak Tanding (PUT) Kabupaten Rejang Lebong Propinsi Bengkulu Minggu 13/6 2021 siang sekitar Pukul 11.30.Wib sudah di bawa ke Puskesmas PUT .

Saat petugas dari Polsek PUT di bantu Anggota Koramil 409-03 PUT di TKP sungai Sungai Kelingi ,petugas menemukan dompet warna hitam yang masih tersimpan di saku celana lepis milik korban tersebut di temukanya 3 buah ATM ,1 lembar KK dan uang dengan total 251 ribu rupiah .

Kapolres Rejang Lebong Polda Bengkulu AKBP Puji Prayitno Sik MH melalui Kapolsek PUT IPTU Tomy Sari SH membenarkan di temukan dompet warna hitam yang ada di saku celana lepis korban .

"Dari KK yang di temukan itu ada nama Samsudin dengan alamat Jalan Bukit Sulap no 20 RT 06 Kelurhan Wirakarya Kota Lubuklinggau .selain itu ada nama Eni Suwarti ,Susi Antasari dan Rima Deni ,Putri Juliyana serta Marni Oktari dan terakhir ada nama M Sueharta "ujar Kapolsek PUT.

Lebih lanjut kata Tomy di dalam dompet korban juga di temukan 3 buah kartu  ATM diantaranya BRI ,Bank Sumsel Babel dan BCA dan Kartu ATM atas nama Eni Suwarti ",jelasnya .

Namun dompet warna hitam yang di temukan petugas itu dalam keadaan basah ,sehingga KK itu dengan kondisi basah sehingga namanya yang tercantum dalam KK itu kurang jelas tulisanya karena basah .

Untuk saat ini jenazah Mr X itu sudah di bawah ke Rumah Sakit Kota Lubuk Linggau guna visum ,karena di Puskesmas PUT tidak ada Doktornya ,"kata Kapolsek .

Kapolsek PUT mengimbau kepada masyarakat yang merasa kehilangan sanak kelurganya untuk mengecek di Rumah Sakit Kota Lubuklinggau .(Grng).

Mayat Mr X Mengapung Di Sungai Kelingi

Barometer99- Rejang Lebong - Masyarakat Desa Ujan Panas dan Desa Muara Telita Kecamatan Padang Ulak Tanding ( PUT) Kabupaten Rejang Lebong Propinsi Bengkulu mendadak geger .


Pasalnya masyrakat di dua desa yang bertetangga itu menenmukan sosok mayat MRX berjenis kelamin laki laki yang usianya di perkirakan kurang lebih 30 Tahun dengan ciri ciri tidak berbaju ,lepis panjang dengan ikat pinggang hijau .

Mayat MRX itu di temukan masyarakat mengapung di sungai Kelingi dan tersangkut di bebatuan .

Salah satu warga setempat yang enggan di sebutkan namanya mengatakan mayat MRX itu di temukan 13/6 2021 sekitar pukul 11.30.Wib siang dengan posisi terlungkup dan keadaan kepala berdarah yang di sebabkan luka .

Kapolres Rejang Lebong Polda Bengkulu AKBP Puji Payitno Sik MH melalui Kapolsek PUT IPTU Tomy Sari SH membenarkan ada kejadian penemuan mayat MRX yang di temukan hanyut di sungai Kelingi .

"Ya benar saat ini personil dari Polsek PUT sudah di TKP dan korban rencanaya akan di bawah ke Puskesmas PUT .(Grng)

EKM Penyebar Hoaks Di Papua Kerap Berkomunikasi Dengan Veronica Koman, DPO Kasus di Surabaya


Barometer99- PAPUA- (12/06).
Penangkapan terhadap EKM Ketua KNPB-OPM wilayah Merauke yang juga pemilik akun Facebook Manuel Metemko mengungkap fakta bahwa EKM sering berkomunikasi dengan Veronica Koman yang menjadi DPO sebagai tersangka dugaan provokasi dan penyebaran informasi bohong insiden asrama mahasiswa Papua di Surabaya, Jawa Timur.

Kedua nama diatas adalah pendukung kelompok teroris OPM, yang sama-sama selalu menyebar berita bohong atau hoaks, provokasi, kebencian antar pribadi maupun kelompok masyarakat. 

"Yang bersangkutan aktif komunikasi dengan DPO Veronica Koman, yang menanyakan ada kejadian apa saja di Merauke" kata Kasatgas Humas Operasi Nemangkawi Kombes M. Iqbal Alqudusy dalam keterangannya, pada Jumat (11/6).

Disampaikan Iqbal, hal ini diketahui dari hasil penggeledahan terhadap isi ponsel milik EKM dan didapati chat melalui media sosial ada percakapan dengan Veronica Koman, salah satunya percakapan dimana Veronica menanyakan kebenaran dari 13 pelaku yang ditangkap karena dugaan makar. Dijawab oleh EKM hanya 6 orang yang diduga.

Diungkapkannya lebih lanjut, dari informasi yang didapat, kemudian oleh Veronica Koman dikait-kaitkan dengan pemerintah ataupun keberadaan aparat, dalam narasi negatif, berita bohong dan dijadikan isu miring, selanjut disebar melalui medsos.

Sebelumnya, pihak kepolisian juga telah menangkap VY juru bicara KNPB-OPM yang menjadi buronan Polisi sejak lama dengan berbagai catatan kriminal salah satunya kasus demo Agustus 2019 dan kasus rasisme.

VY yang pada Minggu (09/05/21) lalu, ternyata juga memiliki kaitan dengan Veronica Koman yang juga menjadi salah satu provokator kerusuhan Papua pada tahun 2019 itu. Selain sebagai penyuplai data untuk Veronica Koman, VY dan Veronica Koman juga bekerjasama menyebar berita bohong terkait isu Papua(Ril/red).

Kabar Duka Datang dari Menteri Menkumham Yasonna Laoly: Sang Istri Elisye W Ketaren Meninggal Dunia

Barometer99- Istri Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) Yasonna Laoly berpulang. Elisye W. Ketaren, meninggal dunia pada Kamis,10 Juni 2021.

Presiden Joko Widodo pun melayat ke Rumah Duka Sentosa, Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Subroto, tempat jenazah disemayamkan. Selanjutnya Presiden tampak tiba di rumah duka sekitar pukul 19.15 WIB.

Kedatangan Presiden disambut langsung oleh Menkumham Yasonna. Setelah masuk ke rumah duka, Presiden kemudian melihat langsung jenazah istri Menkumham sambil mendoakannya.

Bersamaan dengan Presiden melayat, Ketua Umum Hanura Bapak Oesman Sapta Odang juga berada dirumah duka. Setelah sekitar 25 menit melayat, Presiden Jokowi meninggalkan rumah duka.

Mendiang istri Menkumham, Elisye W. Ketaren meninggal dunia di Rumah Sakit Medistra, Jakarta Selatan pukul 15.25 WIB. Mendiang meninggalkan Empat (4) orang anak dan Enam (6) orang cucu. 
Rencananya, mendiang akan dimakamkan di San Diego Hills, Karawang. Sabtu, 12 Juni 2021.
(*)




Kebakaran terjadi di area kilang Pertamina Cilacap

Barometer99- Kebakaran terjadi di area kilang Pertamina Cilacap, Jawa Tengah, malam ini. Belum diketahui penyebab kebakaran yang terjadi di area kilang Pertamina Cilacap, Jawa Tengah, malam ini.


"Iya betul sekarang terjadi kebakaran di tanki nomor 39," kata petugas piket Damkar Cilacap, Adipras, saat dihubungi detikcom, Jumat (11/6/2021).

Adipras menyebut Damkar Cilacap mendapatkan laporan sekitar pukul 19.00 WIB. Ada satu unit mobil pemadam kebakaran yang dikerahkan.

"Tadi dapat laporan peristiwa sekitar pukul 19.00-19.30 WIB. Unit damkar meluncur 1 ukuran 5 ribu liter, personel 4 orang," jelas dia.

Hingga saat ini belum diketahui penyebab kebakaran tersebut. "Penyebab belum diketahui," terang Adipras.

Terpisah, Kabid Humas Polda Jawa Tengah, Kombes Iskandar F Sutisna, membenarkan adanya kebakaran di kilang Pertamina Cilacap.

"Hasil koordinasi dengan Pertamina RU IV Cilacap dan Kapolres Cilacap, memang benar terjadi kebakaran sekitar jam 18.30 WIB pada hari Jumat tanggal 11 Juni 2021 di Tangki T39 Komplek Kilang Paracilin PT Pertamina RU IV Cilacap," kata Iskandar dalam keterangannya.
(*/DD)

Kelompok Teroris OPM Tembak Mati 3 Warga Sipil, Salah Satunya Kepala Kampung Niporolome


Barometer99- PAPUA- Kelompok Teroris Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB)/Organisasi Papua Merdeka (OPM) telah menembak  mati tiga warga masyarakat sipil di kampung Niporolome Distrik Ilaga Kabupaten Puncak. 

Salah satu dari korban meninggal dunia adalah Patianus Kogoya  Kepala Kampung Niporolome, dua korban lainnya Petena Murib dan Nelius Kogoya, Jumat 4/6/21.

Tewasnya Kepala Kampung Niporolome dan dua warganya dilaporkan sekitar 50 warga kampung yang datang ke Polres Puncak sekitar pukul 11.15 WIT.

Selain itu tiga warga lainnya mengalami luka tembak, Mandis Murib luka di betis kanan, Lesminus Murib luka tembak di pergelangan kaki kanan dan Jelemina Wanimbo (perempuan) luka tembak di pelipis mata kanan.

Atas laporan itu, aparat gabungan TNI-Polri yang masih melakukan penyisiran di area bandara segera melakukan evakuasi jenazah korban penembakan tersebut.
Kasatgas Humas Ops Nemangkawi Kombes Pol M Iqbal Alqudusy mengatakan sekitar pukul 12.15 WIT, 2 jenazah berhasil dievakuasi yaitu Nelius Kogoya dan Petena Murib oleh pasukan TNI-Polri ke Puskesmas Ilaga, untuk 1 jenazah lagi masih dilakukan pencarian beserta korban luka-luka lainnya.
 “Atas penyampaian perwakilan dari warga sipil atas nama Enos Murib agar jenazah setelah diidentifikasi dapat kirim ke Kampung Niporolome untuk dikebumikan secara adat dan meminta perlindungan sepenuhnya dari aparat keamanan untuk menjaga warga masyarakat yang akan mengamankan diri ke kota Ilaga," kata Iqbal.

Sementara itu aparat TNI/Polri terlibat baku tembak dengan Kelompok teroris OPM sejak Jumat dini hari (04/06/2021) hingga pukul 11.30 WIT di sekitar Bandara Aminggaru Ilaga.

Tidak hanya itu, Kelompok Teroris OPM juga membakar Menara ATC di Kantor Unit Penyelenggara Bandara Udara (UPBU) dan Kantor AirNav di Ilaga, usai baku tembak dengan aparat TNI-Polri.

Sehari sebelumnya,  anggota Kelompok Teroris OMP juga menembak mati tukang bangunan Habel Alenti (30) di Kampung Eromaga, Distrik Emukia, Kabupaten Puncak.

Atas kejadian ini Kapen Kogabwilhan III, Kolonel CZI IGN Suriastawa saat dihubungi via telepon, Jumat (4/6) 
kembali menegaskan bahwa pembakaran bangunan disekitar Bandara Aminggaru dan penembakan terhadap warga sipil yang dilakukan kelompok teroris OPM itu, semakin membuktikan bahwa front bersenjata OPM adalah organisasi teroris.

“Semakin jelas bahwa yang dilakukan mereka (OPM) adalah aksi teror, yang menjadi musuh bersama untuk dilakukan tindakan tegas baik dari aparat keamanan maupun seluruh masyarakat,” ucapnya.

Menurut Suriastawa, kejadian ini telah direncanakan secara sistematis oleh tiga front perjuangan Kelompok teroris OPM. Front bersenjatanya melakukan pengerusakan dan pembunuhan. Front politik dan front klandestinnya membuat berita bohong dan memutar balikkan fakta. Biasanya media dan tokoh pendukung propaganda teroris OPM akan menyebarkan di media online dan media sosial, tambah Suriastawa.

Menurut pantauan redaksi, akun twitter Veronica Koman memang mengunggah postingan kejadian ini dan menuduh pelakunya adalah militer Indonesia.

Suriastawa menghimbau masyarakat untuk selalu mewaspadai provokasi dari kelompok teroris OPM yang selalu memutarbalikkan fakta dan menyebarkan hoaks dan narasi negatif tentang Papua. “Harus ada tindakan tegas terhadap front klandestin dan front politik yang jelas-jelas mendukung propaganda teroris OPM, seperti pernah disampaikan Menkopolhukam,” tegasnya.

Sampai berita ini diturunkan belum ada konfirmasi dan keterangan dari Bupati Puncak ataupun pejabat Pemda lain terkait kejadian ini.
(Ril/Red)

Kelompok Teroris Lekagak Talenggen Terdesak, Sebaiknya Menyerahkan Diri



Barometer99- Semua jalur pelariannya sudah dipetakan dan diketahui, bahkan sudah ada penguatan personel aparat keamananan di lokasi. Lekagak Telenggen yang merupakan salah satu pemimpin Kelompok teroris OPM mau kabur kemana lagi.

Hal ini ditegaskan Kapolda Papua Irjen Pol Mathius D Fakhiri di Jayapura, Minggu 23/5/21. Lebih lanjut Kapolda mengatakan solusi terbaik untuk teroris Lekagak Talenggen dan kelompoknya adalah menyerahkan diri dan menyerahkan senjata.

Satgas TNI-Polri yang tergabung dalam Satgas Nemangkawi terus membatasi pergerakan kelompok teroris Lekagak Telenggen yang bermarkas di Kampung Makki, Distrik Ilaga Utara, Kabupaten Puncak, Papua.

Personel Satgas Nemangkawi telah berhasil masuk ke Kampung Makki dan keberadaan kelompok teroris Lekagak Telenggen sudah bergeser.

Kapolda Papua, Irjen Mathius D Fakhiri memastikan, saat ini kelompok teroris Lekagak Telenggen itu sudah semakin terjepit, bahkan jalur pelariannya pun sudah dijaga oleh aparat TNI-Polri.

"Solusinya begitu (menyerah), syaratnya senjata kembalikan semua kepada pemerintah," ujar Kapolda.

"Lekagak ini sebenarnya juga tamu, Ilaga itu daerahnya Militer Murib, dia tuan rumah. Lekagak kalau tidak balik ke Puncak, tetapi di Puncak itu sudah di pagar betis jadi kecil kemungkinannya, jadi paling dekat dia ke Kuyawage, Lanny Jaya, kalau ke Balingga ada Puron Wenda," kata dia.

"Kalau tidak dia ke Intan Jaya, tapi kalau ke situ dia ambil risiko karena kita sudah tunggu di sana. Kalau dia memang hebat dia naik ke gunung di belakang Cartenz menuju Ugimba, tapi itu kalau dia punya nyawa dobel dia bisa lewat situ," kata Fakhiri.

Fakhiri juga menyebut, kelompok teroris Lekagak Telenggen bisa saja lari menuju Kabupaten Paniai. Namun hal tersebut dipastikannya tidak akan mudah karena jumlah aparat keamanan di Paniai sudah cukup banyak. "Paling tidak dia lewat belakang Beoga bisa ke Paniai, tapi kita sudah ingatkan Brimob di Paniai untuk waspada," pungkas Fakhiri.
(Ril/red)

DPO Kelompok Teroris Terinus Enumbi Penembak Letda Blegur di Tangkap Satgas Nemangkawi


Barometer99- Pasukan TNI-Polri yang tergabung dalam Satgas Nemangkawi berhasil menangkap LW, seorang anggota Kelompok Teroris Terinus Enumbi di Kabupaten Puncak Jaya, Papua. Minggu (23/5).

LW yang sebelumnya telah masuk Dalam Pencarian Orang (DPO) Kepolisian ini, merupakan salah satu pemasok senjata kelompok teroris Terinus Enumbi dan pelaku penembakan Almarhum Letda Blegur pada Agustus 2018 lalu. Disamping itu, LW juga pelaku perampasan senjata api milik seorang prajurit TNI yang kala itu sedang membawa sembako, pada Februari 2020 lalu. 

Kasatgas Humas Operasi Nemangkawi Kombes M. Iqbal Alqudusy mengatakan, LW telah masuk DPO yang diterbitkan sejak 9 Maret 2020 terkait  tindak pidana pencurian dengan kekerasan senjata api Laras panjang jenis SS1 V1 milik seorang prajurit TNI di Kampung Biak, Distrik Mewoluk, Kabupaten Puncak Jaya.

"LW ini sebelumnya telah masuk DPO Kepolisian," kata Iqbal, Minggu (23/5) malam. 

Iqbal menuturkan, saat ini LW masih dalam pemeriksaan di Polres Puncak Jaya, dan dijerat dengan Pasal 365 Ayat (1) KUHPidana dan  Pasal 55 Ayat (1) KUHPidana.

Kapen Kogabwilhan III, Kolonel CZI IGN Suriastawa membenarkan tentang penagkapan LW yang pada tahun 2016 silam pernah menyerahkan diri dan menyatakan kembali ke NKRI. “Namun tahun 2018, LW melakukan aksinya dengan menembak almarhum Letda Blegur dan satu anggotanya, kemudian mengambil senjata korban,” jelas Suriastawa.

Disampaikan Suriastawa, saat melakukan aksi-aksi terornya, LW tidak sendiri tetapi bersama dua rekan teroris lainnya. “Kini kedua teroris rekannya tersebut,  masih terus diburu aparat gabungan dari Satgas Newangkawi,” pungkas Suriastawa.
(Red)

Kelompok Teroris OPM Jadikan Masyarakat Sebagai Tameng Hidup

Baromter99- Selain dengan kondisi geografis dan medan yang sulit, faktor lain yang diakui menjadi kendala pasukan TNI-Polri yang tergabung dalam Satgas Nemangkawi dalam melakukan tindakan terhadap Kelompok Teroris OPM adalah dijadikannya masyarakat sebagai tameng hidup.

Hal ini menurut Kasatgas Humas Operasi Nemangkawi Kombes Polisi M. Iqbal Alqudusy, membuat pihaknya kesulitan dalam melakukan penindakan, karena tidak menginginkan adanya jatuh korban dari masyarakat.

Iqbal tidak menampik jika di lapangan kelompok teroris OPM lebih menguasai medan, karena kelompok ini lebih mengenal kondisi geografis Papua. “Ini adalah daerah tempat main nya mereka sejak kecil. Medan dan kondisi geografisnya luar biasa. Soal penguasaan medan, mereka (kelompok teroris OPM) lebih menguasai daripada kami,” kata Iqbal, Minggu (23/5/).

Selain itu, faktor lainnya adalah masih adanya oknum-oknum masyarakat yang diduga memberikan informasi dan perlindungan kepada kelompok teroris OPM saat dilakukan pengejaran dari pasukan TNI-Polri. “Simpatisan ini berada di tengah-tengah masyarakat, dan selalu memberikan informasi kepada mereka (kelompok teroris OPM),” ujar Iqbal.

Meskipun dengan kondisi geografis dan medan yang sulit, serta kendala yang dihadapi itu tidak menyurutkan Satgas Nemangkawi dalam upaya penegakan hukum secara tegas dan terukur terhadap kelompok teroris OPM tersebut. 

Disampaikannya, meski faktor geografis lebih dikuasai oleh kelompok teroris OPM, namun kemampuan bertempurnya tidak sebanding dengan kehebatan pasukan TNI-Polri. Dan IT serta peralatan yang dimiliki Satgas cukup canggih untuk mengetahui dan memisahkan kelompok teroris OPM atau masyarakat. “Ini yang kita lakukan sekarang, melakukan pemisahaan antara kelompok teroris dengan masyarakat,” ujarnya.

Terbukti, dalam beberapa pekan penegakan hukum terhadap kelompok teroris OPM di Kabupaten Puncak tidak terdapat korban dari masyarakat sipil, seluruhnya terindetifikasi baik melalui olah TKP maupun identifikasi Drone IT. “Korban tewas, semuanya merupakan anggota kelompok teroris OPM pimpinan Lekagak Talenggeng,” ucapnya.
(DRW)

Olah TKP Di Mayuberi, 2 Jenazah Teroris OPM dan 1 Senjata Panjang Ditemukan Aparat


Barometer99- Dua jenazah teroris OPM dan satu senpi laras panjang SP-2, ditemukan saat olah tempat kejadian perkara (TKP) kontak tembak antara aparat TNI-Polri yang tergabung dalam Satgas Nemangkawi dengan Kelompok Teroris OPM di Kampung Mayuberi, Distrik Ilaga Utara, Kabupaten Puncak, Papua, pada Minggu (16/5) lalu.

Selain jenazah dan senpi jenis SP-2 dengan No.Seri 7302-07521 itu, ditemukan juga beberapa barang bukti lainnya berupa busur panah dan anak panah, magasin senjata SP-2, M16, dan SS1, puluhan butir peluru kaliber  5.56 dan 7.62, beberapa ponsel dengan jenis berbeda, kartu nomor seluler, kamera digital, teropong, handy talkie (HT), pisau, senapan angin, kartu Pengerja Sinode Gereja Kemah Injil (KINGMI), kartu Papua Sehat, buku tabungan Bank Papua, serta uang tunai sebanyak Rp 14.658.000,-.

Kasatgas Humas Ops Nemangkawi Kombes Pol M Iqbal Al Qudussy, memastikan kedua jenazah itu merupakan anggota kelompok teroris OPM pimpinan Lekagak Telenggen. "Saat ini dua jenazah masih di TKP menunggu proses evakuasi ke Distrik Ilaga untuk diidentifikasi,” ujar Iqbal Al Qudussy, melalui keterangan tertulis, Kamis (20/5). 

Seperti yang diketahui, Pemerintah RI melalui  aparat gabungan TNI-Polri terus melakukan pengejaran dan penindakan cepat, tegas, dan terukur terhadap kelompok teroris OPM yang selalu melakukan aksi-aksi terornya baik kepada aparat TNI-Polri dan masyarakat sipil. 

Sikap tidak main-main pemerintah ini, kembali ditegaskan Menko Polhukam Mahfud MD dalam jumpa pers pada Rabu (19/5). “Aparat keamanan akan terus mengejar dan melumpuhkan para pelaku teror untuk melindungi masyarakat agar merasa aman dari tindakan teror yang dilakukan oleh kelompok kecil tersebut," tegas Mahfud MD.
(DRW/Ril)

Hilang Kendali, Mobil Pick Up Tabrak Sepeda Motor


Barometer99- Dompu- NTB. Telah terjadi kecelakaan Mobil Pick Up Carry Warna Hitam Nopol : DR 8223 RA Dengan Sepeda Motor Honda Beat Warna Merah Putih Tanpa Nopol, dijalan lintas Sumbawa-Dompu tepatnya di Dusun Muspika Desa Banggo Kecamatan Manggelewa Kabupaten Dompu. Sabtu 15/05/2021 sekitar pukul 08.40 wita.

Adapun Identitas Pengendara : Pengendara Sepeda Motor Saudari Lina Karlina, perempuan, 26 tahun, swasta, Dusun  Mpongge, Desa Banggo, kecamatan Manggelewa, kabupaten Dompu.

Pengendara Mobil Pick Up Saudara Toto, Laki2, 36 tahun, swasta, Dusun Mpongge, Desa Banggo, Kecamatan Manggelewa, Kabupaten Dompu.

Kasi Humas Polres Dompu Ipda Handik Wijaksono menjelaskan,  Pengendara Mobil Pick Up melaju dari arah Selatan dengan kecepatan antara 60 Km/jam sedangkan Pengendara Sepeda Motor melaju dari arah Utara, kemudian setibanya di TKP, Mobil Pick Up Hilang Kendali sempat mengambil jalur Pengendara lain, kemudian di depan Mobil Pick Up tersebut ada Bus yang melintas, melihat di depannya ada Bus.
Pengendara Mobil Pick Up tersebut langsung mencoba mengerem Mobil dan membanting Stir Mobil ke Arah Kiri akan tetapi Mobil Pick Up tidak bisa di kendalikan kemudian ada Pengendara Sepeda Motor yang beriringan  yang berada di belakang Bus tersebut.

Masih lanjut Ipda Handik, Ipda Handik menjelaskan bahwa diduga Mobil Pick Up tidak bisa dikendalikan hingga menabrak Pengendara Sepeda Motor yang berada di Belakang Bus tersebut.

Akibat akibat kecelakaan tersebut diduga Mobil Pick Up pada saat di TKP Hilang Kendali sehingga Pengendara kesulitan Mengendalikan Mobil yang di kendarainya dan pengendara Sepeda Motor Mengalami Patah pada Kaki sebelah Kiri, Patah Tangan sebelah Kanan dan luka lecet pada wajah serta Sepeda Motor mengalami Kerusakan Parah. Untuk Mobil Pick Up mengalami Kerusakan Pada Bagian Depan. Pungkasnya.

Pengendara Sepeda Motor sudah di Rujuk ke RSUD Kabupaten Dompu untuk mendapatkan perawatan yang lebih intensif. Tutupnya.
(Syf-14).

Pembuat Konten Penghinaan di Medsos Telah Diamankan Polisi, Masyarakat diharapkan Tetap Tenang


Barometer99-  Lombok Barat- NTB. Seorang laki-laki di amankan karena diduga memposting konten bernada penghinaan di media Sosial.

Kapolres Lombok Barat AKBP Bagus S. Wibowo, SIK melalui Kasubbag Humas AKP Agus Pujianto, S.Pd mengatakan karena akun Media sosial tersebut meresahkan dan viral di Media Sosial Selanjutnya pelaku di amankan oleh Unit Reskrim Polsek Gerung, Sabtu (15/5/2021).

“HL, lakilaki (23), seorang Cleaning Servis asal Kecamatan Gerung selanjutnya di bawa ke Polres Lobar untuk mengantisipasi Hal-hal yang tidak di inginkan,” ungkapnya.

Pembuatan Konten Penghinaan tersebut dibuat, Sabtu (15/5/2021) pada pukul 07.00 wita di Mataram, HL memposting Konten video tersebut melalui online di Akun Media Sosial.
“Melalui Konten Video yang dianggap bernada Penghinaan terhadap Palestina, kemudian HL meposting kembali di akun Media Sosial miliknya,” terangnya.

Adapun akun yang di gunakan di media Sosial dengan di iringi musik Tik tok dengan menyatakan Palestina dengan ujaran yang tidak pantas.

“Konten tersebut di buat oleh pelaku dan di unggah melalui HP Pribadinya, menurut pengakuan Pelaku motif dibuat konten tersebut untuk iseng mengisi waktu luang,” bebernya.

“Kasusnya sudah kami tangani, dan sedang didalami, sehingga dihimbau kepada Masyarakat untuk tetap tenang, tidak terpancing oleh isu-isu yang ingin memperkeruh situasi di Lombok Barat yang Kondusif ini,” pungkasnya. Tutupnya.
(Syf-14).

3 Teroris Dari Kelompok Teroris Lekagak Telenggen Menyerahkan Diri

Barometer99- Tiga teroris OPM berinisial YAW (34), MM (17) dan OM (41) dari kelompok teroris Lekagak Telenggen menyerahkan diri kepada aparat TNI Satgas Yonif 715/Mtl saat melaksanakan patroli keamanan di Kampung Tanah Merah. Sabtu (15/5).

Kapen Kogabwilhan III Kolonel Czi IGN Suristiawa saat dikonfirmasi pada Minggu (16/5) siang melalui telepon membenarkan penyerahan diri ketiga teroris tersebut. “Benar, tiga orang yang menyerahkan diri itu merupakan anggota kelompok teroris Lekagak Telenggen,” ucap Suriastawa.

Berdasarkan pengakuan dari ketiga teroris yang menyerahkan diri ini, diketahui mereka memiliki tugas yang berbeda-beda. YAW yang juga terlibat perang di Tembagapura tahun 2017-2019, bertugas sebagai pemantau aparat keamanan yang akan masuk ke Kampung Tigilobak. MM sebagai pencari logistik dan dana dari masyarakat, sedangkan OM sebagai pendamping saat YAW dan MM melaksanakan tugasnya.
Selain menyerahkan diri, ketiganya juga menyerahkan senjata berupa senapan angin, golok, anak panah, munisi SS2 dan sofgun, beberapa dokumen dan perlengkapan lainnya, seperti ransel, HP, dan lain-lain.

“Saat ini, ketiga teroris dan barang bukti sudah diserahkan kepada Satgas Nemangkawi Polri untuk pemeriksaan dan proses lebih lanjut,” jelas Suriastawa mengakhiri sambungan teleponnya.
(Ril/Red)

Victor Yeimo dan Veronica Koman Bekerjasama Sebar Berita Tidak Benar Tentang Papua


Barometer99- PAPUA- (13/05)
Victor Yeimo yang ditangkap aparat penegak hukum pada Minggu (9/5) lalu, ternyata memiliki kaitan dengan Veronica Koman yang juga menjadi salah satu provokator kerusuhan Papua pada tahun 2019 itu. Victor Yeimo disebut sebagai penyuplai data untuk Veronica Koman.

Hal ini diungkap Kapolda Papua Irjen Mathius Fakhiri di Kota  Jayapura is alive t pada Selasa (11/5), yang mengatakan,bahwa Victor Yeimo membagikan data yang didapatnya dari Komite Nasional Papua Barat (KNPB) kepada Veronica Koman yang berada di Australia.

"Sementara penyelidikan tentang itu karena selama ini mereka sama-sama memberitakan hal-hal yang tidak benar tentang Papua. Yang bersangkutan (Victor Yeimo) ini ambil data dari KNPB, kemudian dibagikan kepada Veronica Koman yang berada di Australia sana. Jadi dia ini seperti penyuplai data bagi Veronica Koman," kata Irjen Mathius Fakhiri 
2
Lebih lanjut dikatakan Kapolda,  Victor Yeimo bersama Veronica Koman hadir dalam sidang HAM PBB di Swiss pada Maret 2019. Dalam  pertemuan tersebut, keduanya berbicara tentang hak berpendapat masyarakat Papua dan menentukan nasib sendiri atau merdeka.
Saat ini pihak Kepolisian masih terus mengorek informasi dari Victor Yeimo untuk mendalami perihal hubungan juru bicara KNPB itu dengan Veronica Koman.

Akibat terlibat kasus kerusuhan 2019 dan sejumlah aksi lainnya seperti pelanggaran ITE, Propaganda dan beberapa aksi makar yang dilakukannya ketika menjabat ketua hingga jubir KNPB, Kapolda memastikan bahwa Viktor Yeimo akan dikenakan pasal berlapis dan bisa dipidana hukuman penjara.
(red/ril).
BB good job

Postingan Populer