Tampilkan postingan dengan label OPINI. Tampilkan semua postingan

Cakades Karang Sia Tolak PSU, Biaya Bakal PSU Jadi Pertanyaan

Barometer99- OKI-Surat Keputusan Bupati Ogan Komering Ilir tentang Pemungutan Suara Ulang (PSU) pada pilkades disejumlah desa setempat masih menuai protes. Terutama Desa Karang Sia Kecamatan Sungai Menang, kedua belah pihak antara Calon Kades ( Cakades) yang bersaing, serempak meunjukan gelombang penolakan terkait keputusan Bupati OKI tersebut.

Hal ini diketahui dari penjelasan Calon Kades nomor 01 Desa Karang Sia Aziz saat kembali mendatangi Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Kabupaten OKI guna menanyakan sejauh mana tindak lanjut dari surat keberatan atau penolakan yang pihaknya layangkan ke DPMD bahkan Bupati OKI.

Kepada RB.CO.ID dan sejumlah rekan media lainnya Aziz mengunkap selain konfirmasi sejauh mana proses surat penolakan dimaksud, pihaknya juga segera meminta penetapan yang sudah ditetapkan oleh panitia dan ditanda tangani oleh Camat Sungai Menang bahwa Calon Kades nomor urut 01 resmi menjadi pemenangnya.

Bahkan dihadapan rekan media, pihaknya menunjukan bukti hasil perolehan suara antara Cakades nomor urut 01 sebanyak 199 berbanding nomor urut 02 dengan perolehan suara sebanyak 197.

“Jadi jelas dalam hal ini cakades 01 lah pemenangnya. Maka disini kami menolak PSU dan menuntut kemengan ini segera disahkan. Terlebih hingga kini belum juga diterima, sehingga Bupati OKI belum mengetahui atau tidak mengetahui hal ini, “tegas Aziz melalui juru bicaranya Ahmad Guntur Saputra, S.Sos di halaman kantor DPMD Kabupaten OKI, Selasa (7/12/21) siang.

Sementara ketika dikonfirmasi, Kepala DPMD Kabupaten OKI Hj Nursula melalui Kasi Pemerintahan Desa, Hikmawan Oktavian, S.IP menjelaskan kedatangan pihak cakades karang sia nomor urut 01 ialah menyampaikan laporan yang berisikan keterangan Camat Sungai Menang bahwa panitia dan BPD Karang Sia menolak untuk diadakannya Pemilihan Suara Ulang (PSU).

Karena memang banyak hal hal yang membuat keberatan seperti halnya keamanan, biaya dan lain lain. Intinya dua calon kades karang sia ini sama sama tidak bersedia untuk diadakannya PSU, “jelas Hikmawan.

Kembali RB.CO.ID bersama rekan mempertanyakan apa yang menjadi dasar Keputusan Bupati OKI sehingga terbitnya Keputusan Bupati OKI Iskandar, SE. Hikmawan kembali menjelaskan menampung dari berbagai permasalahan sehubungan pilkades yang selanjutnya dimediasikan dari berbagai pihak sehingga menjadi bahan pertimbangan untuk Bupati OKI mengambil kebijakan.

Kembali terkait petisi penolakan dari kedua belah pihak cakades karang sia dikatakan Hikmawan sejauh ini masih dikaji terlebih dahulu dan akan diteruskan kepada proses lebih lanjut hingga sampai ke Bupati OKI.

Dari jumlah 11 sengketa pilkades yang ada di OKI antaralain 7 sehubungan suara sah tidak sah, 2 penolakan pemilihan suara ulang dan 2 sehubungan masalah ijazah. “Namun yang jelas kita tidak akan menunda proses pelantikan Kepala Desa yang tidak bermasalah, “ujar Hikmawan.

Selanjutnya ditanya terkait biaya PSU, jika nantinya terjadi pemungutan suara ulang, pihak mana yang akan bertanggujawab ?. 

Apakah dari pihak Calon Kades atau dari Penerintah Daerah ?. Hikmawan menjawab, “Yang jelas untuk menuju pelaksanaan ini pun masih bertentangan. Untuk itu kita selesaikan setahap demi setahap dulu, “terangnya sembari mengatakan yang jelas yang merasa unggul mungkin berkeberatan. (Sahilin)

BPI KPNPA RI Minta Anggaran untuk Kesejahteraan Polisi dan Jaksa Diprioritaskan untuk ditingkatkan

Barometer99-JAKARTA -  Senin, 6 Desember 2021 Badan Peneliti Independen Kekayaan Penyelenggara Negara & Pengawas Anggaran RI ( BPI KPNPA RI ) memiliki sejumlah kajian strategis yang akan ditekankan pada  tahun 2022 nanti.

Salah satunya antara lain, BPI KPNPA RI  ingin mendorong agar kesejahteraan anggota Polri dan Kejaksaan segera dinaikkan.

"Kajian kami di akhir tahun ini, agar aparat penegak hukum di Kepolisian dan Kejaksaan bisa ditingkatkan dan dinaikkan kesejahteraannya dengan Angka yang cukup signifikan " ungkap Ketua Umum BPI KPNPA RI Tubagus Rahmad Sukendar dalam Rilies Akhir tahunan di Gedung BPI Tower.

Menurut Tb Rahmad Sukendar , BPI KPNPA RI  telah melakukan penelitian selama hampir 5 bulan terkait kinerja di Kepolisian dan Kejaksaan banyak dijumpai kesenjangan terkait dengan kesejahteraan dimana para anggota kepolisian dan kejaksaan yang ditugaskan diberbagai pelosok menyampaikan keluhan nya kepada BPI KPNPA RI terkait dengan gajih dan tunjangan yang dirasakan sangat kurang untuk biaya hidup para anggota dan ini menjadi kajian akhir tahun mengenai peningkatan kesejahteraan aparat penegak hukum.

Kajian tersebut didasari adanya perbandingan yang menyatakan bahwa terjadi jarak cukup besar antara personel penegak hukum lain misalkan dengan Pegawai di Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK ) juga  dengan pegawai di lembaga penegak hukum lainnya dibeberapa negara  dalam soal kesejahteraan lebih tinggi daripada di Indonesia

" Kesenjangan kesejahteraan Merupakan syarat paling vital dalam membentuk aparatur negara dari penyimpangan Korupsi dan penyalah gunaan kewenangan . Kami dari BPi KPNPA RI akan bersurat Kepada DPR RI dan Presiden Ir. H. Joko Widodo Mudah-mudahan ini akan menjadi sasaran target kami tahun ini untuk dapat direalisasikan oleh Pemerintah," ujar Tb Rahmad Sukendar.

Peningkatan untuk kesejahteraan aparat penegak hukum juga pernah sempat disampaikan Kepala Polri dimasa Jenderal Tito Karnavian semasa masih menjabat sebagai Kapolri dan juga Jaksa Agung semasa dijabat Prasetyo

Menurut Tito, peningkatan kesejahteraan kepada jajaran kepolisian dapat menghindari polisi dari kultur dan budaya koruptif,  Tito telah menilai hingga kini kesejahteraan polisi masih belum memadai dan mencukupi ,kita melihat masih banyak kekurangan yang terjadi diberbagai Polda dan Polres serta Polsek dan ini harus segera dibenahi agar kinerja Polri menjadi meningkat dan prima dalam pelayanan kepada masyarakat

"Kami sudah berusaha meningkatkan kinerja dan pelayanan kepada masyarakat dan , nomor satu adalah kesejahteraan anggota," ujar Tito di Konferensi Nasional Pemberantasan Korupsi 2016 di Balai Kartini, Jakarta, Kamis (1/12/2016).

"Sampai saat ini kesejahteraan anggota Polri, take home pay-nya ini memang masih belum memadai," kata dia.

Sementara itu semasa Prasetyo Jaksa Agung juga sempat menyampaikan keinginan dirinya untuk meningkatkan kesejahteraan para jaksa di korps Adhyaksa tujuan nya adalah tadi untuk bisa mengikis habis budaya dan prilaku koruptif di lembaga Adhyaksa.

Dirinya melihat banyak Jaksa yang ditugaskan di garda terdepan dalam pemberantasan korupsi namun kesejahteraan dirasa kurang dan ini menjadikan pertimbangan bagi kejaksaan untuk bagaimana bisa kesenjangan kesejahteraan bagi kejaksaan bisa ditingkatkan.

Dan untuk mencegah Korupsi serta Penyalah gunaan kewenangan BPI KPNPA RI berharap kepada Kapolri dan Jaksa Agung diharapkan Dapat Naikkan Kesejahteraan Polisi dan Jaksa sudah segera waktunnya untuk di ajukan kepada pemerintah.

BPI KPNPA RI melihat Reformasi Polri Terhambat dengan Kesejahteraan Personel
Dan Reformasi Kultural Dimulai dengan Menekan Korupsi dan Meningkatkan Kesejahteraan Anggota
Tahun 2016, berdasarkan catatan dari BPI KPNPA RI  Sebanyak 93 Jaksa "Nakal" Ditindak Meski Anggaran untuk operasional kejaksaan berkurang dan dipangkas

Pemasukan Negara dari Kejaksaan dalam Tangani berbagai Kasus Korupsi Besar berhasil mengembalikan Ratusan Triltun Rupiah Uang  rampasan  Dari Koruptor kepada Negara.

BPI KPNPA RI berharap dengan dinaikkan Tunjangan bagi Polri Dan Kejaksaan agar dapat merangsang Kinerja Aparat Penegak Hukum akan lebih baik lagi dari Tahun sebelumnya.(Adi)

Editor:hd

Jaga Anak Cucu Jangan Sampai Identitasnya Lenyap Sebagai Bangsa


Barometer99- Penjajahan  dengan Kekuatan Militer dan Bedil, dapat diusir atau dilawan dengan segenap Kekuatan. Akan tetapi Penjajahan Agama, Budaya dan Bahasa, akan melekat turun-temurun ke Anak Cucu, Cicit dan seterusnya. 

Ciri Penjajah Budaya adalah menyalahkan Keyakinan Warisan  Leluhur, menyalahkan Budaya Leluhur,  menyalahkan  penghormatan kepada para Leluhur yang telah merupakan tradisi ribuan tahun.  Dengan cara menyalah-nyalahkan itu, maka  Budaya tradisi akan terkikis sedikit demi sedikit  tergantikan dengan Budaya Penjajah, pada akhirnya lenyap dan hilanglah identitas sebagai Bangsa.

Kulonuwun,  Amit Sewu, Pangapunten,  membungkukkan badan bila berjalan di depan orang tua sudah menghilang dari tatakrama  lokal yang kas, bahkan nama-nama  Kas Jawa sudah mulai menghilang untuk bayi-bayi yang baru lahir.  Ada baiknya bagi yang tidak mau dijajah budayanya bisa mencontoh  Jepang, Cina, dan Korea Selatan yang menjadi bangsa Maju memimpin dunia, namun mereka tetap bangga dengan budaya aslinya, bangga dengan  nama-nama asli  mereka. 

(Rahayu. Ki NW)

Wakil Rakyat DPRD Harus Mempunyai Kepedulian Terhadap Rakyat

Barometer99- Tanah Datar -Jadi Perbincangan di kalangan aktivis tentang anggaran pakaian dinas baru untuk Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Tanah Datar yang mencapai Rp 447 juta untuk tahun 2021. Dimana anggaran tersebut nantinya akan digunakan untuk 35 anggota legislatif yang di Tanah Datar .

Hal tersebut membuat sekjen Masyarakat Peduli Tanah Datar  Riadi, SE Sutan Polowan angkat bicara. Menurut riadi, dalam kondisi masa pandemi Covid-19 sudah  seharusnya anggota DPRD tanah datar yang notabene wakil rakyat harus mempunyai kepedulian terhadap rakyat, karena kata riadi banyak masyarakat yang sulit untuk makan.

“Kepedulian DPRD tanah datar ada pasa masa pandemi ini, seharusnya anggaran 447  juta untuk pakaian baru mereka dianggarkan ini di coret dan diganti untuk kepentingan masyarakat .”kata riadi kepada awak media, Rabu (25/8)

Riadi menyarankan agar DPRD yang ada tanah datar bisa lebih baik dan bisa bijak dalam melakukan rencana anggaran. Harus mempunyai rasa empati kepada masyarakat yang terdampak Menurutnya, seharusnya anggaran sebesar itu dipergunakan untuk membantu masyarakat tanah datar dengan membeli sembako dn anak sekolah yang dirasakan sangat memberatkan masyarakat. 

“Banyak yang masih membutuhkan dan dalam masa sulit ini wakil rakyatnya harus lebih peka , seharusnya anggaran pakaian baru yang mencapai Rp 447 juta dialihkan untuk kepentingan rakyat dengan membeli sembako serta kebutuhan anak - anak sekolah.”jelas riadi.(HD) 

Desakan Evaluasi Kapolda Sumut, Mahasiswa dan Pemuda Menilai Itu Terlalu Lebay


Barometer99-Medan - Vaksinasi massal di Gedung Olahraga (GOR) Pemprov Sumatra Utara menuai kerumunan, Selasa (3/8/2021). Masyarakat berdesakan di luar gedung dan berkumpul. Kerumunan di lokasi kegiatan bertajuk Gebyar Vaksinasi  itu tidak terelakkan. 

Namun belakangan muncul pemberitaan yang meminta kapolda di evaluasi bahkan dicopot sebab dinilai gagal melaksanakan vaksinasi di GOR Pemrovsu. Hal ini mendapat tanggapan dari elemen mahasiswa dan pemuda sumatera utara. 

Ridho Alamsyah Ketua Umum Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia  (SEMMI SUMUT) dan Gito M Pardede mewakili pemuda Sumatera Utara turut memberikan tanggapan mereka terkait polemik tersebut. 

"Kerumunan itu merupakan bukti tingginya antusias masyarakat karena ingin disuntik vaksin. Antusiasme masyarakat ke lokasi vaksinasi di Gedung Serba Guna Jalan Williem Iskandar Medan tersebut, merupakan akumulasi dari tingginya kepercayaan publik," ujar Ridho, Selasa (10/8/2021).


Ridho berpendapat aparat keamanan tidak dapat disalahkan terkait dengan terjadinya kerumunan tersebut. Kerumunan itu juga tidak dapat ditafsirkan sebagai bagian dari kelalaian Kapolda Sumut. Anggota yang bertugas melakukan pengamanan di lokasi vaksinasi pun tak dapat disalahkan.

Menurut Ridho, Irjen Panca Putra belum dapat melakukan ini. Ridho menilai apa yang dilakukan Kapolda Panca Putra itu bisa dipahami dan dimaklumi. Soalnya, kondisi pandemi Covid-19 membuat Kapolda Sumut harus bekerja keras untuk melindungi masyarakat dari bahaya penyebaran virus corona.

Gito Pardede menilai desakan yang dilayangkan kepada Kapolda sumut sangat lah lebay karena terkesan dipaksakan. 

"Kejadian ini bentuk kepercayaan masyarakat terhadap Polda dalam melaksanakan vaksinasi, saya merasa terlalu lebay jika ada oknum yang mengkambing hitamkan kapolda terkait membludaknya pengunjung vaksinasi, itu kan acara vaksinasi bukan pesta atau bagi bagi sembako yang ricuh," ungkap Gito.

Gito menilai adanya desakan dari kelompok pihak tertentu yang menjadikan kerumunan massa di sekitar lokasi vaksinasi adalah bagian kegagalan Kapolda Sumut, sangat tidak relevan. Soalnya, kegiatan vaksinasi itu merupakan misi kemanusiaan oleh Polri untuk masyarakat.


"Kita harus bergandengan tangan dan saling berkolaborasi mempercepat vaksinasi penuh terwujud di sumatera utara untuk menyelamatkan nyawa manusia di tengah lonjakan wabah pandemi Covid-19. Kaum muda harus menjadi problem solver ditengah badai pandemi,bukan menjadi problem maker, ungkap gito


Lebih lanjut, Ridho mengajak masyarakat maupun elemen lainnya, supaya bersatu membantu aparat  pemerintah dalam menekan penyebaran virus corona di tengah pandemi ini. Berikan dukungan dengan selalu disiplin menerapkan protokol kesehatan.

"Setiap vaksinasi massal, kita harus menerapkan protokol kesehatan dengan ketat. Pada dasarnya pelaksanaan vaksinasi menghentikan penyebaran Covid-19 dengan memunculkan 'herd immunity' (kekebalan komunitas)," tutupnya. 
(Leodepari/Jd)

Mengejutkan, Diduga Pemkab Puncak Alirkan Dana untuk Kelompok Legakak Talenggen




Barometer99- Papua : 16 Juni 2021
Hal ini terungkap pada saat Satgas Penegakan Hukum Operasi Nemangkawi menyita beberapa barang bukti milik Neson Murib, terduga penjual senjata api untuk kelompok teroris OPM, Ratius Murib alias Neson Murib, dan mengejutkan, salah satu barang bukti itu buku agenda terkait aliran dana dari Pemkab Puncak Rp 600 juta.

Dalam buku agenda itu tercatat, ada bantuan uang tunai dari Pemkab Puncak untuk Kelompok teroris OPM pimpinan Lekagak Telenggen pada 6 Februari 2021. Selain itu, ada buku catatan pengeluaran dan pemasukan dana bantuan dari simpatisan TPNPB.

Namun, Satgas Penegakan Hukum Operasi Nemangkawi belum bisa memastikan terkait kebenaran bukti transaksi aliran dana dari Pemkab Puncak yang ditemukan tersebut.

Satgas Penegakan Hukum Operasi Nemangkawi juga menyita beberapa barang bukti milik Neson Murib berupa buku catatan penolakan otonomi khusus dan aksi penembakan di Kabupaten Puncak.

"Saat ini penyidik masih terus melakukan pendalaman penyidikan terkait bukti  transaksi yang ditemukan, termasuk benar atau tidaknya aliran dana ke Lekagak Telenggen, total yang dikirim dan diterima Rp 1.393.100.000,"  kata 
Kasatgas Humas Operasi Nemangkawi, Kombes Pol Iqbal Al Qudussy, Selasa (15/6/2021). 

Neson Murib alias Ratius Murib diamankan usai menumpangi pesawat Rimbun Air rute Nabire-Timika. Namun kemarin, pesawat transit terlebih dulu di Puncak Jaya. Dari tangan pria tersebut, polisi menyita uang tunai Rp 370 juta yang diduga akan digunakan untuk membeli senjata.


Namun, Satgas Penegakan Hukum Operasi Nemangkawi belum bisa memastikan terkait kebenaran bukti transaksi aliran dana dari Pemkab Puncak yang ditemukan tersebut.

Sementara saat ini tim masih meminta keterangan Neson Murib terkait dugaan penjualan senjata api dan amunisi untuk KKB Puncak Jaya.(***)

Mencari Keadilan Dari Rekayasa Kasus, Dakwaan Ngibul, Hingga Tuntutan Ngawur

Sidang Leo Handoko Berapa Waktu Lalu



Oleh: Wilson Lalengke

(Jakarta, 29 April 2021)


Saya merenung cukup lama untuk mendapatkan judul tulisan yang mampu menggambarkan situasi dan kondisi yang melingkari rekan saya, Leo Handoko. Saya mengenal pria berusia sekitar 40-an tahun itu pada awal 2018. Sebagai Ketua Umum Persatuan Pewarta Warga Indonesia, saya diperkenalkan kepada WNI dari etnis China-Singkawang itu oleh rekan PPWI saya yang tinggal di Jawilan, Cikande, Kabupaten Serang, Banten.


Leo Handoko, bersama kakaknya Ery Biyaya, mengelola sebuah perusahaan batu bata ringan atau lebih populer disebut hebel, bahan bangunan yang bekalangan banyak dipakai untuk pembangunan perumahan penduduk maupun gedung bertingkat. Perusahaan yang diberi nama PT. Kahayan Karyacon itu merupakan milik dari tujuh pemegang saham. Mereka adalah Mimihetty Layani dan Christeven Mergonoto, masing-masing sebagai Komisaris Utama dan Komisaris; serta Chang Sie Fam, Feliks, Paulus, Ery Biyaya, dan Leo Handoko. Dalam Akta Notaris pendirian perusahaan, Chang Sie Fam didapuk sebagai Direktur Utama, lainnya menjabat sebagai direktur [1].


Perusahaan yang didirikan pada tahun 2012 itu mulai aktif beroperasi menjalankan usaha pabrik pembuatan hebel pada tahun 2014. Selama dua tahun awal, kegiatan perusahaan adalah pencarian lokasi, pembangunan gedung pabrik dan pemasangan mesin-mesin pembuat hebel.


Paulus, saat produksi pabrik baru berjalan, menyatakan mengundurkan diri sebagai salah satu dewan direksi. Alasannya, sibuk dengan kegiatan bisnisnya sendiri. Yang aktif secara langsung mengelola operasional pabrik hanyalah Ery Biyaya dan Leo Handoko.


Chang Sie Fam yang adalah ayah dari Feliks, Ery Biyaya, dan Leo Handoko, yang tidak lain adalah juga mertua dari Paulus, hanyalah lambang saja. Ibaratnya, pinjam nama untuk dimasukan dalam Akta Notaris. Beliau yang akrab dipanggil Babe oleh anak-anaknya itu tidak pernah sedikitpun melibatkan diri dalam urusan perusahaan tersebut.


Feliks, anak tertua di antara mereka, sibuk mengelola bisnis toko materialnya bersama istri. Dia juga menjalankan profesi lainnya sebagai kontraktor. Feliks tidak bisa aktif membantu secara langsung mengelola pabrik perusahaan hebel itu.


Praktis, hanya dua bersaudara yang tertinggal, yakni Ery Biaya dan Leo Handoko yang menjalankan perusahaan selama ini. Dengan segala kemampuan, pengetahuan dan pengalaman yang mereka miliki, keduanya bertahan mengelola pabrik perusahaan yang mempekerjakan hampir 200 orang karyawan tersebut.


Dewan Komisaris? Keduanya yang domisili tetap di Surabaya itu tentunya sangat sibuk dengan aktivitas mereka. Untuk diketahui bahwa Mimihetty Layani adalah istri dari Soetomo Mergonoto, pemilik perusahaan Kopi Kapal Api [2]. Sedangkan Christeven adalah anak dari Mimihetty dan Soetomo Mergonoto. Hingga detik ini, keduanya belum pernah sekalipun mendatangi atau meninjau perusahaan di Jawilan, Serang dimaksud.


Kedua kakak-beradik, Ery dan Leo, menjadi pendekar yang setiap hari menghadapi dan mengatasi segala persoalan yang muncul dalam perjalanan hidup perusahaan Kahayan Karyacon. Mengatur dan mengayomi 200-an karyawan pabrik dengan berbagai karakter dan perangai masing-masing tentulah merupakan beban dan tantangan yang tidak ringan. Namun, selama produksi awal pabrik hingga pada tahun ketiga berporduksi, keduanya mampu bertahan dan memberi kontribusi bagi masyarakat sekitar, minimal karyawannya.


Jawilan adalah salah satu wilayah padat pabrik. Daerah ini menjadi salah satu area industri yang luas di Kabupaten Serang. Ratusan perusahaan dengan pabrik-pabrik besar yang memproduksi berbagai kebutuhan hidup manusia berdiri di Jawilan. Industri kecil dan rumah tangga juga tidak terhitung jumlahnya. Sekitar 5 buah perusahaan di sini bergerak dalam bidang produksi hebel. Kondisi ini tentunya menjadi tantangan tersendiri bagi PT. Kahayan Karyacon, yakni memenangkan persaingan memperebutkan pasar hebel.


Januari 2018, datanglah bakal pemicu pertengkaran antara Dewan Direksi, yang secara ril hanya dilakoni bedua Ery Biyaya dan Leo Handoko, dengan Dewan Komisaris. Pada Januari kelabu itu, Leo Handoko bermaksud membuka rekening perusahaan di Bank BCA. Penyebabnya adalah karena mitra kerja (pelanggan hebel) lebih menyukai transaksi dilakukan melalui rekening BCA. Mereka enggan bertransaksi menggunakan rekening Bank Danamon yang dimiliki PT. Kahayan Karyacon selama ini.


Ketika Leo Handoko mendatangi Customer Service BCA, pihak BCA meminta dokumen Akta Notaris perusahaan yang masih valid. Pada saat itulah diketahui bahwa masa berlaku Akta Notaris PT. Kahayan Karyacon sudah berakhir di tahun sebelumnya, yakni 2017.


Menyadari bahwa akta notaris perusahaannya sudah kedaluwarsa, Leo Handoko menghubungi notaris Ferri Santosa, SH, MKn untuk menanyakan apakah notaris itu dapat memperbaharui akte notaris Kahayan Karyacon. Notaris menyatakan bisa dan sanggup membuatkan akte perobahan. Tindakan memperbaharui akte ini juga perlu dilakukan untuk menyelamatkan perusahaan. Sebab jika tidak, maka perusahaan dapat dinilai beroperasi secara tidak sah sebab menggunakan dokumen yang sudah melewati masa berlaku alias sudah kedaluwarsa.


Singkat cerita, akte notaris telah berhasil dibuat oleh Notaris Ferry Santosa. Isinya persis sama dengan akta notaris awal dan akta-akta perubahan yang sudah dibuat sebelumnya, terutama pada komposisi pemegang saham, susunan pengurus perusahaan, dan nominal saham masing-masing pemegang saham. Salah satu kelalaian mendasar dalam penerbitan akta notaris perpanjangan, dan akta perubahan lainnya, adalah bahwa semuanya itu dibuat tanpa didahului pengambilan keputusan para pemegang saham melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).


Bahkan, Akta Notaris Nomor 1 Tahun 2012 tentang Pendirian PT. Kahayan Karyacon tidak ditanda-tangani oleh para pihak di depan notaris sebagaimana ketentuan peraturan perundangan. Akte itu ditanda-tangani di rumah masing-masing, termasuk Mimihetty Layani yang saat itu berada di kediamannya di Surabaya. Parahnya lagi, tanda tangan Christeven Mergonoto diduga dipalsukan, karena pada tahun 2012 itu, Christeven sedang studi di Amerika Serikat.


Entah didorong oleh motivasi apa dan oleh siapa, tiba-tiba pada akhir 2018 hingga 2019, pihak Mimihetty Layani sebagai komisaris Kahayan Karyacon mempersoalkan terbitnya akta notaris yang dibuat dalam rangka menyelamatkan perusahaan agar tetap eksis secara legal dan dapat melayani 200-an karyawannya. Kelalaian kedua pihak (Dewan Komisaris dan Dewan Direksi) yang tidak pernah mengadakan RUPS hanya ditimpakan kepada satu pihak, yakni Dewan Direksi, secara khusus kepada Leo Handoko.


Melalui kuasa hukumnya, Nico, Mimihetty kemudian melaporkan Leo Handoko dan kawan-kawan (Chiang Sie Fam, Feliks, dan Ery Biaya) ke Bareskrim Mabes Polri pada November 2019. Seperti sudah dapat diduga, laporan dari istri boss perusahaan Kopi Kapal Api itu mulus melenggang masuk ke SPKT Bareskrim, dan dalam waktu singkat telah berproses di Unit IV Direktorat Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus (Dittipideksus). Kasus ini ditangani oleh penyidik bernama AKBP Dr. Binsan Simorangkir, SH, MH. Dari sini, mulailah proses kriminalisasi atas Leo Handoko, dkk, dengan mencari-cari kesalahan yang bersangkutan dan pasal-pasal pidana yang dapat disangkakan. Sejauh ini, hanya Leo Handoko yang terus diproses dan dijadikan tersangka.


Oleh oknum penyidik Tipideksus Bareskrim Polri itu, Leo, dkk selanjutnya menjadi obyek pemerasan aka pemalakan. Berdasarkan investigasi Cacing Tanah PPWI, hasil pemerasan yang dilakukan oknum bergelar doktor itu adalah berbentuk sebuah ruko tiga pintu di wilayah Cileungsi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, senilai kurang-lebih 200 juta rupiah [3].


Rekayasa kasus perdata menjadi pidana dengan menetapkan Leo Handoko sebagai tersangka melanggar pasal 263 dan 266 KUHPidana tentang pemalsuan dokumen itu menyebabkan munculnya kebingungan bagi Jaksa Penuntut Umum (JPU). Bagaimana tidak, sangkaan pelanggaran pasal yang ditetapkan oleh penyidik Binsan Simorangkir tidak didukung oleh alat bukti yang memadai. Akhirnya, JPU terjebak dalam pembuatan dakwaan ngibul dengan memasukan pasal 378 tentang penipuan secara illegal alias menyalahi KUHAP dalam surat dakwaan [4].


Rangkaian persidangan atas kasus kriminalisasi pengusaha Kahayan Karyacon itu digelar di Pengadilan Negeri Serang, sejak Januari 2021. Seperti sudah dapat diduga, JPU kesulitan menghadirkan saksi-saksi yang kesaksiannya dapat dijadikan pedoman pasti dan meyakinkan dalam menelaah kasus pidana pemalsuan maupun penggelapan yang disangkakan kepada Leo Handoko. Tidak ada satupun saksi yang dihadirkan JPU di persidangan yang mampu mengatakan dan menjelaskan secara pasti bahwa Leo Handoko benar memberikan keterangan palsu dalam Akta Otentik yang mengakibatkan kerugian sebagaimana diatur dalam Pasal 266 ayat (1) KUHP dimaksud [5].


Akibat dari rentetan utak-atik hukum, mulai dari rekayasa kasus perdata ke pidana, mencocok-cocokan pasal yang dapat disangkakan, minimnya alat bukti tindak pidana yang dituduhkan, hingga ke pembuatan dakwaan ngibul dan kehadiran para saksi abal-abal (tidak mengetahui, tidak melihat, tidak mendengar, dan tidak merasakan terjadinya perbuatan pidana yang dilakukan oleh terdakwa Leo Handoko), maka muncullah tuntutan ngawur. JPU merasa yakin Leo Handoko bersalah telah melakukan tindak pidana sehingga layak dituntut 5 tahun kurungan penjara [6].


Tuntutan lima tahun itu sudah berlebihan, karena selama proses persidangan, fakta-fakta menunjukkan kurangnya atau minimnya bukti yang membuktikan bahwa terdakwa ini melakukan apa yang dituduhkan dalam Pasal 266 ayat (1) KUHP. Demikian kata Dolfie Rompas, salah satu penasehat hukum Leo Handoko.


JPU dengan tidak malu-malu telah menempatkan dirinya sebagai sosok yang “mentang-mentang” berwenang menetapkan dakwaan dan tuntutan dengan membuat dakwaan ngibul dan tuduhan yang tidak berdasar. Sebuah tuduhan yang tidak dapat dibuktikan di dalam persidangan, dan hanya berdasarkan BAP hasil rekayasa oknum penyidik Binsan Simorangkir, dengan seenaknya menuntut Leo Handoko dengan 5 tahun penjara.


Kini, harapan yang tersisa bagi direktur Kahayan Karyacon itu adalah kecerdasan dan kebijaksanaan majelis hakim yang mengadili kasus ini. Jika Hakim Ketua Erwantoni bersama dua hakim anggota, Diah Tri Lestari dan Ali Mudirat, memiliki kecerdasan intelektual, emosional, dan spiritual yang memadai, dan didukung oleh karakter hakim sejati yang bermoral tinggi, arif dan bijaksana, maka kebenaran dan keadilan dapat dihadirkan di persidangan putusan akhir kasus ini pada beberapa minggu ke depan. Semoga. (***)


(Penulis adalah Ketua Umum PPWI, Alumni PPRA-48 Lemhannas RI tahun 2012, lulusan pasca sarjana bidang Global Ethics dan Applied Ethics dari tiga universitas terbaik di Eropa (Birmingham University, Utrecht University, dan Linkoping University)


Ken Setiawan Dulu Aku Tersesat di Kelompok Radikalisme Atas Nama Agama

Barometer99 - Dulu oleh masyarakat, aku mendapat gelar orang yang radikal, karena bagiku memang semua orang yang berbeda paham denganku salah dan kafir, mereka tak vonis mendapat kavling neraka sedangkan surga hanya untukku dan kawan kawan yang sudah siap berjihad mendirikan negara Islam.

Kini aku sudah memutuskan keluar dan siap dengan segala resikonya, dianggap kafir, murtad bahkan sebagai pengkhianat oleh kawan kawan yang masih bertahan aktif disana. Ancaman teror, penculikan, pembunuhan itu sudah bukan hal yang asing bagiku.

Tapi inilah pilihanku dan bagiku ide menegakan negara islam di indonesia hanyalah jualan seseorang yang sedang berambisi berpolitik dan memang jualan agama itulah yang seksi dan cukup sukses untuk mengelabuhi masyarakat.

Banyak yang masih tidak percaya kalau aku sudah keluar karena di sana begitu militan kelompok itu, sampai sampai di beberapa media sosial saat awal keluar dari kelompik radikal banyak larangan untuk masyarakat agar jangan berteman denganku, sebab aku dianggap masih berideologi radikal.

Semua orang boleh ragu dengan agamaku tapi aku tidak ragu dengan imanku, aku tidak pernah ragu dengan Islam agamaku. Kini aku bukan bagian dari kelompok yang mengaku Islam yang punya tujuan mewujudkan negara khilafah Islam.

Bagiku khilafah adalah bonus dari Tuhan ketika kita semua sudah menjalankan ajaran agama masing masing dengan baik dalam kehidupan, mulai diri sendiri, bukan diteriakan dalam aksi lalu menghujat yang berbeda.

Contoh kecil penegakan hukum Islam bagiku adalah ketika kita mengaplikasikan agama dalam kehidupan nyata misalnya taat berlalu lintas, gotong royong, tidak membuang sampah sembarangan, budaya antri dan lain-lain.

Kini aku bukan lagi bagian dari yang mengaku Islam tapi suka menebar teror hujatan dan kebencian sebab Islam itu membawa kedamaian, Aku bukan bagian dari kelompok Islam yang sesuka hatinya mengkafirkan orang lain termasuk saudaranya sendiri bila tidak sepaham. 

Aku bukan bagian dari segelintir orang yang mengaku Islam yang menutupi perampokan hartanya, menutupi pedang berlumuran darah dengan gamis dan sorban, sebab itu justru membuat seolah olah Islam itu teroris, padahal sesunggunya tidak demikian.

Aku bukan bagian dari Islam yang membawa ayat-ayat Tuhan untuk menipu masyarakat yang tidak berdosa. Sejatinya ayat ayat tuhan itu untuk pedoman kita supaya mencapai kebahagian dunia dan akhirat.

Aku bukan bagian dari Islam yang menciptakan perang bagi sesama Islam, kita ini sebenarnya satu tapi hanya saja ada yang mau memanfaatkan untuk kepentingan yang sesaat dengan memecah belah, kita sedang diadu domba, tapi kita tidak sadar.

Aku bukan bagian dari Islam yang menindas agama lain sebab Islam itu rahmatan lil alamin. Nabi Muhammad SAW di utus ke muka bumi ini untuk menyempurnakan AKHLAK. Jadi marilah kita tiru akhlak beliau.

Mari kita ingat kembali konsep Piagam Madinah sebagai kesepakatan bersama seperti halnya Pancasila yang menjadi alat pemersatu dalam bingkai Bhineka Tunggal Ika.

Di Madinah Nabi bukan mengislamkan semua orang, tapi nabi menjadi tauladan diantara beberapa agama dengan sifat beliau yang Shidiq Tabligh, Amanah dan Fathanah.

Ber Islam itu bukan hanya sekedar ketika kita sudah memakai simbol islam misal baju koko, cadar ataupun gamis, sebab dahulu abu jahal juga memakai busana tersebut dan oleh Allah disebut jahilliyah pada masanya, bukan karena bajunya, tapi akhlaknya yang tidak sesuai.

Jadi sekarang walaupun kita memakai pakaian seperti di arab tapi akhlak kita rusak, tukang demo, sama saja dengan perilaku Abu Jahal yang Jahilliyah yg notabene adalah musuh Nabi. 

Jadi bukan sebuah jaminan bila melihat orang dengan pakaian ke Arab araban itu disebut mujahid, sebab Abu Jahal juga menggunakan pakaian khas negeri arab tersebut.

Agama itu adalah sebenarnya pembawa kedamaian, adalah salah kita itu beragama bila hidup kita tidak damai. Beragama bukan membuat orang menjadi pemarah, tapi membuat orang menjadi tenang, tersenyum dan bahagia, menyenangi orang lain dan disenangi orang lain.

Cukup aku saja yang dulu tersesat di kelompok radikal, jangan ada lagi korban dari kalangan generasi muda. Kisah ini bukanlah kebanggaan, ini adalah aib yang sebenarnya tidak perlu di ceritakan, tapi semoga pengalaman ini bermanfaat untuk masyarakat luas.

Kini, ingin kurangkai kembali kebahagiaan itu di sisa hidupku bersama keluarga kecilku. Dulu ngurus sesuatu yang dianggap penegakan negara Islam yang penuh tanggung jawab tanpa kejelasan ujungnya kemana, kini mengurus anak istri yang otomatis beban hidup terasa ringan. 

Alhamdulillah dulu yang dianggap sampah oleh masyarakat sebab selalu merekrut anggota baru dan menyesatkan, kini bersyukur sudah di terima kembali oleh masyarakat.

Dulu menjadi orang yang tertutup dan tidak punya kawan sebab diluar kelompok semuanya dianggap kafir, kini dengan silaturahmi banyak kawan dimana mana. Mungkin ini hikmah setelah dulu tersesat. Banyak pelajaran berharga untuk meniti kembali masa depan keluarga kecilku.

Kini bersama kawan kawan di NII Crisis Center siap bersama sama masyarakat untuk melawan dan mencegah gerakan kelompok radikalisme atas nama agama, minimal dapat mempersempit ruang gerak mereka.

Kalau kita yang moderat diam, maka radikalisme akan berjaya, mari kita berbuat sesuatu sesuai bidang yang kita bisa sebagai wujud bela negara.

Hotline NII Crisis Center
WhatsApp 0898-5151-228

Editor : RVL

Kalau Kamu Jadi Penegak Hukum Kuncinya Adalah Moralitas

Barometer99.com

Kalau kamu jadi Penegak Hukum, Kuncinya adalah Moralitas: Danpuspomad, Letjen TNI Dodik Widjanarko

Letjen TNI (Purn) Dodik Widjanarko merupakan anak ke-2 dari ayah seorang Polisi. Lulusan Akademi Militer tahun 1985 ini langsung masuk dalam Korps Polisi Militer.

Awal karier bertugas di Paspampres selama 2 tahun, kemudian pindah ke Pusdik POM selama 6,5 tahun. 

Kesan Mayor CPM Minto Hariono, Kabag Walprotneg Puspomad terhadap sosok Letjen TNI Purn Dodik Widjanarko, 
"Saya kenal Letjen TNI Dodik Widjanarko tahun 1991. Saat itu saya berpangkat Serda, beliau Kapten. Dalam Penugasan beliau sangat disiplin sekali. Setiap permasalahan dalam tugas diselesaikan dengan semangat, 100% tak pernah menunda waktu. Biarpun sampai pagi diselesaikan oleh beliau".

Pengalamannya ketika di Aceh, ketika ada isu bahwa anggota TNI yang melakukan penyiksaan terhadap warga Aceh. Dengan pengalaman dan kecerdasannya, Dodik Widjanarko Berhasil mengungkap Siapa Pelaku sebenarnya, yang ternyata Bukan anggota TNI. Keberhasilan mantan Danpuspomad tersebut sempat menjadi perhatian publik.

Dalam penugasannya, banyak kasus diungkapkan dan diselesaikan dengan Profesional dan berintegritas, demi membangun kesadaran Hukum dan menegakkan moralitas serta kehormatan TNI Angkatan Darat.

Sebagai seorang anak yang sangat mencintai ibunda. Letjen TNI Purn Dodik Widjanarko, selalu membawa 'Selendang' pemberian almarhum ibunda tercinta. 

"Jadi begini pak, saya ini kalau tugas kemana saja, saya itu mesti membawa selendang, terus selendang itu selendang ibu saya. Jadi kalau saya lagi pusing, saya ikat kepala saya. Nanti setelah 5 menit atau 10 menit saya buka, ya Sembuh", ungkap Letjen TNI (Purn) Dodik Widjanarko akan kecintaannya kepada almarhum ibunda tercinta.

"Suami saya mencapai pangkat Letnan Jenderal merupakan karunia yang sangat besar bagi saya, keluarga dan suami saya. Tidak lupa saya mengucapkan rasa syukur dan terimakasih kepada pimpinan TNI AD Bapak Andika dan seluruh Prajurit TNI AD", tutur Laili Horriyah, isteri Letjen TNI (Purn) Dodik Widjanarko.

"Dodik ya seperti ini pak (KASAD Andika Perkasa), tidak lebih dan tidak kurang. Tapi di saat Negara memberi tanggungjawab kepada saya, Insyaallah saya akan laksanakan sebaik baiknya tanggung jawab itu", kata Letjen TNI (Purn) Dodik Widjanarko tulus, kepada Pimpinan TNI AD, Jenderal TNI Andika Perkasa.

Terimakasih Jenderal untuk jasa jasamu bagi Pimpinan dan TNI Angkatan Darat.

Editor : RVL

Membangun dan Memperbaiki Negara Sangat Berat

Barometer99.com

Membangun dan memperbaiki negara itu sangat berat, Pastinya banyak rintangan, nyinyiran bahkan tanggul dimana-mana untuk menghalanginya.

Negara membangun fasilitas seperti
Tempat-tempat perkantoran, gedung sekolahan, Rumah-rumah untuk warga, bendungan, tol Laut, udara, darat, jalan kereta api, dll. Itu butuh tenaga dan biaya tidak mudah pasti banyak yang protes dan nyinyir.

Memperbaiki Bangsa yaitu ahlaknya yang sangat sulit dan berat, karna pastinya banyak musuh yang tidak suka diperbaiki malah melawannya, Memusuhi dan ingin menang sendiri. Tapi pemimpin yang bijak tetap bersabar cara memeluk rakyatnya yang belum bisa menilai kerja pemerintah.

Sabar itu pastinya ada batasnya, hanya Seorang Pemimpin baik itu selalu diberkahi segala
Kode-kode penakluk kejahatan pasti ada saja cara dan saatnya untuk diakhiri atau diperbaiki.

Itulah Presiden Ir.Joko Widodo, untuk Indonesia Mari teman-teman dukung doa untuk pemimpin kita semoga pembangunan di seluruh Indonesia bisa terselesaikan semua dgn hasil yang memuaskan rakyatnya, Amin.

Editor : RVL

Gibran dan Teguh Resmi diLantik Sebagai Walikota dan Wakil Walikota Solo

 
Barometer99- Jum'at,(26/2). Prosesi pengambilan sumpah jabatan Walikota dan Wakil Walikota Solo oleh rohaniwan. 

Sementara itu, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo memandu pengambilan sumpah secara virtual.

Selanjutnya pasangan Walikota dan Wakil Walikota ini menandatangani berita acara pelantikan. Keduanya akan memimpin kota Solo sampai 5 tahun kedepan. 
Di acara tersebut Selvi Ananda juga dilantik sebagai Ketua Tim Penggerak PKK dan Ketua Dekranasda Kota Surakarta oleh Ibu Atikoh Ganjar Pranowo secara virtual.

Harapan yang besar dari masyarakat Solo agar Gibran dan Teguh bisa membangun Solo dan mensejahterakan rakyatnya. 

Mas Gibran dan mas Teguh, semoga selalu amanah, jujur dan bisa bekerja dengan baik. 
Doa kami selalu bersama anda.. 

Satria Bagus

Terimakasih Paspampres

Barometer99-
Pengawal Presiden Amerika Serikat (Secret Service) mewajibkan jendela kendaraan Kepresidenan harus tertutup saat kendaraan berjalan. Protap tersebut hampir seragam disemua pengawalan kepala negara di dunia. Tujuannya apalagi selain demi keamanan Kepala Negara tersebut. 

Tapi sepertinya, membuka jendela kendaraan adalah salah satu cara Presiden Jokowi yang ingin berinteraksi dengan rakyatnya, tanpa sekat protokoler yang kadang membuat jarak.

Jadi, jangankan saat warga ramai ramai ingin mendekati Presiden, kebiasaan Pak Jokowi membuka jendela saat kendaraan kepresidenan berjalanpun, Paspampres harus dituntut memiliki kewaspadaan yang sangat tinggi.

Itulah pak Jokowi, selain mempercayai kemampuan Paspampres, beliau meyakini, bahwa Tuhan akan selalu menjaganya.

Terimakasih Paspampres 🙏
(YL/DD)

Diantara Cermin Yang Tidak Terlihat Oleh Banyak Orang


 
Barometer99-
KALIAN aktifis dan politisi mau memaki dia bagaimanapun, orang kecil macam kami ini punya kekaguman pada dia dan kekaguman itu sederhana, polos, dan tulus. 

Dia memang manusia biasa, pasti ada salah. Tapi persoalanya belum pernah ada yang seperti dia.

Seandainya sudah ada, tolong beritahu kami. Atau kalau kalian yang mulut berbusa dan gampang berkata bisa tunjukkan diri lebih baik dari dia, tolong beritahu kami agar kami memilih kalian. Di level RT saja juga baik, tak usah tinggi-tinggi.

Kekaguman kami pada dia mungkin di luar kerangka analisis dan akal sehat. Mungkin. Kami adalah orang-orang kecil yang lama tertindas dan terpuruk. Apa yang kami lihat dari dia bukan dari kaca mata ilmu politik, atau ilmu apapun. 

Kami begitu sayang kepada dia karena dia adalah kami. Kami melihat diri kami, penderitaan kami, kebersahajaan kami, ndeso kami di dalam dia. Itu saja. Kami tak butuh analisis muluk-muluk. Tapi tak satupun ilmu-ilmu yang kalian banggakan itu mampu menyaingi apalagi mematahkan kekaguman kami padanya. Karena dia adalah kami. 

Logika yang kalian agung-agungkan tak akan mampu menjelaskan mengapa seorang kakek tua membawa kain tenun (mungkin yang terbaik, yang ia punyai) untuk mencegat lelaki itu di tengah iring-iringan untuk memberikan kepadanya. 

Logika itu tak sanggup menjelaskan mengapa seorang pemuda rela membawa sebuah berdera bertiang sekedar untuk menyambutnya di tengah jalan. Logika itu tak akan memahami mengapa perempuan-perempuan kampung rela menerobos iring-iringan sampai membuat paspamres terjatuh hanya untuk mendekat kepadanya. 

Ya mungkin kalian akan melihat sebagai kebodohan saja, akibat kemiskinan dan keterbelakangan, tapi pernahkah sejengkal saja kepintaran kalian membuat manusia bergerak tanpa intimidasi, todongan senjata atau hegemoni? Pernahkah?

Bukankah kebodohan dan kemiskinan yang sama sering kalian exploitasi dengan dalih untuk membela keadilan dan kebenaran? Jadi jangan salah-salahin mereka hanya karena mereka ingin mendekat kepada orang yang mereka anggap sama dengan diri mereka. 

Ada cermin yang tak bisa kalian lihat diantara kami. Cermin yang tak akan dilihat oleh mereka yang tak pernah merasakan kesusahan seperti kami. Cermin yang tak akan pernah nampak bagi para pengamat dan politisi. Cermin yang tak akan pernah dilihat oleh para tukang omong dan tukang bicara. Cermin yang tua setua penderitaan rakyat. 

Di situlah kemewahan kami satu-satunya dimana kami bisa melihat diri kami tersenyum. Tersenyum kepada dia. Di situlah kami bisa berteriak dan menggapai. Berteriak dan menggapai kepadanya. Di situlah kami bisa mendekat. Mendekat kepada bayangan diri kami. Di situlah kami tanpa sadar terharu. Terharu kepada dia. Karena dia adalah kami sendiri. 
(DD/HDW)
#bukuku

Merasakan Karya Besar Jokowi Membangun Bangsa

Barometer99- Sebelum era Jokowi, 300 hingga 400 triliun dihabiskan untuk subsidi BBM, "sungguh" luar biasa... 
Banyak proyek pembangunan tidak selesai dan nyaris menjadi besi tua seperti pembangkit tenaga listrik, mega proyek Hambalang dan penuh dengan nuansa korupsi.

Begitu hebatnya slogan kala itu.."katakan tidak pada korupsi, pada akhirnya semua rame-rame masuk bui".

Beban berat yang harus dipikul, di samping warisan hutang lebih 2500 triliun dan membayar cicilan hutang serta bunga mendekati 1800 triliun dibayar secara rutin di masa era Jokowi.

Kebijakan era Jokowi, pemangkasan subsidi yang tak bermanfaat menyelesaikan megaproyek warisan serta membangun infrastruktur baru
Tentu harus pembiayaan yang besar dengan menggunakan pinjaman demi menyelamatkan aset vital negara.

Dan kita saksikan kegunaan dana tersebut benar terbukti dan fakta dikelola dengan benar.

Lebih baik pinjaman luar negeri dimanfaatkan dengan benar sesuai dengan kebutuhan. Layak untuk kepentingan rakyat secara keseluruhan daripada utang dihambur-hamburkan untuk subsidi yang tidak bermanfaat serta dibarengi korupsi.

Kini kita merasakan karya besar Jokowi membangun bangsa. Mari kita berpikir positif Demi kemajuan bangsa..
(DD/YL)

Ada Cermin Yang Tidak Terlihat Oleh Banyak Orang

Barometer99-
KALIAN aktifis dan politisi mau memaki dia bagaimanapun,  orang kecil macam kami ini punya kekaguman pada dia dan kekaguman itu sederhana, polos, dan tulus. Dia memang manusia biasa, pasti ada salah. Tapi persoalanya belum pernah ada yg seperti dia. 

Seandainya sudah ada, tolong beritahu kami. Atau kalau kalian yang mulut berbusa dan gampang berkata bisa tunjukkan diri lebih baik dari dia, tolong beritahu kami agar kami memilih kalian. Di level RT saja juga baik, tak usah tinggi-tinggi.

Kekaguman kami pada dia mungkin di luar kerangka analisis dan akal sehat. Mungkin. Kami adalah orang-orang kecil yg lama tertindas dan terpuruk. Apa yg kami lihat dari dia bukan dari kaca mata ilmu politik, atau ilmu apapun. 

Kami begitu sayang kepada dia karena dia adalah kami. Kami melihat diri kami, penderitaan kami, kebersahajaan kami, ndeso kami di dalam dia. Itu saja. Kami tak butuh analisis muluk-muluk. Tapi tak satupun ilmu-ilmu yg kalian banggakan itu mampu menyaingi apalagi mematahkan kekaguman kami padanya. Karena dia adalah kami. 

Logika yg kalian agung-agungkan tak akan mampu menjelaskan mengapa seorang kakek tua membawa kain tenun (mungkin yg terbaik yg ia punyai) untuk mencegat lelaki itu di tengah iring-iringan untuk memberikan kepadanya. 

Logika itu tak sanggup menjelaskan mengapa seorang pemuda rela membawa sebuah berdera bertiang sekedar untuk menyambutnya di tengah jalan. Logika itu tak akan memahami mengapa perempuan-perempuan kampung rela menerobos iring-iringan sampai membuat paspamres terjatuh hanya untuk mendekat kepadanya. 

Ya mungkin kalian akan melihat sebagai kebodohan saja, akibat kemiskinan dan keterbelakangan, tapi pernahkah sejengkal saja kepintaran kalian membuat manusia bergerak tanpa intimidasi, todongan senjata atau hegemoni? Pernahkah? Bukankah kebodohan dan kemiskinan yang sama sering kalian exploitasi dg dalih untuk membela keadilan dan kebenaran? Jadi jangan salah-salahin mereka hanya karena mereka ingin mendekat kepada orang yg mereka anggap sama dg diri mereka. 

Ada cermin yang tak bisa kalian lihat diantara kami. Cermin yang tak akan dilihat oleh mereka yang tak pernah merasakan kesusahan seperti kami. Cermin yang tak akan pernah nampak bagi para pengamat dan politisi. Cermin yang tak akan pernah dilihat oleh para tukang omong dan tukang bicara. 

Cermin yang tua setua penderitaan rakyat. Di situlah kemewahan kami satu-satunya dimana kami bisa melihat diri kami tersenyum. Tersenyum kepada dia. Di situlah kami bisa berteriak dan menggapai. Berteriak dan menggapai kepadanya. Di situlah kami bisa mendekat. Mendekat kepada bayangan diri kami. Di situlah kami tanpa sadar terharu. Terharu kepada dia. Karena dia adalah kami sendiri.
(Hdw/DD)

#bukuku

Ingat Pesan Ibu, "Jangan Buat Pilkada Jadi Klaster Baru Covid-19"


Oleh : Gayuh Ilham Widadi

Minggu ini masih menjadi runtutan hari kelabu kasus penularan Covid-19. Pasalnya, jumlah penularan di Indonesia terhitung sejak Sabtu, (28/11/2020), kurva penularan masih belum menunjukan penurunan signifikan. Malahan, kenaikan kasus kembali melonjak tak terbendung.
                       .(Ilustrasi sumber alinea id )

Melansir Harian Kompas, Sabtu kemarin, didapati kabar bahwa Indonesia sedang naik daun dalam hal capaian rekor tertinggi kasus Covid-19 selama ia mewabah di negeri ini.

Mengutip data milik Satuan Tugas Penanganan (satgas) Nasional Covid-19 di hari terkait, terdapat 5.000 lebih kasus positif baru.

Secara keseluruhan, kasus Covid-19 di tanah air terhitung sebanyak 527.999 orang terpapar sejak kemunculannya bulan Maret 2020 lalu.

Meski begitu banyak, tetap ada cahaya cerah dari pasien sembuh (bebas infeksi) yang mengalami kenaikan sejumlah 4.527 orang.

Mengesampingkan kasus sembuh, grafik kenaikan kasus penambahan pasien positif nyatanya terus membunyikan alarm darurat dalam upaya memerangi virus yang pertama kali ditemukan di negara China tersebut. 

Darurat Covid-19 tidak hanya bagi pemerintah, tapi juga berlaku wajib untuk kita, masyarakat.

Berdasarkan sebaran kenaikan kasus per hari sebelumnya yang belum juga memberikan tren penurunan, ancaman kenaikan Kasus Covid-19 saat pilkada kemungkinan besar bakal jadi momok mengerikan.

Tidak menutup kemungkinan jika nanatinya banyak yang abai protokol kesehatan, bisa sebagai pemicu kuat munculnya klaster penularan baru paska dilaksanakan Pilkada nanti.

Apalagi, dalam pelaksanaan Pilkada serentak 9 Desember 2020 ini, akan digelar di 270 wilayah meliputi 9 provinsi, 224 Kabupaten, dan 37 Kota.

Saya juga menyadari, betapa 'bahaya' Pilkada esok lusa. Bagaimana tidak, kegiatan Pilkada yang dulunya enak dilaksanakan tanpa bayang-bayang ancaman apapun yang membahayakan nyawa, kini harus menanggung resiko sebaliknya. Nyawa banyak orang jadi taruhan.

Normalnya, bersentuhan fisik umumnya sulit untuk di hindari pada saat Pilkada, mengingat saat hari pemilihan masyarakat berbondong-bondong menuju ke (Tempat Pemungutan Suara (TPS) di daerah tempat tinggal mereka. 

Sebab, tanpa disangkal, akan sulit memisahkan kerumunan ketika masyarakat ditemukan dalam satu tempat secara bersamaan (jika sebelumnya tidak ditentukan jadwal kehadiran tertentu jauh hari).

Kebiasaan semacam itu niscaya otomatis memberikan jalan leluasa bagi Covid-19 menyerbu masyarakat untuk dipaksa hidup berdampingan dengan mereka.

Berkaca dari semua kejadian imbas dari perilaku Covid-19 yang meresahkan, agar Pilkada tetap menjadi wadah pesta demokrasi aman dan nyaman bagi rakyat.

Pemerintah dalam hal ini adalah Komisi Pemilihan Umum (KPU) bersama seluruh masyarakat harus bahu membahu bersama memaksimalkan implementasi aturan protokol kesehatan yang sudah ada.

Bahkan perlu menambah ketat antisipasi maupun solusi jitu supaya Pesta Demokrasi 9 Desember nanti tidak menjadi sumber penularan baru.

Adapun beberapa aspek pencegahan dan anjuran mematuhi aturan yang dicanangkan Pemerintah semestinya harus dilakukan guna menjaga asa agar Pilkada serentak tidak menjadi sumber penularan baru virus corona. 

Perbiki (lagi) Mindset Tentang Covid-19

Sejauh ini, semenjak hadirnya Covid-19 hadir masih saja banyak pihak enggan untuk percaya dengan eksistensi Covid-19. Banyak yang mengira Corona adalah sebuah konspirasi belaka, hingga mempercayai pandemi Covid-19 sebenarnya tidak ada.

Hal semacam itu yang paling membuat corona semakin betah dan ingin semakin berlama-lama di negara kita.

Berkaca pada pemikiran tersebut, kita sudah seharusnya mampu memfilter persepsi dalam pikiran, mengubah acuan kepercayaan tahayul corona menjadi pemikiran yang sifatnya lebih ilmiah dan di sertai dengan pedoman ilmu pengetahuan penting dijalankan.

Apalagi untuk masyarakat awan yang paing rawan terkena imbas pemikiran semacam itu lebih diutamakan untuk mengganti saluran sumber kepercayaan yang tidak mempunyai dasar dengan kepercayaan rasional terhadap wabah pandemi covid-19 sekarang.

Toh, tidak sulit, asalkan mau dan memiliki keinginan untuk sadar akan perubahan yang membawa dampak baik bagi diri kita seutuhnya.

Lebih Taat Protokol Kesehatan

Perbaikan akan sikap taat dan patuh terhadap protokol kesehatan menjadi prioritas utama disamping kewajiban diri untuk membuang pandangan salah terhadap keberadaan Covid-19.

Kita ketahui, berbagai anjuran protokoler kesehatan dari pemerintah sudah diberikan dini semenjak pandemi hadir.

Anjuran memakai masker, jaga jarak fisik, selalu mencuci tangan menjadi keharusan yang mesti dipatuhi sejak lama.

Bukan tanpa sebab, menurut penelitian Proceedings of the National Academy of Sciences, milik tim peneliti dari Texas A&M University, University of Texas, University of California, dan California Institute of Technology, berkaca pada hasil perbandingan kasus infeksi Covid-19 di New York dan Italia sebelum dan sesudah penerapan kebijakan wajib masker.

Hasilnya, masker ampuh mencegah penularan virus corona.  Selain itu, menjaga jarak fisik satu sama lain sangat mendukung berkurangnya resiko penularan.

Dua kriteria protokol kesehatan memakai masker dan jaga jarak fisik punya andil besar pencegahan infeksi corona kepada orang sehat. Hal itu kemudian dapat ditambah dengan upaya mencuci tangan secara rutin. 

Mencuci tangan dengan air dan sabun cukup ampuh membilas kuman apapun dari tangan kita.

Sehingga mencui tangan dengan sabun bisa menjadi sarana cukup brilian dalam keikutsertaan memerangi virus menjengkelkan ini.

Ketika tidak sempat mencuci tangan dengan sabun, upayakan juga memiliki handsanitizer anti septik pengganti untuk mensterilkan tangan dari segala jenis kuman, tapi tetap utamanya adalah harus aktif mencuci telapak tangan dengan sabun secara berkala.

Patuhi Semua Regulasi KPU terkait Tata Laksana Pilkada 9 Desember 2020

Guna mencegah penularan virus saat hari pemilihan, KPU akan secara ketat menerapkan protokol kesehatan di TPS.

Termuat dalam Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2020 Tentang Tahapan Pemilihan pada khususnya, dalam hal ini sistematika pelaksanaan pemilihan di TPS, KPU mempunyai regulasi khusus pada menghadapi proses Pemilu masa Pandemi Covid-19.

Pertama: Pembagaian kedatangan pemilih akan diberlakukan saat hari pemilihan. 

Dimana bertujuan untuk mencegah terjadinya kerumunan pemilih.

Tahapan kedatangan akan dilakukan dalam 5 gelombang. 

Rinciannya yaitu kloter pertama hadir pukul 07.00 -- 08-00 pagi, kloter kedua pukul 08.00 -09.00 begitupun seterusnya sampai kloter lima. Jadi selang 2 jam per kloter pemilih.

Kedua: Mematuhi prosedur alat kesehatan di TPS.

Adapun prosedur yang harus dijalankan di TPS adalah di cek suhu tubuh sebelum memilih, mencuci tangan dengan sabun, memakai hand sanitizer, memakai sarung tangan plastik untuk pemilih, harus memakai masker, dan bila perlu membawa facehield sendiri dari rumah.

Dari kesekian hal di atas, sudah seharusnya kita mengetahui dan mampu menjalankan aturan dengan baik demi kemaslahatan bersama.

Mari bersama menjadi pelopor perubahan. Jadilah pahlawan untuk diri kita dan orang lain. 

Ingat pesan Ibu untuk tetap taat protokol kesehatan kapanpun dan dimanapun. Bukan kita siapa lagi?
**

Soal Jodoh, Ilmu dan Prinsip Sangat Dibutuhkan

                                      Gambar Ilustrasi

Barometer99.com -- Sahabat pembaca kali ini redaksi menyajikan sebuah artikel tentang prinsip masalah penantian jodoh. Pada ketika usia seorang lajang mendekati umur 30 tahun atau bahkan lebih, sering muncul kegelisahan terkait jodoh. Apalagi hal itu menjadi pertanyaan keluarga dan masyarakat sekitar kerap menjadi tekanan tersendiri.


Maka dibutuhkan sebuah prinsip yang merupakan roh dari sebuah perkembangan ataupun perubahan, dan merupakan akumulasi dari pengalaman ataupun pemaknaan oleh sebuah objek atau subjek tertentu.


Oleh sebab itu prinsip adalah suatu pernyataan fundamental atau kebenaran umum maupun individual yang dijadikan oleh seseorang sebagai sebuah pedoman untuk berpikir atau bertindak dengan baik.


Sebagi contoh pada beberapa kalangan jomblo, bahkan mereka merasa dibully disaat ada yang bertanya tentang pernikahan. Padahal sebenarnya pertanyaan itu termasuk basa-basi atau bahkan sopan santun untuk menyapa pada umumnya masyarakat Indonesia. 


Terlebih lagi ketika pernah mengalami peristiwa ditolak oleh seseorang yang diharapkan menjadi pasangan hidupnya. Namun sejatinya pertanyaan itu  kalau kita renungkan secara baik-baik tidak ada maksud untuk mem-bully sama sekali.


Seorang lelaki salih pernah bercerita, bahwa dirinya pernah beberapa kali ditolak pinangannya oleh pihak akhwat, dan contoh kedua ada akhwat yang kecewa karena lelaki salih yang diharapkan datang untuk  meminangnya, ternyata menikah dengan akhwat yang lainnya. Kejadian pernah ditolak, kadang membuat perasaan tidak nyaman, bahkan terkadang menjadikan rasa tidak percaya diri.


Contoh yang lainnya ketika tidak pernah ada yang datang seseorang bisa merasa tidak normal atau tidak wajar. Kerap sekali terpikir apa yang salah pada diriku, sehingga semua orang menjauhi aku? Apa dosaku, sehingga sampai saat ini jodohku tak kunjung datang? Apa kekuranganku, sehingga tak ada yang tertarik dengan aku?. Pertanyaan dalam hati seperti ini kerap mengganggu dan membuat tidak tenang.


Lalu prinsip apa yang harus dilakukan di masa penantian jodoh jika terjadi sepeti ini. Maka Inilah perlunya fikih penantian yang membahas bagaimana sikap terbaik tatkala tengah menanti takdir dari Allah berupa jodoh.


Fikih artinya adalah ilmu atau pemahaman. Orang yang berilmu atau memahami sesuatu disebut sebagai faqih. Fikih Penantian berati ilmu tentang menanti datangnya jodoh, yaitu bagaimana lelaki atau perempuan lajang harus bersikap dan mempunyai prinsip di saat mereka tengah berada dalam masa penantian jodoh. 


Apa yang semestinya dilakukan dan apa yang tidak boleh dilakukan oleh para lajang selama masa penantian. Ini sedikit cakupan pembahasan dalam prinsip ilmu Fikih. Paling tidak, ada enam sikap yang sepatutnya dimiliki para lajang laki-laki dan perempuan di masa menanti datangnya jodoh idaman hati, sebagai berikut:


*Ridha Terhadap Ketentuan Allah


*Menanti itu Bukan Pasif, Pesimis dan Apatis


*Selalu Produktif di Masa Penantian


*Selalu Yakin dan Optimis


*Memperbaiki Persiapan Diri dan

Menjaga Kebaikan Diri


*Memperluas Pergaulan dengan kerabat yaitu Orang Salih dan Salihah



Maka dari itu memintalah Ridha Terhadap Ketetapan Allah, jodoh adalah bagian dari ketetapan Allah. 


Syaikh Utsaimin rahimahullah menjelaskan, "Sebagaimana rejeki telah tercatat dan ditakdirkan dengan sebab-sebabnya, demikian pula jodoh. Ia telah tercatat dan ditakdirkan dengan sebab-sebabnya. Setiap orang telah tercatat pasangan hidupnya, telah ditentukan dengan siapa dia akan menikah. Tidaklah tersembunyi bagi Allah 'Azza wa Jalla sesuatu pun yang ada di bumi dan yang ada di langit".


Terkadang, seseorang berharap dirinya segera bertemu jodoh, sesuai dengan kriteria yang diinginkannya. Ia meminta kepada Allah penyegeraan waktu, dan ketepatan kriteria sesuai daftar keinginannya. Padahal Allah yang Maha Mengetahui, kapan waktu yang tepat dan mana jodoh yang tepat. Sebagimana Allah telah berfirman: 


وَمِنْ آيَاتِهِ أَنْ خَلَقَ لَكُمْ مِنْ أَنْفُسِكُمْ أَزْوَاجًا لِتَسْكُنُوا إِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُمْ مَوَدَّةً وَرَحْمَةً إِنَّ فِي ذَلِكَ لَآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ


“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir.”(QS. Ar-Ruum:21)


Artikel ini dirangkum dari berbagai sumber, yang hanya untuk memotivasi kaum lajang tetap optimis dan lakukan hal yang terbaik.


Penulis : Nopri

Etika dan Moral (Peraturan Untuk Mengatur Bukan Mengekang)



Oleh : Rifqohhul Husna/Mahasiswa UIN Raden Fatah Palembang/Fakultas Psikologi/
KKN-DR 73 Pandemi Covid-19.


Berbicara etika dan moral mungkin banyak dari kita sudah mengenalnya, tapi tidak untuk penerapannya. Normalkah atau penyandang disabilitas tentunya memiliki cara yang sama seharusnya. Hari ini tanggal 19 november 2018 tepatnya, saya dibuat terkagum oleh tingkah seoarang anak penyandang disabilitas disalah satu sekolah berebutuhan khusus di Palembang, dengan etika nya terhadap orang baru. Berbicara tentang hal tersebut membuat saya tersontak dan ingin mengulas sedikit tentang etika dan moral itu sendiri.

Moral merupakan pengetahuan yang menyangkut budi pekerti manusia yang beradab. Moral juga berarti ajaran yang baik dan buruk perbuatan dan kelakuan (akhlak). Moralisasi, berarti uraian (pandangan, ajaran) tentang perbuatan dan kelakuan yang baik. Demoralisasi, berarti kerusakan moral.

Menurut asal katanya “moral” dari kata mores dari bahasa Latin, kemudian diterjemahkan menjadi “aturan kesusilaan”. Dalam bahasa sehari-hari, yang dimaksud dengan kesusilaan bukan mores, tetapi petunjuk-petunjuk untuk kehidupan sopan santun dan tidak cabul. Jadi, moral adalah aturan kesusilaan, yang meliputi semua norma kelakuan, perbuatan tingkah laku yang baik. Kata susila berasal dari bahasa Sansekerta, su artinya “lebih baik”, sila berarti “dasar-dasar”, prinsip-prinsip atau peraturan-peraturan hidup. Jadi susila berarti peraturan-peraturan hidup yang lebih baik. Pengertian moral dibedakan dengan pengertian kelaziman, meskipun dalam praktek kehidupan sehari-hari kedua pengertian itu tidak jelas batas-batasnya. Kelaziman adalah kebiasaan yang baik tanpa pikiran panjang dianggap baik, layak, sopan santun, tata krama, dsb. Jadi, kelaziman itu merupakan norma-norma yang diikuti tanpa berpikir panjang dianggap baik, yang berdasarkan kebiasaan atau tradisi.

Kata etika, seringkali disebut pula dengan kata etik, atau ethics (bahasa Inggris), mengandung banyak pengertian. Dari segi etimologi (asal kata), istilah etika berasal dari kata Latin “Ethicos” yang berarti kebiasaan. Dengan demikian menurut pengertian yang asli, yang dikatakan baik itu apabila sesuai dengan kebiasaan masyarakat. Kemudian lambat laun pengertian ini berubah, bahwa etika adalah suatu ilmu yang mebicarakan masalah perbuatan atau tingkah laku manusia, mana yang dapat dinilai baik dan mana yang dapat dinilai tidak baik.

Etika juga disebut ilmu normative, maka dengan sendirinya berisi ketentuan-ketentuan (norma-norma) dan nilai-nilai yang dapat digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Etika merupakan cabang filsafat yang mempelajari pandangan-pandangan dan persoalan-persoalan yang berhubungan dengan masalah kesusilaan, dan kadang-kadang orang memakai filsafat etika, filsafat moral atau filsafat susila. Dengan demikian dapat dikatakan, etika ialah penyelidikan filosofis mengenai kewajiban-kewajiban manusia dan hal-hal yang baik dan buruk. Etika adalah penyelidikan filsafat bidang moral. Etika tidak membahas keadaan manusia, melainkan membahas bagaimana seharusnya manusia itu berlaku benar. Etika juga merupakan filsafat praxis manusia. etika adalah cabang dari aksiologi, yaitu ilmu tentang nilai, yang menitikberatkan pada pencarian salah dan benar dalam pengertian lain tentang moral.
Maka dari itu peran etika dan moral sangat dibutuhkan pada setiap individu. Seseorang dapat dikatakan baik ketika dapat menerapkan etika dan moral yang baikm juga. Ditengah pandemi seperti saat ini ada beberapa hal yang dituntut sebagai bentuk penerapat etika dan moral masyarakat terdapat sesama. Protokol kesehatan yang saat ini sudah tidak asing lagi didengar dan diketahui orang awam terkadang membuat kita seakan mengabaikan hal tersebut dan dianggap sebagai bentuk pengekangan dalam berpenampilan dan bersikap. Himbawan untuk tidak bersalaman, bersentuhan, emnggunakan penutup hidung dan mulut ketika berinteraksi bahkan berbicara dan berinteraksi dengan jarak yang berjauhan sering kali dianggap orang awam sebagai bentuk pemutusan solidaritas dan absoliditas antar manusia, banyak yang tidak paham ketika peraturan dibuat bukan untuk dilanggar, melaikan ada hal-hal yang disampaikan dalam peraturan tersebut. Begitu juga dengan protokol kesehatan yang saat ini wajib diterapkan, peraturan protokol kesehatn tersebut dibuat guna mencegah dan memutus penyebaran covid-19, bukan semata-mata untuk mengakang atau melarng dalam berinterasi sesama masyarakat.

Sukses: Berani, Mencoba, dan Berani Mencoba (Berfikir Kreatif untuk Memenuhi Kebutuhan Ekonomi di Tengah Pandemi Covid-19)



Oleh : Rifqohhul Husna/Mahasiswa UIN Raden Fatah Palembang/Fakultas Psikologi/
KKN-DR 73 Pandemi Covid-19.


Sukses, sebagian besar bahkan mungkin hampir semua orang menggantungkan tujuan hidupnya pada kata tersebut.  Sukses telah menjadi tolak ukur nomor satu dalam alur kehidupan manusia, baik kehidupan dunia maupun kehidupan setelah mati. Setiap orang memiliki pandangan masing-masing mengenai kesuksesan. Beberapa orang menilai bahwa sukses itu dilihat dari jabatan, harta, dan kehormatan. Sebagian lagi memandang kesuksesan dari bagaimana cara mereka berhasil menang atas segala cobaan dan masalah yang mereka terima. 
Pada masa pandemi seperti ini kesuksesan seseorang sulit di ukur, banyak kacamata yang memiliki pendapat dan padangan yang berbeda mengenai kesuksesan ditengah pandemi saat ini. Ada yang berpendapat suksesnya seseorang di tengah pandemi ini bagaimana ketika mereka mamapu mematuhi protokol kesehatan yang ada dan dapat beraktifitas dengan semestinya. Ada juga yang berpendapat sukses adalah keadaan dimana kita mampu mengalahkan keadaan saat ini dan terus mendorong sektor perekonomian, dan terus produktif dalam berkarya. Tidak sedikit juga orang berpendapat bahwa kesuksesan di tengah pandemi saat ini adalah ketika kita benar-benar terhindar dari covid-19 sehingga dapat melangsungkan hidup kedepannya. Semua argumentasi atau pendapat yang sering kita dengar semuanya benar. Mengapa demikian ? karena definisi sukses yang sesungguhnya adalah dimana ketika kita mencapai titik kepuasaan yang ingin kita capai. Tentunya setiap orang memiliki titik pencapaian yang berbeda-beda.
 Orang-orang mempunyai jalan mereka sendiri dalam meraih kesuksesan. Sukses tidak pernah memiliki rahasia. Dia dapat dicapai melalui berbagai hal, seperti sikap, keyakinan, dan kebiasaan. Sikap seseorang dapat menentukan lancar atau tidaknya jalan menuju kesuksesan. Jika ia serius dalam mewujudkan tujuan hidupnya, maka sukses dapat ia genggam. Pada lain pihak, keyakinan juga mempengaruhi mulusnya jalan menggapai sukses. Ketika seseorang berjuang menjadi orang sukses namun di tengah jalan ia ragu dan kehilangan keteguhan, maka perjalanan itu akan menjadi lebih berat dari sebelumnya. Kebiasaan seseorang juga menentukan sebuah kesuksesan. Ukuran sukses seseorang bergantung pada kebiasaan yang ia lakukan dalam kesehariannya.
Hal-hal rutin yang menjadi kebiasaan mampu mempengaruhi maksimal atau tidaknya seseorang dalam meraih kesuksesan tersebut. Salah satu kebiasaan orang-orang sukses adalah berani mencoba. Tiga hal penting yang perlu diperhatikan dari kebiasaan tersebut yaitu berani, mencoba, dan berani mencoba. Ketiga hal itu tampak sama namun memiliki makna yang berbeda.
Pertama, berani dalam sukses adalah sebuah sikap untuk terus mendaki tanpa ada keraguan dalam tiap langkahnya. Kedua, mencoba meruapakan suatu hal yang mutlak diperlukan dalam pencapaian sebuah kesuksesan. Tanpa mencoba, seseorang tidak akan mampu mengukur kemampuan dan kapasitasnya untuk menyingkirkan rintangan menuju kesuksesan. Ketiga, berani mencoba yaitu melangkah tanpa ragu untuk menemukan jalan keluar di setiap tembok halangan dalam menapaki tebing kesuksesan. Hal ini sejalan dengan pendapat El-Bantanie (melalui Pangalila, 2008:9) dalam buku Berani Hidup Berani Sukses dengan kutipan sebagai berikut, “Air mata tidak akan menghapus dukamu, berharap tidak akan membuatmu sukses, hanya keberanian yang bisa membawamu ke sana”.
Keberanian dalam mencoba sesuatu merupakan kebiasaan seseorang yang luar biasa. Namun, hal itu tidak mudah untuk dilakukan. Banyak faktor-faktor yang dapat merusak kebiasaan tersebut. Memperkuat keyakinan dan tetap istiqomah menjadi hal utama dalam bertahan untuk meraih kesuksesan. El-Bantanie (2008:15) berpendapat bahwa orang yang tidak tahu tapi mau melakukan adalah salah satu tipe orang yang mau mencoba melakukan sesuatu meskipun dia tahu akan menemukan kesulitan bahkan kegagalan. Hal ini dapat menjadi alat untuk menyadarkan seseorang bahwa sukses membutuhkan proses yang tidak instant. 
Selama hidup, kita dihadapkan pada dua pilihan. Kita lah yang menjadi pemegang kendali dalam menentukan pilihan. Hanya ada dua pilihan untuk mempertahankan eksistensi kita sebagai makhluk berakal dan berkepribadian. Pilihan menjadi baik atau jahat, menjadi orang yang berpikiran positif atau negatif, menjadi pintar atau bodoh, dan sebagainya. Berani memilih dan mencobanya merupakan cara ampuh untuk sukses. Hidup sebenarnya merupakan hal yang indah apabila kita menguasai rahasianya serta memiliki kunci untuk tetap bertahan. Semua manusia diciptakan agar sukses dalam segala aspek kehidupannya. Kesuksesan tidak diraih secara gratis. Butuh perjuangan dan keringat untuk mewujudkan sebuah kesuksesan sejati. 

Mood Swing atau Perubahan Suasana Hati Secara Mendadak Bisa Jadi Gejala Gangguan Jiwa


Oleh : Rifqohhul Husna/Mahasiswa UIN Raden Fatah Palembang/Fakultas Psikologi/
KKN-DR 73 Pandemi Covid-19.
Semua orang memiliki perubahan suasana hati yang lebih dikenal sebagai mood swing. Kita bisa merasa sangat bahagia, tetapi tak lama kemudian kita mendadak diselimuti kesedihan. Suatu saat kita bisa merasa bersemangat, namun kemudian, kita bisa merasa sangat jenuh dan lelah. Hal ini mungkin wajar bagi sebagian besar orang. Pada dasarnya, suasana hati adalah kondisi psikologis dasar sebagai reaksi tubuh terhadap lingkungan atau situasi tertentu. Terkadang, luapan emosional ini (baik atau buruk) bisa tampak berlebihan mengalahkan kepentingan rangsangan tersebut. Apa yang menyebabkan mood swing, bisa jadi karna faktor cuaca, makanan, sistem imun, dan pubertas, pre menstrual syndrome (PMS), atau menopause. Salah satu kemungkinan penyebab mood swing adalah ketidakseimbangan dalam kimia otak yang berhubungan dengan pengaturan suasana hati. Dan perubahan hormon yang dihasilkan tubuh, tergantung pada banyak faktor berbeda.
Dalam kasus tertentu, perubahan suasana hati bisa sangat ekstrem, serius, dan tanpa alasan atau rangsangan yang jelas. Sehingga mengganggu fungsi individu dalam kehidupannya sehari-hari. Mood swing ekstrem ini terjadi mendadak dan melibatkan kondisi emosional yang naik-turun. kondisi bergantian antara merasa bahagia dan sejahtera. Kemudian dihinggapi oleh perasaan marah, tersinggung, atau depresi, dalam waktu yang relatif singkat. Beberapa kondisi kesehtan yang terkait dengan mood swing, dilansir dari Good Health, beberapa kondisi kejiwaan juga dapat memicu perubahan suasana hati ekstrem. Sejumlah kondisi ini diketahui sebagai penghambat produktivitas pengidapnya. Bahkan  bisa menunjukkan kecenderungan kekerasan atau ekstrem bunuh diri. Beberapa kondisi kesehatan ini termasuk: 1) Attention-Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD), 2) Gangguan Bipolar, 3) Gangguan kepribadian ambang (Borderline Personality Syndrome/BPS), 4) Depresi.
Penyebab lainnya dari mood swing, selain dari kondisi di atas, mood swingjuga bisa disebabkan oleh kondisi medis yang secara langsung mempengaruhi sistem saraf pusat. Seperti: demensia, tumor otak, meningitis, stroke, dan penyalahgunaan narkotika. Perubahan suasana hati juga dapat hasil dari kondisi yang merampas nutrisi dan oksigen dalam otak. Seperti: trauma kepala, penyakit paru, dan kardiovaskular. 

Postingan Populer