WAJAH SEBUAH DOA

, 0 Comments


Akhmad Fuad Junaidi "Pesantren Cinta Telaga Istighfar"

Doa adalah Sepi, dan keheningan yang menggugurkan berjuta bintang, merobek rembulan, memadamkan matahari, serta melelapkan lautan.
Tetapi, demikianlah. Hidup manusia, tidak lebih hanya sekedar pengharapan dan sebuah permintaan kepada Allah.

Doa, adalah harapan. Karena dalam doa, ada sesuatu yang mungkin, di dalam ketidakmungkinan, dalam ilmu dan nalar manusia. Karena Allah, punya berjuta cara. BagiNya, terlalu mudah, mewujudkan semua pinta. Sungguh terlalu mudah.

Doa, adalah peyangga. Menguatkan manusia, ketika di terpa badai kehidupan. Doa adalah sketsa asa, yang membuat manusia tersenyum bahagia, di tengah beribu luka, duka dan derita, yang memeluk drama kehidupannya.

Doa, adalah peyeimbang. Menjadi harmoni, dalam cerita hidup. Terlebih, pada era, di mana manusia begitu mudah, menjatuhkan dan mengorbankan sesama. Manusia begitu mudah menfitnah, membunuh karakter orang yang tidak ia suka. Tanpa alasan, hanya demi kesenanga dan kepentingan pribadi semata.

Tetapi, tidak bijak, wahai diriku. Jika hanya karena menghadapi pelik dan rumitnya masalah, baru kita berangkat bersimpuh dan meminta. Tidaklah arif, jika hanya bergeloranya hati, mewujudkan keinginan dan impian, baru kita tengadah menerbangkan doa.

Doa, adalah ruang. mengekspresikan rasa butuh dan mementaskan rasa lemah. Bukan sekedar, butuh bagi terwujudnya cita. Tetapi, lebih pada butuh, mengutarakan rindu, berjumpa dan komunikasi mesra.

Jalan akan buntu. Pintu akan tertutup. Engkau, akan menyadari, harapan yang tersisa hanya satu. Dan itu2 akan bertumbuh menjadi harapan yang esensi dan sesungguhnya.
Kembalilah, menghadapkan diri dan hati, kepada ke MahaagunganNya. Dalam setiap keadaan dan Nuansa. Akan terbit ketenteraman, ketenangan dan kebahagiaan, tiada tara.


Akhmad Fuad Junaidi,
Pesantren Cinta Telaga Istighfar




Some say he’s half man half fish, others say he’s more of a seventy/thirty split. Either way he’s a fishy bastard.

Postingan Populer