Tampilkan postingan dengan label Tokoh Masyarakat. Tampilkan semua postingan

Mantan OPM dan Dosen Beri Pengakuan Mengejutkan Soal Papua


Barometer99- PAPUA (02/07)
Sudah puluhan tahun konflik terjadi di Papua. Tentu ada penyebabnya dan apa jalan keluarnya. Mantan aktivis Organisasi Papua Merdeka (OPM) John Norotouw dan dosen Universitas Negeri Medan (UNM) Dr Rosmaida Sinaga memberikan pandangan dan kesaksian dalam hal ini.

John Norotouw menerangkan konflik ini terjadi karena peninggalan Belanda terhadap warga Papua. Belanda memberikan konsep kepada masyarakat Papua untuk merdeka dan menguasainya. Sehingga terjadi kelompok tertentu ingin merdeka karena janji Belanda.

"Negara Papua, itu tidak ada. Inilah yang terjadi selama 58 tahun terus menerus konflik dengan pemerintah. Negara boneka suatu yang tidak benar. Padahal itu konspirasi Belanda," kata Jhon saat webinar dengan tema “Perdamaian dan Kedamaian di Papua”, Kamis (1/7).

Dia mengatakan bahwa Tanah Papua 100 persen masuk ke dalam pangkuan Indonesia. Hal itu diakui Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) bahkan kedaulatan Papua sudah final.

Lebih lanjut dia menguraikan tanah Papua lebih aman dan lebih Indonesia. Di mana, di Papua terdapat orang Papua dan orang Indonesia dari Sabang sampai Merauke.

"Masyarakat Papua sedang membangun perdamaian. Apa lagi membangun negara, belum ada pengalaman. Papua tidak akan Merdeka. Papua sedang bangun sendiri kearifan lokalnya,” tutur dia.


Sementara itu, Rosmaida Sinaga menyatakan kondisi Papua sangat berbeda dengan daerah lain di Indonesia. Sehingga dalam hal pembangunan mendapatkan perhatian lebih dari Pemerintah.

Khususnya dalam hal pendidikan, perlu adanya pembenahan agar Papua ke depan menjadi lebih baik
Dia mengaku sudah 25 tahun mengajar di Papua dari 1992. Pada waktu itu tidak ada SD Inpres yang sebagus dengan yang ada di Pulau Jawa.
"Pertanyaannya apa yang salah dengan kebijakan Papua?” kata dia.

Dirinya mengisahkan, menjadi dosen di Universitas Cenderawasih, menjumpai guru yang di pedalaman masih menggunakan kurikulum yang lama. Padahal, seharusnya sudah memakai K-13.

Dirinya menilai masih dijumpai adanya fasilitas rendah yang rendah seperti adanya gangguan internet yang kerap terjadi. Di tambah lagi, para guru tidak punya jaringan internet bagaimana mereka mengajar.

Di pedalaman Papua, lanjutnya, masih ada dijumpai siswa yang tidak punya buku atau hanya punya satu buku tulis. Belum lagi, ada siswa yang harus berjalan berkilometer menuju sekolah. Sehingga, secara fisik lelah dan kurang fokus dalam belajar.

Dijumpai pula, ujar dia, mereka hampir tidak sekolah, karena gurunya tidak ada. Parahnya, ada satu guru di satu sekolah, kesejahteraan sangat kurang.

“Kalau kita lihat guru itu bukan karena keinginannya dan bukan panggilan jiwa. Mengapa mutu pendidikan di Papua rendah salah satunya karena bukan panggilan jiwa, dan ada yang hanya tinggalkan tugas. Apalagi, kalau perempuan kalau suami pindah dia ikut pindah," lanjutnya.

Rosmaida mengungkapkan, metode pendidikan berasrama dinilai cukup membantu menghasilkan kualitas pendidikan. Pasalnya, anak-anak yang tempat tinggalnya jauh bisa belajar dengan baik di asrama. Sebagain tokoh nasional dari Papua juga berasal dari pendidikan asrama seperti Fredy Numberi dan lainnya.

Rosmaida berpandangan, jika pembangunan dan pendidikan diperbaiki, kesejahteraan di Papua akan naik. Pendidikan sampai ke jenjang lebih tinggi akan membuat Papua mampu bersaing dengan daerah lain. Dengan demikiaan ada keseteraan antara rakyat Papua dan daerah lainnya.

“Apabila pendidikan diperbaiki mereka bersaing, bukan kalah saing tuntut keistimewaan," ujarnya.

Dia juga berpendapat, Nasionalisme akan berkembang apabila mereka merasa bagian dari NKRI. Untuk itu, kebijakan perlu diperbaiki dengan meningkatkan kesejahteraan
(Ril/red).

Otonomi khusus Mengubah Wajah Papua Menjadi Lebih Baik


Baromrter99-Papua-(07/04), Ondofolo atau Pemimpin Adat Kampung Sereh Sentani, Kabupaten Jayapura, Yanto Hiyo Eluay mengatakan bahwa Otonomi Khusus (Otsus) diyakini banyak mengubah wajah Papua menjadi lebih baik, dan sebelum diberlakukannya Otsus tahun 2001, pembangunan di tanah Papua sangat tertinggal bahkan terpuruk.

“Kondisi Papua sebelum ada Otsus sangat rendah dalam tingkat pembangunan dan kesejahteraan. Faktor dana APBD yang tidak memadai di Provinsi, Kota dan Kabupaten. Juga PAD yang tidak baik dan SDA yang tidak dikelola. Memang kita sangat terpuruk sebelum ada Otsus," kata Yanto yang juga Ketua Presidium Putra Putri Pejuang Pepera (P5) Provinsi Papua, dalam keterangannya di Papua. Selasa (6/4) 

Yanto pun mencontohkan pembangunan infrastruktur dan sarana prasarana di Papua. Pembangunan tersendat lantaran tidak ada anggaran. "Kita harus melihat bahwa pembangunan membutuhkan biaya. Menikmati sarana pendidikan, kesehatan, jalan, membuka suatu keterisolasian daerah, itu semua membutuhkan biaya," ujarnya.

kharismatik Papua, Almarhum Theys H. Eluay ini juga menyoroti tudingan miring terhadap Otsus yang telah berjalan 20 tahun terakhir ini.

"Begitu ada Otsus, banyak sekali perubahan, kemajuan di Papua. Sarana prasarana, rumah sakit, fasilitas kesehatan, pembangunan jalan dan sebagainya. Sekarang orang bicara tidak berhasil? Dulu Anda mau bangun jalan, darimana duitnya?" ungkap Yanto.

Menurutnya, Pemerintah Pusat secara konsisten menggelontorkan dana Otsus ke Bumi Cenderawasih setiap tahunnya dan jumlahnya mencapai ratusan triliun rupiah. Meski demikian, dalam pelaksanaan Otsus, dirinya mengakui belum maksimal dan masih banyak menemukan kekurangan yang harus diperbaiki. 

Untuk itu, Yanto mengusulkan pembentukan lembaga khusus setingkat kementerian untuk mengelola Otsus di Bumi Cenderawasih. Yanto meyakini hal itu dapat memaksimalkan pelaksanaan Otsus di akar rumput(red).

(HD)

Abdul Hamid Resmi Menjadi Kepala Desa Gampong Matang


Barometer99, Aceh Timur -
Pemilihan keuchik di Gampong Matang kecamatan Julok Kabupaten Aceh Timur yang berlangsung secara khidmat aman dan terkendali, masyarakat Berbondong bondong bepergian dalam agenda Pesta Rakyat dalam memilih pemimpin mereka, Selasa 6 April 2021.

Sebelumnya dipimpin oleh Pj Keuchik saudara Bukhari Dan
Ikut dihadiri oleh Muspika kecamatan Julok, Bapak Adnan, S,Ag Kapolsek Masri Aswara, dan Danramil.

Perangkat desa dan Pemuda Gampong Matang ikut terlibat semua dalam mengsukseskan pemilihan keuchik Pasangan nomor urut Satu Munir dan pasangan nomor urut 2 Abi Abdul Hamid dan dimenangkan oleh pasangan nomor urut 2 dengan selisih 25 suara disebabkan ada 3 suara yang rusak.


"Alhamdulillah terimakasih banyak untuk warga gampong matang kecamatan Julok yang telah mempercayakan saya untuk memimpin desa gampong matang ini, dan saya berharap Selalu Jaga Kekompakan seluruh warga desa matang
Kemudian memperkuat kan persatuan dan kesatuan demi terwujudnya desa yg mandiri". Ujar abdul hamid sekaligus Kepdes sekarang

Sementara itu Adnan,SAg Camat Julok didampingi oleh Akp. Masri Aswara kapolsek Julok dan perwakilan Koramil 07/Jlk mengucapkan selamat Untuk Saudara Abi Abdul Hamil.(RH)

Editor : Jefry Boy Isny

Keluarga Besar Perguruan Pencak Silat Terumbu Banten Dukung 12 Program Kapolda Banten


 

SERANG - Usai melaksanakan serah terima jabatan, berbagai ucapan selamat diterima oleh Kapolda Banten Irjen Pol Rudy Heriayanto Adi Nugroho S.H.,M.B.A.

Salah satunya ialah dari Perguruan Pencak Silat Terumbu Banten.

Saat ditemui, Ketua Umun Dewan Pimpinan Pusat Perguruan Pencak Silat Terumbu Banten Yadi Sufiyadi mengatakan bahwa keluarga besar Perguruan Pencak Silat Terumbu Banten dukung 12 program Kapolda Banten.

"Saya selaku Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Perguruan Pencak Silat Terumbu Banten beserta keluarga besar Perguruan Pencak Silat Terumbu banten dengan ini mengucapkan selamat datang kepada Bapak Kapolda Banten Irjen Pol Rudy Heriayanto Adi Nugroho S.H.,M.B.A," ujar Yadi Sufiyadi. Senin, (11/01/2021).

"Dan kami keluarga besar Perguruan Pencak Silat Terumbu Banten siap bersinergi serta bekerjasama dalam melaksanakan 12 program Kapolda Banten," tutup Yadi Sufiyadi. (Rahmat Hidayat)

Tokoh Agama Sei Rampah Himbau masyarakat Tidak Terprovokasi Paham Radikal



Serdang Bedagai – Tokoh Agama Kecamatan Sei Rampah Ustad Tamlih  mendukung upaya Polisi Republik Indonesia dalam memberantas terorisme, radikalisme,Intoleransi dan setia perbuatan yang memecah belah kedaulatan Negara Republik Indonesia.

"Sebagai Tokoh Agama saya mendukung Polri dalam memberantas teroris,kelompok radikalisme, yang ingin memecah belah bangsa indonesia,”Ungkap Tamlih,Minggu (03/12/2020) siang.

Ustad Tamlih menambahkan, Kelompok terorisme dan radikalisme merupakan musuh bersama, dimana paham paham mereka ajarkan bertentangan dengan Pancasila yang telah dibuat pemerintah indonesia.

"Tetap kita jaga kesatuan dan persatuan bangsa, kelompok teroris dan radikal yang ingin memecah belah bangsa ini harus sama sama kita hilangkan dari Indonesia," Ungkapnya

Ia juga mengajak masyarakat Serdang Bedagai untuk tidak mengikuti ajaran yang mengarah ke radikalisme, dan segera melaporkan kepada petugas bila ada pendatang yang belum jelas identitasnya,"imbuhnya. (Rahmat Hidayat)


FPI Resmi Dibubarkan, Tokoh Agama & Organisasi Kepemudaan Batu Bara, Dukung Keputusan Pemerintah


 

Batu Bara - Tokoh Agama & Organisasi kepemudaan Kabupaten Batu Bara mendukung keputusan Pemerintah Republik Indonesia yang telah membubarkan Ormas FPI, serta mendukung Tni/Polri yang melakukan pengamanan juga penindakan dan menolak Ormas FPI yang Radikalisme.

Berdasarkan keterangan Ketua Organisasi Pemuda Karya Nasional {PKN} Julham Efendi dan bersama Organisasi Kepemudaan Se – Kabupaten Batu Bara bersama Tni/Polri untuk menjaga keamanan dan memperkuat pertahanan di Negara Kesatuan Republik Indonesia khususnya Kabupaten Batu Bara.

Disambung oleh Ketua Pemukan Agama Batu Bara, Ahmad Sofian, MA. Kami Tokoh Agama Kabupaten Batu Bara sangat mendukung Tni/Polri yang menindak tegas serta membubarkan Ormas FPI yang berbau Radikalisme & Terorisme.

Selanjutnya, Kapolres Batu Bara AKBP Ikhwan Lubis, S,H. M,H juga meminta kepada Ketua FPI Kabupaten Batu Bara untuk mematuhi keputusan Pemerintah tentang pembubaran dan pembekuan Ormas tersebut.

Pembubaran Ormas FPI Juga dilakukan pencabutan Ijin, dan apabila ada Ormas FPI Yang melakukan kegiatan Swiping harap melaporkan kepada Polres Batu Bara Ataupun Jajaran Polsek dan Bisa Juga membuat laporan ke pihak Koramil setempat,” Tandas Kapolres Batu Bara.

Saya selaku Kapolres Batu Bara sangat berterimakasih kepada seluruh Tokoh Agama & Organisasi Kepemudaan yang turut membantu pihak Tni/Polri untuk menjaga dan mengamankan Negara Kesatuaan Republik Indonesia yang kita Cintai agar tentram aman dan damai,” Tutup Kapolres Batu Bara. (Rahmat Hidayat)

Tomas Desa Nagur Himbau masyaratakat Tidak Terprovokasi Paham Radikal


 

Serdang Bedagai – Tokoh masyarakat (Tomas) Desa Nagur, Kecamatan Tanjung Beringin Khairun Nasdi mendukung upaya Polisi Republik Indonesia dalam memberantas terorisme, radikalisme,Intoleransi dan setia perbuatan yang memecah belah kedaulatan Negara Republik Indonesia.

"Sebagai Tokoh masyarakat saya mendukung Polri dalam memberantas teroris,kelompok radikalisme, yang ingin memecah belah bangsa indonesia,”Ungkap Khairun,Minggu (27/12/2020) siang.

Khairun menambahkan, Kelompok terorisme dan radikalisme merupakan musuh bersama, dimana paham paham mereka ajarkan bertentangan dengan Pancasila yang telah dibuat pemerintah indonesia.

"Tetap kita jaga kesatuan dan persatuan bangsa, kelompok teroris dan radikal yang ingin memecah belah bangsa ini harus sama sama kita hilangkan dari Indonesia," Ungkapnya

Ia juga mengajak masyarakat Serdang Bedagai untuk tidak mengikuti ajaran yang mengarah ke radikalisme, dan segera melaporkan kepada petugas bila ada pendatang yang belum jelas identitasnya,"imbuhnya. (Rahmat Hidayat)

Tomas Desa Melati Dua Perbaungan Himbau masyaratakat Tidak Terprovokasi Paham Radikal

 

Serdang Bedagai – Tokoh masyarakat (Tomas) Desa Melati Dua, Kecamatan Perbaungan  Khairul Amri Harahap mendukung upaya Polisi Republik Indonesia dalam memberantas terorisme, radikalisme,Intoleransi dan setia perbuatan yang memecah belah kedaulatan Negara Republik Indonesia.

"Sebagai Tokoh masyarakat saya mendukung Polri dalam memberantas teroris,kelompok radikalisme, yang ingin memecah belah bangsa indonesia,”Ungkap Amri,Sabtu (26/12/2020) siang.

Amri menambahkan, Kelompok terorisme dan radikalisme merupakan musuh bersama, dimana paham paham mereka ajarkan bertentangan dengan Pancasila yang telah dibuat pemerintah indonesia.

"Tetap kita jaga kesatuan dan persatuan bangsa, kelompok teroris dan radikal yang ingin memecah belah bangsa ini harus sama sama kita hilangkan dari Indonesia," Ungkapnya

Ia juga mengajak masyarakat Serdang Bedagai untuk tidak mengikuti ajaran yang mengarah ke radikalisme, dan segera melaporkan kepada petugas bila ada pendatang yang belum jelas identitasnya,"imbuhnya. (Rahmat Hidayat)

Ucapan Lebaran Dan Pesan A M Hendropriyono Menghadapi Covid-19

Barometer99.comㅤㅤㅤㅤㅤㅤ
Selamat Hari Raya Idul Fitri, mohon maaf lahir dan batin”. Jenderal TNI (Purn.) A.M Hendropriyono beserta sang istri mengucapkan selamat hari raya kepada seluruh masyarakat Indonesia.
Selain mengucapkan ucapan lebaran, Jenderal TNI (Purn.) A.M Hendropriyono juga mengingatkan untuk terbiasa menjalani kegiatan Hari Raya di tengah pandemi Covid-19.
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤ
“Dalam keadaan seperti ini, kita tidak bisa lagi untuk salaman, tidak ada lagi cipika-cipiki,” ujarnya.
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤ
Kepala Badan Intelijen Negara pertama ini meyakini suatu saat akan ditemukan sebuah cara untuk menghadapi virus corona, sehingga pandemi Covid-19 tidak mengganggu manusia walaupun belum pergi dari bumi ini.
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤ
“Karena Covid-19 ini belum jelas perginya kapan, membuat kita terpacu mencari penemuan baru untuk menghadapi musibah ini,” ujar A.M Hendropriyono.
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤ
Ayah mertua Jenderal TNI Andika Perkasa juga merasa bangga dengan anak menantunya karena telah mengerahkan semua kekuatan yang ada di Angkatan Darat untuk menaggulangi pandemi Covid-19 di Indonesia.
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤ
“Mudah-mudahan dengan arahan Andika, nanti akan ditemukan obat juga vaksin Covid-19, karena sudah ada usaha yang kelihatan riil, bukan teori saja,” ujarnya.
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤ
Ia juga mendukung arahan Kasad Andika Perkasa untuk membuat Universitas Jenderal Achmad Yani lebih maju dengan mengizinkan para mahasiswanya belajar langsung di beberapa instansi Angkatan Darat sesuai dengan jurusan perkuliahan.
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤ
*TNI AD Mengabdi Dan Membangun Bersama Rakyat*

Postingan Populer